Translate

15 Nov 2015

Ibadah Raya. 15 November 2015.Nikah Yang Dikehendaki Tuhan



Ibadah Raya. 15 November 2015.

NIKAH YANG DIKEHENDAKI TUHAN:
Nikah yang dikehendaki Tuhan adalah nikah yang suci.
Sebab Tuhan sendiri yang akan memasuki nikah itu dengan gereja-Nya, sehingga setiap kehidupan Kristen yang hendak memasuki nikah rohani itu harus memasuki pengalaman penyucian yang dikerjakan oleh Firman Tuhan.

Itu sebabnya persoalan nikah ini merupakan pertanyaan yang timbul dalam generasi sekarang, dan hanya Firman Tuhan yang sanggup menjawab pertanyaan itu sebaik-baiknya, sebab nikah itu sendiri adalah hasil dari ciptaan Allah sendiri.

Persoalan yang ke 2 yang ditegur oleh Tuhan yaitu soal perceraian.
Kalau dipihak Allah itu membenci perceraian tapi justru dipihak manusia menganggap hal itu seperti tidak apa-apa.

Mal 2:17
2:17 Kamu menyusahi TUHAN dengan perkataanmu. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menyusahi Dia?" Dengan cara kamu menyangka: "Setiap orang yang berbuat jahat adalah baik di mata TUHAN; kepada orang-orang yang demikianlah Ia berkenan -- atau jika tidak, di manakah Allah yang menghukum?"

Mereka berkata : “Dimana hukuman Allah itu?”
Persoalan nikah itu begitu ruwet dan tidak terpecahkan, sebab merupakan nikah yang bertentangan dengan rencana Tuhan, dan menganggap Allah itu tidak menghukumnya.

Tapi dalam Ibr 13:4 dikatakan:
 Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.

Nikah yang tidak sesuai dengan rencana Allah itu akan menjurus kepada suatu perbuatan dosa yang sungguh-sungguh akan membangkitkan murka Allah. Sebab kalau terjadi perceraian, maka itu menjurus pada perzinahan dan persundalan. Seperti yang dikatakan dalam

Injil Mat 19:9
19:9 Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah."

Tuhan membenci perceraian!
Sebab adanya dosa itu sudah menentang rencana Allah dengan perbuatan dosa itu sudah menajiskan tempat tidur.

Firman Allah menghendaki agar kehidupan nikah kita mendapat tuntunan Tuhan.
Zaman akhir ini manusia itu menganggap bahwa nikah itu bukan dosa apa-apa, mereka menganggap bahwa Allah itu merestui.

Mereka berkata : “Mana itu hukuman?”  Sedang mereka sudah berbuat dosa.
Dan ini membuatkan hati Allah menjadi capek jika melihat keadaan manusia zaman akhir ini. Oleh sebab itu Tuhan mau agar gereja mempelai-Nya tidak berada dalam keadaan berlarut-larut dalam dosa ketidak setiaan.

Tuhan menghendaki adanya benih ilahi.
Bukan sekedar nikah itu dipertemukan antara pria dan wanita, tapi Allah itu menjadi saksi dan Dia mencari benih ilahi.

Bicara soal benih, ini adalah suatu perjanjian Allah yang begitu kuat.
Kegenapan benih itu ada pada benih yang dikandung perempuan yang ada dikitab Wahyu 12, dan kalau benih itu dilahirkan maka anak laki-laki yang dilahirkan itu sudah membuatkan Iblis (naga merah) itu jatuh tak berdaya.

Ketetapan Allah itu tidak bisa diubah!
Janji ketebusan Tuhan itu begitu kuat, tidak bisa dirubah. Seperti matahari bersinar pada siang hari dan bulan pada malam hari, dan deru laut yang gelombangnya ribut, tidak bisa diubah.

