Translate

30 Des 2019

Ibadah raya 29 Desember 2019. WAKTU TUHAN BERKENAN


Ibadah raya 29 Desember 2019.
WAKTU TUHAN BERKENAN:
“Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; supaya seluruh umat manusia mengetahui, bahwa Aku, Tuhan adalah JURU SELAMATMU DAN PENEBUSMU, YANG MAHA KUAT, ALLAH YAKUB.”
Yes 49:8a, 26b
49:8a: Beginilah firman TUHAN: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau;  26b supaya seluruh umat manusia mengetahui, bahwa Aku, TUHAN, adalah Juruselamatmu dan Penebusmu, Yang Mahakuat, Allah Yakub.

Dua ayat yang kita gabung ini, membuktikan bahwa Allah yang kita sembah itu adalah Allah yang Maha Kuat,yang mampu menolong saudara saat mana saudara membutuhkan pertolongan.

Firman Allah berkata: Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Akan menolong engkau:
Kapankah waktu perkenaan itu?
Kapankah hari penyelamatan itu?
Ini bicara tentang waktu, waktunya Allah. Allah menyediakan waktunya untuk menjawab doa-doa kita dan Allah juga menyediakan waktunya untuk menolong kita.

Kapan waktu itu disediakan oleh Allah?
Waktu itu adalah waktu ini, dan hari itu adalah hari ini. 2 Kor 6:2
6:2 Sebab Allah berfirman:  "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau,  dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau."  Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu. 

Berarti sekarang! Luk 2:11
2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
 Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.

Tuhan tidak mau menunda-nunda waktuNya untuk menolong saudara dan saya, Dia menyediakan waktuNya itu sekarang.
Juga Hari ini telah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus, Tuhan, dikota Daud.
Bagaimana jika kita membiarkan waktu itu berlalu? Akankah kita mendapatkan kembali dilain kesempatan?

Allah menyediakan waktuNya bagi kita. Sekarang bagaimana dengan kita?
Adakah kita mau memanfaatkan waktu itu untuk bertemu dengan Allah?
FA mengatakan: Carilah Tuhan selama IA berkenan ditemui; berserulah kepadaNya selama Ia dekat! (Yes 55:6)

Manusia mencari Tuhan justru diwaktu kesesakan.
Raja Daud dalam kesaksiannya mengatakan bahwa dia menjadikan Tuhan itu sebagai tempat persembunyiannya, yaitu pada waktu ia berada dalam kesesakan.

Maz 32:6-7
32:6 Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya.
32:7 Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak. S e l a

Berdoalah kepada Tuhan selagi Ia dapat ditemui.
Kalau Allah sudah menyediakan waktuNya bagi kita, bagaimana kita merespon kehendak Allah ini?
Tuhan berkata: Waktu itu adalah waktu ini, dan hari itu adalah hari ini.
Berarti kita sudah harus siap bertemu dengan Tuhan sekarang ini.

Amos 4:12
4:12 "Sebab itu demikianlah akan Kulakukan kepadamu, hai Israel. -- Oleh karena Aku akan melakukan yang demikian kepadamu, maka bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu, hai Israel!"

 Didalam kitab Amos fasal 4 mulai ayat 6 s/d 13 ini, kita menemukan perkataan : Namun kamu tidak berbalik kepadaKu!
Kata-kata ini diucapkan Tuhan sampai 5 x (Ayat 6, 8, 9, 10, 11)
Setiap kalinya didahului dengan suatu peringatan:
Pertama (ayat 6) = Gigi yang tidak disentuh makanan, dan kekurangan roti disegala tempat kediamanmu = kelaparan.
Kedua (ayat 7-8)  = Allah telah menahan hujan, ketika 3 bulan lagi sebelum panen = kekeringan.
Ketiga (ayat 9) = Aku telah memukul kamu dengan hama dan penyakit gandum = hama penyakit tanaman.
Keempat (ayat 10) = Aku telah melepas penyakit sampar = penyakit pada manusia.
Kelima (ayat 11) = Aku telah menjungkirbalikan kota-kota diantara kamu, sama seperti Sodom & Gomora = Ini bicara tentang musibah.

Dengan berbagai macam kejadian-kejadian yang tidak enak menimpa kehidupan ini, Allah bermaksud untuk menyadarkan seseorang, tapi mereka tidak mau barbalik kepada Allah.

Maka keputusan Tuhan terakhir adalah: Amos 4:12
4:12 "Sebab itu demikianlah akan Kulakukan kepadamu, hai Israel. -- Oleh karena Aku akan melakukan yang demikian kepadamu, maka bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu, hai Israel!"

Apa yang Tuhan perbuat Tuhan selanjutnya terhadap umatNya yang tidak mau bertobat itu?
Amos 5:1-3
5:1 Dengarlah perkataan ini yang kuucapkan tentang kamu sebagai ratapan, hai kaum Israel:
5:2 "Telah rebah, tidak akan bangkit-bangkit lagi anak dara Israel, terkapar di atas tanahnya, tidak ada yang membangkitkannya."
5:3 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH kepada kaum Israel: "Kota yang maju berperang dengan seribu orang, dari padanya akan tersisa seratus orang, dan yang maju berperang dengan seratus orang, dari padanya akan tersisa sepuluh orang."

Tuhan ijinkan mereka mengalami kegagalan.
Maju berperang dengan 1000 orang, tersisa 100 orang, kemudian 100 orang tersisa 10 orang. Ini kekalahan fatal.
Kegagalan demi kegagalan yang dialami oleh seorang itu ada hubungannya dengan mengabaikan hubungannya dengan Tuhan.

Adakah saudara sudah menyadari kekeliruan / kesalahan yang saudara perbuat akhir-akhir ini?
Kalau lewat FA yang saudara terima hari ini menyadarkan saudara, maka selanjutnya Tuhan menyarankan kita untuk mencari Tuhan!
Amos 5:4-6
5:4 Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup!
5:5 Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap."
5:6 Carilah TUHAN, maka kamu akan hidup, supaya jangan Ia memasuki keturunan Yusuf bagaikan api, yang memakannya habis dengan tidak ada yang memadamkan bagi Betel

Mengapa Tuhan melarang jangan mencari Bethel – Jangan pergi ke Gilgal – Jangan menyeberang ke Bersyeba. M e n g a pa?
Bethel = Tempat perjumpaan Yakub dengan Allah lewat mimpi. Kej 28:10-22.
Gilgal   = Tempat dimana Allah memerintahkan Yosua untuk menyunat ulang bangsa Israel. Tempat dimana Allah menghapuskan cela Mesir Yos 5:2-9.

Bersyeba  = nama sumur yang digali oleh Ishak. Kej 26:18-33 (32,33)
Ishak menabur dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil 100 x lipat.
Gilgal – Bethel dan Bersyeba hanyalah sarana dimana kita boleh mengalami berkat-berkat dan pertolongan Tuhan, tapi yang menjadi central dari perhatian kita harus tetap fokus pada Tuhan saja.
Itu sebabnya FA berkata: Carilah Aku, maka kamu akan hidup!
Carilah Tuhan, maka kamu akan hidup.
Tuhan Yesus memberkati:


25 Des 2019

Ibadah NATAL 22 Desember 2019 Sudahkah Yesus Lahir dihatimu?


Ibadah NATAL 22  Desember 2019
Sudahkah Yesus Lahir dihatimu?

Lukas 2:7
2:7 dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

Tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.
Perjalanan Yesus lahir di dunia ini ternyata tidak semulus sama seperti kelahiran bayi anak manusia.
Karena pada watu itu bersamaan dengan diadakannya sensus bagi setiap penduduk dibumi ini, maka setiap orang harus kembali ketanah kelahirannya.
Karena Yusuf ini adalah keturunan Daud yang memang berasal dari Bethlehem, maka ia bersama tunangannya yaitu Maria pergi ke Nazareth untuk mendaftarkan diri.

Pada waktu itu Maria sudah hamil tua dan waktunya untuk melahirkan, karena tidak ada tempat penginapan, maka akhirnya tempat seadanya yang dipakai yaitu sebuah kandang ternak.
Yesus lahir dipalungan, tempat makan ternak. Yesus bersedia menjadi santapan bagi domba-domba-Nya.