Yer 31:35-37
31:35 Beginilah firman TUHAN, yang memberi matahari untuk menerangi siang, yang menetapkan bulan dan bintang-bintang untuk menerangi malam, yang mengharu biru laut, sehingga gelombang-gelombangnya ribut, -- TUHAN semesta alam nama-Nya:
31:36 "Sesungguhnya, seperti ketetapan-ketetapan ini tidak akan beralih dari hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN, demikianlah keturunan Israel juga tidak akan berhenti menjadi bangsa di hadapan-Ku untuk sepanjang waktu.
31:37 Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, seperti langit di atas tidak terukur dan dasar-dasar bumi di bawah tidak terselidiki, demikianlah juga Aku tidak akan menolak segala keturunan Israel, karena segala apa yang dilakukan mereka, demikianlah firman TUHAN.

Perjanjian Tuhan untuk melanjutkan benih itu tidak berubah.
Yer 33:20-26 Perjanjian Tuhan persoalan benih ini begitu kuat, tidak dapat diubah.
33:20 "Beginilah firman TUHAN: Jika kamu dapat mengingkari perjanjian-Ku dengan siang dan perjanjian-Ku dengan malam, sehingga siang dan malam tidak datang lagi pada waktunya,
33:21 maka juga perjanjian-Ku dengan hamba-Ku Daud dapat diingkari, sehingga ia tidak mempunyai anak lagi yang memerintah di atas takhtanya; begitu juga perjanjian-Ku dengan orang-orang Lewi, yakni imam-imam yang menjadi pelayan-Ku.
33:22 Seperti tentara langit tidak terbilang dan seperti pasir laut tidak tertakar, demikianlah Aku akan membuat banyak keturunan hamba-Ku Daud dan orang-orang Lewi yang melayani Aku."
33:23 Firman TUHAN datang kepada Yeremia, bunyinya:
33:24 "Tidakkah kauperhatikan apa yang dikatakan orang-orang ini: Kedua kaum keluarga yang dipilih TUHAN itu telah ditolak-Nya? Dengan demikian mereka menghina umat-Ku, dianggapnya bukan suatu bangsa lagi.
33:25 Beginilah firman TUHAN: Jika Aku tidak menetapkan perjanjian-Ku dengan siang dan malam dan aturan langit dan bumi,
33:26 maka juga Aku pasti akan menolak keturunan Yakub dan hamba-Ku Daud, sehingga berhenti mengangkat dari keturunannya orang-orang yang memerintah atas keturunan Abraham, Ishak dan Yakub. Sebab Aku akan memulihkan keadaan mereka dan menyayangi mereka."

Adanya pengalaman siang dan malam, dan dibumi dan di Sorga. Ini secara rohani mengajar kepada kita untuk tidak memikirkan perkara dibumi tapi yang ada diatas.

Kol 3:1-4
3:1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
3:3 Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.
3:4 Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

Kita hidup sekarang ini dalam terangnya Injil.
Janji Allah kepada Abraham untuk menurunkan benih: Gal 3:15-16
3:15 Saudara-saudara, baiklah kupergunakan suatu contoh dari hidup sehari-hari. Suatu wasiat yang telah disahkan, sekalipun ia dari manusia, tidak dapat dibatalkan atau ditambahi oleh seorang pun.
3:16 Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan "kepada keturunan-keturunannya" seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: "dan kepada keturunanmu", yaitu Kristus.

Ini persoalan janji dan sudah digenapkan dengan diturunkannya Tuhan Yesus kemuka bumi ini.
Rencana Allah mengenai ketebusan bagi seluruh umat manusia yaitu dengan pemberian benih yang begitu kuat.

Janji keturunan dalam hubungan nikah itu sudah ditetapkan. Dan kepada benih itu diberi kekuatan untuk menaklukan segala binatang.

Kej 1:27-28.
1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

Manusia diciptakan untuk hubungan nikah = (Laki-laki dan perempuan), dan dalam hubungan nikah itu Tuhan menghendaki agar adanya benih keturunan.

Dan diatas keturunan itu dijanjikan untuk menaklukan segala binatang dilangit – dibumi dan di dalam air.