Itu sebabnya pada satu kesempatan Ia mengatakan: “AKULAH Roti hidup.”
Yoh 6:48-51
6:48 Akulah roti hidup.
6:49 Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati.
6:50 Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.
6:51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."

Yesus menyediakan tubuh-Nya (dagingnya) untuk menjadi korban santapan. Bagi yang percaya akan mengalami kebangkitan pada hari kebangkitan nanti.

Yoh 6:52-58
6:52 Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan."
6:53 Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.
6:54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.
6:55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.
6:56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.
6:57 Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.
6:58 Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."

Sudahkan Yesus lahir di hatimu?
Ini suatu pertanyaan yang harus saudara jawab.
Bagaimanakah saudara menempatkan Yesus dalam kehidupan saudara?
Natal ditandai dengan palungan.
Adakah palungan hati yang saudara persiapkan untuk menyambut kelahiran Sang Juru Selamat dunia ini?
Selain palungan disitu juga ada kain lampin: Kain lampin ini bicara soal kelahiran.

Natal indentik dengan kelahiran baru. Apakah saudara sudah benar-benar mengalami dilahirkan kembali?
2 Kor 5:17
5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Kita semua mengalami proses dilahirkan oleh ibu kandung kita.
Tapi ada kelahiran yang lain yang juga harus kita alami, yaitu kelahiran baru lewat firman Tuhan.

1 Pet 1:23
1:23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.

Tidak ada tempat dirumah penginapan.
Banyak tempat yang tertutup untuk menerima kelahiran Yesus. 
Tapi sekarang bagaimanakah dengan hati saudara? Apakah Yesus sudah lahir dalam hatimu?
Ada dua pesan Natal yang disampaikan oleh Malaikat Gabriel, kepada dua orang yang berbeda: Pesan Natal ini ditanggapi dengan hati yang tidak percaya (ragu-ragu) oleh seorang, dan orang yang kedua ini menanggapinya dengan iman.

Siapakah mereka ini?
Mari kita ikuti pembacaan berikut ini.
Luk 1:18-20
1:18 Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya."
1:19 Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
1:20 Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya."

Pesan apa yang disampaikan Malaikat Gabriel kepada Imam Zakharia ini?
Luk 1:11-17
1:11 Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.
1:12 Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.
1:13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.
1:14 Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu.
1:15 Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;
1:16 ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka,
1:17 dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya."

1:18 Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya."

Terhadap pesan dari malaikat Gabriel ini hati Zakharia bimbang dan ragu, cenderung tidak percaya. Dan akibatnya dia mengalami kebisuan.
Sedangkan orang yang satu ini ternyata percaya kepada kemustahilan.

Luk 1:26-38
1:26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
1:27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
1:28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
1:29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
1:33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
1:36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
1:38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Kalau Maria percaya dengan pesan yang disampaikan malaikat Gabriel, maka yang terjadi adalah dari mulutnya keluar puji-pujian bagi Tuhan.

Luk 1:46-55
1:46 Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan,
1:47 dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
1:48 sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,
1:49 karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.
1:50 Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.
1:51 Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
1:52 Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;
1:53 Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;
1:54 Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,
1:55 seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."

Zakharia ini kemudian juga memuliakan Tuhan dengan suatu nubuatan:      
  Luk 1:67-79
1:67 Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya:
1:68 "Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya,
1:69 Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu,
1:70 -- seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus --
1:71 untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita,
1:72 untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus,
1:73 yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita,
1:74 supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut,
1:75 dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita.
1:76 Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya,
1:77 untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka,
1:78 oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi,
1:79 untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera."

Apa yang diperbuat Zakharia ini bagaikan sesuatu yang tertunda, tidak sama seperti Maria yang secara spontan memuliakan Tuhan seketika itu.

Sembilan bulan lebih ia menunda kesempatan itu, karena itu ia bisu.
Banyak KM yang nggak bisa memuji Tuhan karena ia bisu.
Penyakit bisu ini ternyata ada yang mengendalikan dan yang mengendalikan itu Setan.

Mat 9:32-33
9:32 Sedang kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan.
9:33 Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: "Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel."

Mat 12:22                                                    12:22 Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang yang kerasukan setan. Orang itu buta dan bisu, lalu Yesus menyembuhkannya, sehingga si bisu itu berkata-kata dan melihat.