Menghadapi zaman yang begitu labil ini kita mau sungguh-sungguh memikirkan keturunan kita, sebab anak-anak kita banyak menghadapi kesulitan dalam zaman yang sudah rusak ini. Tapi jika hidup nikah orang tua itu baik, maka Tuhan menjanjikan untuk keturunannya sanggup menaklukkan segala binatang-binatang (ketritunggalan Iblis)

 Why 12:13
12:13 Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu.

Janji mengenai benih itu tidak berubah, sekalipun manusia itu sudah mengalami kejatuhan, sebab janji dari pada Allah itu tidak bisa berubah.
Janji Allah bahwa antara benih wanita itu akan meremukan kepala benih dari si ular.

Kej 3:15
3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

Sekalipun nikah itu sudah hancur, sudah jatuh, dan bercerai sekalipun, bukan berarti tidak ada pengharapan, sebab benih wanita itu dijanjikan untuk satu kali kelak meremukan kepala dari benih ular itu.
Iblis sendiri yang disebutkan ia berbenih, memang ia ada berkembang, yang dahulunya ujudnya hanya ular biasa, nanti menjadi naga yang menjadi lawannya gereja.

Why 12:3-6, 9-10, 14-18.
12:3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
12:4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.
12:5 Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.
12:6 Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.
12:9 Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.
12:10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata:  "Sekarang telah tiba  keselamatan dan kuasa  dan pemerintahan Allah kita,  dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya,  karena telah dilemparkan ke bawah  pendakwa saudara-saudara kita,  yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.
12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
12:15 Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu.
12:16 Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya.
12:17 Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.
12:18 Dan ia tinggal berdiri di pantai laut.

Ada keturunan Abraham yang seperti bintang-bintang yang tidak biasa dihitung, tapi juga ada keturunan Abraham yang disebut seperti pasir ditepi laut. (ayat 18)
Banyak orang Kristen yang bertanya mengenai pengajaran Anak Laki-laki itu siapa Dia? Dan bagaimana orangnya? Nanti Tuhan yang akan membukakannya.

Bagaimana kita mau hidup mengatur bayi/anak, kalau persoalan nikah itu sendiri belum dapat diatur. Nikah harus lebih dahulu mengalami penyucian.

Keturunan Abraham yang seperti pasir ditepi laut itu namun hanya sisanya yang akan diselamatkan.

 Rm 9:27-29 (Janji Tuhan terhadap Israel persoalan benih ini tidak berubah).
9:27 Dan Yesaya berseru tentang Israel: "Sekalipun jumlah anak Israel seperti pasir di laut, namun hanya sisanya akan diselamatkan.
9:28 Sebab apa yang telah difirmankan-Nya, akan dilakukan Tuhan di atas bumi, sempurna dan segera."
9:29 Dan seperti yang dikatakan Yesaya sebelumnya: "Seandainya Tuhan semesta alam tidak meninggalkan pada kita keturunan, kita sudah menjadi seperti Sodom dan sama seperti Gomora."

Rm 9:7-8
9:7 dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu."
9:8 Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar.

Anak perjanjian itu yang dihitung sebagai benih.
Ini adalah kesempatan bagi kita bangsa kafir untuk mengalami ketebusan.

Kita bangsa kafir yang tidak mencari kebenaran mendapatkan kebenaran karena iman, tapi bangsa Israel mencari kebenaran itu tidak datang pada kebenaran, sebab apa? Karena bangsa Israel tidak mencarinya dengan iman.

Kalau Israel mengeraskan hati, maka kita boleh masuk dalam ketebusan Allah, sebab kalau tidak, kita tidak bisa tahan terhadap benihnya ular yang menuju pada perkembangannya, sabab ada janji bahwa kepala ular itu akan diremukan. Tapi ini ada jalannya yaitu harus menjadi anak-anak Allah yang hidup nikahnya mau disucikan, sebab zaman akhir ini kita menghadapi benih ular yang begitu hebat.

Yes 14:29
14:29 Janganlah bersukaria, hai segenap Filistea, karena walaupun gada orang yang memukul engkau sudah patah, tetapi dari keturunan ular itu akan keluar ular beludak, dan anaknya akan menjadi ular naga terbang.

 Dari keturunan ular biasa nanti akan muncul ular beludak, dan klimaxnya nanti menuju pada naga merah padam (ini menunjukan pada perkembangan setan pada akhir zaman) nanti Iblis akan menjelmakan diri menjadi naga yang begitu kuat dan hanya dengan pedang Firman Tuha  yang sanggup menghadapinya.

Yes 27:1-3
27:1 Pada waktu itu TUHAN akan melaksanakan hukuman dengan pedang-Nya yang keras, besar dan kuat atas Lewiatan, ular yang meluncur, atas Lewiatan, ular yang melingkar, dan Ia akan membunuh ular naga yang di laut.
27:2 Pada waktu itu akan dikatakan: "Bernyanyilah tentang kebun anggur yang elok!
27:3 Aku, TUHAN, penjaganya; setiap saat Aku menyiraminya. Supaya jangan orang mengganggunya, siang malam Aku menjaganya;

Lewiatan = ular naga yang melingkar, ular yang memainkan lautan (lautan ini gambarnya bangsa didunia yang akan dipermainkan Iblis)

Ayat 2 : Anggur yang berwarna merah = kehidupan nikah yang ada kesukaran yang besar.
Ayat 3 : Tuhan menjanjikan perlindungan atas kehidupan nikah dari segala gangguan, asal kita bisa menghargai Firman Allah.

Zaman akhir ini Iblis akan bekerja begitu hebat. Ekor naga  akan menyeret 1/3  bintang-bintang dilangit. Bintang-bintang dilangit menunjuk para gembala-gembala (dalam kitab Wahyu, sedangkan dalam kitab Daniel adalah guru-guru.)

Benih-benih Abraham yang digambarkan seperti bintang-bintang itu. Dari mulut ular itu keluar suatu yang disemburkan.
Oleh sebab itu kita harus menggunakan kecepatan yang begitu cepat yaitu oleh Firman Allah dan Roh Kudus, sebab kalau tidak nanti kita akan menjadi mangsa dari pada ular.

Dari mulut naga itu akan keluar katak-katak (roh-roh yang najis) keluar air ; arus yang menajiskan.

Why 16: 13-14.
 16:13 Dan aku melihat dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu itu keluar tiga roh najis yang menyerupai katak.
16:14 Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib, dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa.

Yang keluar dari mulut itu suatu arus yang kuat, yaitu roh kenajisan.
Mat 15:18-20
15:18 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.
15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.
15:20 Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang."

Yang keluar dari mulut itu yang menajiskan anak-anak Tuhan, oleh sebab itu kita gereja Tuhan harus terangkat dari dalam kenajisan dunia ini. Kita perlu dua sayap burung nazar yang benar.

Jangan Kristen itu hanya Kristen yang lahir saja = (cuci tangan dsb) tapi kita harus mengalami penyucian. Sebab kalau tidak, kita kan terkena arusnya naga merah ini yaitu kenajisan. Sebab Iblis akan bekerja begitu rupa dengan segala ideologinya dengan pengajarannya.

Pemimpin-pemimpin nanti akan terkena tipu.
Ekor naga yang menyeret 1/3 bintang itu gambarnya nabi palsu yang banyak menjatuhkan para pemimpin-pemimpin serta gembala-gembala sidang, hamba-hamba Tuhan.

 Why 12:4
12:4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

Iblis bermain dengan dia punya ekor, kalau kita tidak berpegang dengan pengajaran yang sehat nanti akan kena tipu.

Yes 9:13-15
9:13 Maka TUHAN mengerat dari Israel kepala dan ekor, batang dan ranting pada satu hari juga.
9:14 Tua-tua dan orang yang terpandang, itulah kepala, dan nabi yang mengajarkan dusta, itulah ekor.
9:15 Sebab orang-orang yang mengendalikan bangsa ini adalah penyesat, dan orang-orang yang dikendalikan mereka menjadi kacau.