Mark 9:17-18
9:17 Kata seorang dari orang banyak itu: "Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia. 
9:18 Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat." 
9:20 Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa. 
9:21 Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya. 
9:22 Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami." 
9:23 Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" 
9:24 Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!" 
9:25 Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!" 
9:26 Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya  seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata: "Ia sudah mati." 
9:27 Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia bangkit sendiri. 
Kita tidak bisa memandang enteng kepada roh yang membisukan ini, sebab kalau bisu berarti tidak dapat memuji kebesaran Tuhan, sedangkan puji-pujian itu adalah senjata untuk membungkam kekuatan musuh. Mat 21:15-16
21:15 Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: "Hosana bagi Anak Daud!" hati mereka sangat jengkel,
21:16 lalu mereka berkata kepada-Nya: "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?"
Maz 8:2-3
8:2 Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.
8:3 Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.

Ini berarti bahwa puji-pujian itu adalah senjata yang ampuh untuk membungkam mulut musuh.
Sekarang bagaimana kalau puji-pujian itu ditiadakan/ditunda? Berarti bagaikan kemenangan yang tertunda. Sebaiknya jangan menunda-nunda lagi untuk memuji nama Tuhan. Sebab Tuhan bertahta dalam puji-pujian Israel.

Maz 22:4
22:4 Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.

Muliakan Tuhan dengan puji-pujian. Maz 66:1-2
66:1 Untuk pemimpin biduan. Nyanyian Mazmur. Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi,
66:2 mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian!


15 Des 2019

BERITA PRA NATAL Ibadah Raya 15 Desember 2019.


BERITA PRA NATAL
Ibadah Raya 15 Desember 2019.

Natal peristiwa kelahiran Yesus didahului dengan pemberitaan tentang kelahiran.
Dalam Injil Lukas ada 2 kali pemberitahuan tentang kelahiran:
Yang pertama pemberitahuan tentang kelahiran Yohanes pembaptis.Luk 1:5-25

Yang kedua pemberitahuan tentang kelahiran Yesus Kristus. Luk 1:26-37.

Yang akan kita pelajari kali ini adalah yang pertama:                                            Siapakah yang memberitahukan tentang kelahiran 2 orang besar ini?  
Yang kedua:
Kepada siapakah berita itu disampaikan?
Yang ketiga: Bagaimana reaksi sipenerima berita?

Kita mulai dulu dari yang pertama: Yang membawa berita kelahiran itu adalah malaikat Gabriel. Gabriel (Ibr) = Gavriel yang artinya utusan Allah atau kekuatan Allah.

Gabriel ini adalah salah satu dari malaikat yang disebutkan dalam Alkitab. Selanjutnya Mikhael = penghulu malaikat Yudas 9. Why 12:7-8.
Yudas 1:9 Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: "Kiranya Tuhan menghardik engkau!"

Why 12:7-8 Mikhael adalah malaikat perang.
12:7 Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu  dibantu oleh malaikat-malaikatnya, 
12:8 tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga. 

Arti nama Mikhael = Siapakah seperti Allah?
Kalau Gabriel dalam buku sastra Yahudi disebut “Malaikat hadir” yang berdiri didepan tahta Allah, memuji-muji Allah dan memikirkan manusia.   
Gabriel ini juga pernah diutus Allah untuk mengartikan penglihatan yang dilihat Daniel tentang domba jantan dan kambing jantan, juga diutus untuk bernubuat tentang 70 minggu (Dan 9:21 dst)
9:21 sementara aku berbicara dalam doa, terbanglah dengan cepat ke arahku Gabriel, dia yang telah kulihat dalam penglihatan yang dahulu itu pada waktu persembahan korban petang hari.
9:22 Lalu ia mengajari aku dan berbicara dengan aku: "Daniel, sekarang aku datang untuk memberi akal budi kepadamu untuk mengerti.

Gabriel ini adalah gambar dari Roh Kudus: Jadi berita yang dibawa oleh Gabriel ini adalah berita dari Roh Kudus. Yoh 16:13-14
16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
16:14 Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.

Itulah malaikat yang diutus oleh Allah untuk memberitahukan tentang kelahiran.

Sekarang yang kedua: Kepada siapakah berita itu disampaikan?
a.- Kepada Zakharia imam Allah.
b.- Kepada Maria seorang gadis / perawan.
Kedua orang ini mendapatkan karunia Allah.

Yang seorang sudah begitu tua (layak disebut kakek) dan istrinya juga sudah tua. Tapi apa yang menjadi alasan mengapa Allah mau memakai kehidupan yang sudah tua ini untuk menjadi saluran berkat.

Luk 1:5-7
1:5 Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet.
1:6 Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.
1:7 Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.

Kehidupan seperti Zakharia dan Elisabet ini jarang sekali ditemui pada zaman sekarang ini.
Sekalipun Elizabet ini mandul dan usianya sudah tua, tapi bagi Allah tidak ada barang yang mustahil, sehingga dari rahim seorang nenek lahirlah seorang nabi besar.

Mat 11:11
11:11 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

Kehidupan yang benar dan hidup menurut FA tanpa cacat; ini dibuktikan Zakharia setia memegang jabatan sebagai imam, sampai hari tuanyapun dia tetap melayani.
Luk 1:6-9
1:6 Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.
1:7 Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.
1:8 Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan.
1:9 Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ.

Zakharia sedang menjalankan tugas!
Tugas apakah yang Tuhan percayakan kepada Anda? Adakah Anda masih setia melayani-Nya? 

 b.- Gabriel sekarangdiutus kepada seoorang perawan. Luk 1:26-27
1:26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
1:27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.

Maria ini statusnya masih perawan, tapi dia terikat pertunangan dengan Yusuf dari keluarga Daud.
Hubungan pertunangan adalah hubungan menjelang pernikahan.

Yusuf dan Maria ini menjaga hubungan mereka. Mat 1:24-25
1:24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,
1:25 tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

Yusuf menjaga kesucian Maria, sampai bayi Yesus lahir. Yusuf ini sebelumnya sudah diberitahukan oleh malaikat Gabriel, bahwa kandungan Maria itu berasal dari Roh Kudus. Itu sebabnya dia menjaga kesucian Maria, untuk menjunjung tinggi pesan malaikat Gabriel. Luk 1:35
1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.

Yusuf ini adalah seorang yang dapat menghargai karunia Allah, dia menghormati Allah dengan jalan menerima Maria sebagai istrinya.
sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.

Bayi Yesus itu benar-benar kudus, dan dia disebut Anak Allah.

Bayi Yesus bukan hasil hubungan Yusuf dengan Maria, tapi kandungannya itu berasal dari Roh Kudus. Yoh 1:1,14
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Bagaimana reaksi si penerima kabar?
Menanggapi berita yang disampaikan oleh malaikat Gabriel maka ada suatu reaksi dari yang menerima kabar:

Yang pertama: Reaksi Zakharia Luk 1:11-18
1:11 Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.
1:12 Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.
1:13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.
1:14 Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu.
1:15 Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;
1:16 ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka,
1:17 dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya."
1:18 Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya."

Yang kedua: Reaksi dari Maria. Luk 1: 28-34
1:28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
1:29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
1:33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"

Zakharia tidak percaya dengan pemberitahuan yang disampaikan kepadanya lewat malaikat Gabriel, dan akibat dari tidak percaya itu dia menjadi bisu.
Luk 1:19-20
1:19 Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
1:20 Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya."

Zakharia menjadi bisu selama 9 bulan, sesuai dengan usia kandungan dari Elisabet sampai melahirkan. Luk 1:57-66
1:57 Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan ia pun melahirkan seorang anak laki-laki.
1:58 Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.
1:59 Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya,
1:60 tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes."
1:61 Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian."
1:62 Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.
1:63 Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan mereka pun heran semuanya.
1:64 Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.
1:65 Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea.
1:66 Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia.

Selama Zakharia bisu, ia tidak dapat melayani. Ini berarti menjadi imam yang nganggur. Bisu disini menunjuk kehidupan orang percaya yang tidak bisa bersaksi.

Tuhan Yesus mengatakan bahwa kita adalah garam dunia.Mark 9:50
9:50 Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain." 