Nabi yang mengajarkan dusta itu ekor.
Menyadari semuanya ini, maka kita harus berpegang pada janji Firman Allah.
Pada waktu itu Tuhan akan mengungsikan gereja Tuhan jauh dari mata ular, disana Tuhan akan merawat gereja-Nya.

Nikah itu bukan sembarang nikah, tapi nikah ini ada perjanjian dari sejak masa muda ada janji, sehingga Tuhan nanti akan berikan janji, seperti kepada Abraham dan Sarah.

Nama aslinya adalah Abram dan Sarai: Tapi dalam nikah itu disatukan oleh Allah, oleh sebab itu Allah menyelibkan nama-Nya, yaitu dengan menambahkan huruf H didalam nama itu, sehingga namanya disebut Abraham dan istrinya Sarah.

Kej 17:5-6,15.
17:5 Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
17:6 Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja.
17:15 Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: "Tentang isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya.

Karena ini adalah persoalan nikah, maka tidak saja kepada Abraham diberi tambahan nama, tapi juga Sarah sebab nanti bicara soal keturunan.
Nikah yang disatukan oleh Allah yang tidak bisa dipisahkan oleh manusia, sebab nama Allah itu dimasukan dalam suami dan isteri, supaya keduanya ada ikatan untuk menjadi satu.

Kalau nikah itu tidak mau diatur oleh Tuhan, tidak mungkin nikah itu bisa menjadi setia. Harus ada contohnya / modelnya, sebab model itu ada pada kasihnya Kristus terhadap sidang jemaad-Nya.

Kalau ada apa-apa dalam kehidupan nikah, maka yang paling baik harus kembali kepada yang menciptakan nikah, yaitu kembali pada Firman Allah.

Kesetiaan Abraham kepada Sarah itu dibuktikan sejak lahirnya Ishak anak perjanjian itu walaupun ia pernah menikahi Hagar hambanya itu.

Kej 21:9-12
21:9 Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri.
21:10 Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak."
21:11 Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu.
21:12 Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.

Ayat 9 = sedang bermain itu semestinya sedang menghinakan.

Kesetiaan itu terjadi pada saat benih itu dilahirkan.
Kalau Firman Allah sebagai benih sempat mengerjakan perkara besar dalam hidup kita, maka nanti Allah akan turut campur dalam kehidupan kita, yaitu jika benih Firman Allah itu nyata.

Yang dijanjikan berkat itu bukan yang jasmani, tapi yang rohani.
Kalau nikah kita sesuai dengan ketentuan Firman Allah, maka berkat-berkat itu sudah tersedia, tapi kalau kita berbuat menurut hawa nafsu, Tuhan tidak lagi mau turut campur.

Gal 4:28-31                                                             4:28 Dan kamu, saudara-saudara, kamu sama seperti Ishak adalah anak-anak janji.
4:29 Tetapi seperti dahulu, dia, yang diperanakkan menurut daging, menganiaya yang diperanakkan menurut Roh, demikian juga sekarang ini.
4:30 Tetapi apa kata nas Kitab Suci? "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba perempuan itu tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anak perempuan merdeka itu."
4:31 Karena itu, saudara-saudara, kita bukanlah anak-anak hamba perempuan, melainkan anak-anak perempuan merdeka.

Jadi  kehidupan nikah itu harus ada sifat yang rohani, bukan dengan hawa nafsu dengan pertengkaran dan sebagainya. Sebab kalau kehidupan nikah itu bersifat rohani, maka tidak mungkin terjadi perceraian.

Inilah nikah yang akan masuk  dalam pembentukan tubuh Kristus, yaitu nikah yang rohani. Nanti Tuhan akan turut campur untuk mengatasi segala tipuan dari kuasa kegelapan.

Tuhan Yesus memberkati.