Imam yang nganggur itu bagaikan garam yang kehilangan rasa asinnya.
Menjadi hambar, karena kehilangan rasa asinnya. Kol 4:6
4:6 Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.

Zakharia ini dapat bicara lagi setelah diminta persetujuan tentang nama yang akan diberikan kepada anaknya. Luk 1:59-64
1:59 Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya,
1:60 tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes."
1:61 Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian."
1:62 Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.
1:63 Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan mereka pun heran semuanya.
1:64 Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.
Namanya adalah : YOHANES

Yohanes atau Yahya: nama aslinya ialah Yohanan.
Yohanan artinya : Yehova suka mengampuni.
Kesalahan Zakharia diampuni oleh Tuhan.
“Seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.”

b.- Reaksi Maria Luk 1:34
1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
Jika kita perhatikan reaksi Maria pada waktu menerima pemberitahuan dari Gabriel, sama dengan Zakharia. Reaksi mereka sama, yaitu menggunakan tanda tanya: “BAGAIMANA”
Tapi Maria tidak mengalami hal seperti yang dialami Zakharia.
Keduanya bertanya-tanya: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi?”

Yang satu usianya sudah begitu tua, yang satunya lagi masih perawan.
Yang membedakan disini adalah: 
Zakharia pernah berdoa untuk minta seorang anak, dan Tuhan mengabulkannya, tapi dia tidak percaya.

Jadi ini suatu kesalahan yang fatal, itu sebabnya dia mengalami kebisuan.
Hati-hati dengan doa-doa kita! Sebab orang yang terlalu banyak bicara, bisa lupa apa yang pernah dimintanya. Pkh 5:1-6
5:1 Janganlah terburu-buru dengan mulutmu, dan janganlah hatimu lekas-lekas mengeluarkan perkataan di hadapan Allah, karena Allah ada di sorga dan engkau di bumi; oleh sebab itu, biarlah perkataanmu sedikit.
5:2 Karena sebagaimana mimpi disebabkan oleh banyak kesibukan, demikian pula percakapan bodoh disebabkan oleh banyak perkataan.
5:3 Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu.
5:4 Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya.
5:5 Janganlah mulutmu membawa engkau ke dalam dosa, dan janganlah berkata di hadapan utusan Allah bahwa engkau khilaf. Apakah perlu Allah menjadi murka atas ucapan-ucapanmu dan merusakkan pekerjaan tanganmu?
5:6 Karena sebagaimana mimpi banyak, demikian juga perkataan sia-sia banyak. Tetapi takutlah akan Allah.
Ayat 1 :Biarlah perkataanmu sedikit.

Ayat 6 disinggung soal mimpi:
Mohon sesuatu dalam doa itu sama seperti orang yang lagi mimpi.
Itu sebabnya kita pernah mendengar istilah: “Bermimpilah!” itu berarti lagi membayangkan sesuatu. Bukan tidak boleh, boleh-boleh saja asal kita tidak lupa dengan yang pernah kita ucapkan dalam doa.
Karena sebagaimana mimpi banyak, demikian juga perkataan sia-sia banyak. Tetapi takutlah akan Allah.
Tentang mimpi ini kita bisa baca dalam Maz 126:1-6
126:1 Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi.
126:2 Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!"
126:3 TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
126:4 Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!
126:5 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
126:6 Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Pada waktu terjadi pemulihan, keadaan kita seperti orang yang bermimpi.
Apa saja yang dipulihkan?
Ayat 4: Keadaan yang kering (rohani yang kering), kasih yag sudah mulai pudar.
Ayat 5: Orang yang menangis akan tertawa.
Ayat 6: Menabur benih dengan tangis, pasti pulang membawa berkas-berkasnya.

Maria menanggapi pesan malaikat Gabriel dengan iman:
Luk 1:38
1:38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Jangan meragukan pesan Roh Kudus lewat firman-Nya, sebab nanti kita akan jadi seperti Zakharia. Tapi berimanlah seperti Maria, sehingga ia bisa memuji Tuhan.
Luk 1:46-55.
Jiwaku memuliakan Tuhan:
1:46 Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan,
1:47 dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
1:48 sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,
1:49 karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.
1:50 Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.
1:51 Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
1:52 Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;
1:53 Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;
1:54 Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,
1:55 seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."