Translate

30 Nov 2014

Ibadah Raya. 30 November 2014. Meterai ke 7 Dibuka



Ibadah Raya. 30 November 2014

METERAI KE 7 DIBUKA:

Why 8:1-5
1 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketujuh, maka sunyi senyaplah di sorga, kira-kira setengah jam lamanya.
2  Lalu aku melihat ketujuh malaikat, yang berdiri di hadapan Allah, dan kepada mereka diberikan tujuh sangkakala.
3  Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu.
4  Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah.
5  Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi.

Pada waktu meterai ke 7 dibuka, terjadilah suasana sunyi senyap di Sorga selama ½ jam.
½ jam = 30 menit – atau sesaat (dalam bhs Yunani) Hemioron; yang merupakan setengah dari hemisus, atau half dan hora, kurun   waktu yang sesaat.

Alkitab memakai kata “sesaat” selalu menunjukkan kurun waktu singkat.

Seperti Daniel sebelum menyingkapkan makna mimpi raja Nebukadnezar, ia berdiri dan tercengang beberapa saat.
Dan 4:19
19  Lalu berdirilah Daniel yang namanya Beltsazar, tercengang beberapa saat, pikiran-pikirannya menggelisahkan dia. Berkatalah raja: "Beltsazar, janganlah mimpi dan maknanya itu menggelisahkan engkau!" Beltsazar menjawab: "Tuanku, biarlah mimpi itu tertimpa atas musuh tuanku dan maknanya atas seteru tuanku!

Ketika Tuhan Yesus berdoa di Taman Getsemani, Ia bertanya kepada Petrus: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam (seharusnya sesaat lamanya)
Mat 26:40
40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?

Dalam kitab Wahyu fs 18 tentang pehukuman Babel juga dikatakan selama satu jam (seharusnya sesaat lamanya)
Why 18:10, 16, 19.
10  Mereka akan berdiri jauh-jauh karena takut akan siksaannya dan mereka akan berkata: "Celaka, celaka engkau, hai kota yang besar, Babel, hai kota yang kuat, sebab dalam satu jam saja sudah berlangsung penghakimanmu!"

16 mereka berkata: "Celaka, celaka, kota besar, yang berpakaian lenan halus, dan kain ungu dan kain kirmizi, dan yang dihiasi dengan emas, dan permata dan mutiara, sebab dalam satu jam saja kekayaan sebanyak itu sudah binasa."

19 Dan mereka menghamburkan debu ke atas kepala mereka dan berseru, sambil menangis dan meratap, katanya: "Celaka, celaka, kota besar, yang olehnya semua orang, yang mempunyai kapal di laut, telah menjadi kaya oleh barangnya yang mahal, sebab dalam satu jam saja ia sudah binasa.

SUNYI SENYAP DI SORGA:
Dalam Alkitab selalu mencatat, tatkala Allah memberikan pengumuman penting, selalu dalam suasana senyap sesaat lamanya.
Seperti ketika Allah berbicara kepada nabi Elia digunung Horeb.
1 Raj 19:9-14
9   Di sana masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Maka firman TUHAN datang kepadanya, demikian: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?"
10  Jawabnya: "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku."
11  Lalu firman-Nya: "Keluarlah dan berdiri di atas gunung itu di hadapan TUHAN!" Maka TUHAN lalu! Angin besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu, mendahului TUHAN. Tetapi tidak ada TUHAN dalam angin itu. Dan sesudah angin itu datanglah gempa. Tetapi tidak ada TUHAN dalam gempa itu.
12  Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa.
13  Segera sesudah Elia mendengarnya, ia menyelubungi mukanya dengan jubahnya, lalu pergi ke luar dan berdiri di pintu gua itu. Maka datanglah suara kepadanya yang berbunyi: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?"
14  Jawabnya: "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup, dan mereka ingin mencabut nyawaku."

Pertama-tama terjadi angin besar dan kuat yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu, kemudian datanglah gempa, lalu datanglah api, tapi Tuhan tidak ada disana. Setelah itu baru kemudian angin sepoi-poi basah, ditengah kesenyapan disitulah Allah berfirman kepada Elia.

Nabi Habakuk juga mencatat: Tuhan ada didalam Bait-Nya yang kudus. “Berdiam dirilah dihadapan-Nya ya segenap bumi.”   Hab 2:20
20  Tetapi TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan-Nya, ya segenap bumi!


Nabi Zefanya juga menasehati umat Israel untuk berdiam diri dihadapan Tuhan.
Zef 1:1:7
7   Berdiam dirilah di hadapan Tuhan ALLAH! Sebab hari TUHAN sudah dekat. Sungguh TUHAN telah menyediakan perjamuan korban dan telah menguduskan para undangan-Nya.

Demikian juga nabi Zakharia:
Zac2:13
Berdiam dirilah, hai segala makhluk, di hadapan TUHAN, sebab Ia telah bangkit dari tempat kediaman-Nya yang kudus.

Disini kita sebagai orang-orang kudusnya dilatih untuk berdiam diri dihadapan Tuhan untuk mendengarkan firman-Nya.
Pada saat beribadah kita harus tetap menjaga ketenangan hati pikiran tidak terganggu oleh suasana gaduh.

Kembali pada kitab Wahyu: Jadi bunyi senyap ini menunjuk pada ketenangan, berarti juga saat teduh kita bersama dengan Tuhan.

Dalam kisah Tuhan Yesus di muliakan diatas gunung, Tuhan Yesus membawa 3 murid dan dikatakan disitu mereka sendiri saja (Mat 17:1)
1 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.

Hal ini menunjuk pada ketenangan.
Kebiasaan menyendiri ini sering dilakukan oleh Tuhan Yesus, agar Ia dapat bersaat teduh bersama Bapa di Sorga.
Mat 14:23 Berdoa seorang diri.
23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.

Mat 26:36 “Aku pergi kesana untuk berdoa”
36  Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa."

Mark 1:35 Ia pergi ketempat sunyi untuk berdoa.
35  Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.

Mark 6:46 Ia pergi ke bukit untuk berdoa.
46 Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa.

LUk 6:12 Semalam – malaman Ia berdoa kepada Allah
12  Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.

Kita melihat kehidupan Tuhan Yesus ketika masih berada dimuka bumi tidak terlepas dengan doa, baik itu disaat pagi-pagi buta maupun pada malam hari.

Kalau kita sedang membahas kitab Wahyu 8:1-5 ini bicara tentang doa (ayat 3-4)
3  Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu.
4  Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah.

Mezbah pedupaan emas:
Ini menunjuk Mezbah Dupa yang berarti hidup penyembahannya orang-orang percaya.
Bukan Cuma mezbahnya saja tetapi lengkap dengan kemenyannya yang banyak untuk dipersembahkan bersama-sama dengan doa semua orang kudus diatas mezbah emas dihadapan tahta.

Ini suatu penyembahan yang memuncak; dikatakan sampai asap kemenyan itu bersama dengan doa orang-orang kudus naik dihadapan tahta.

Tahta ini menunjuk tahta Allah: Ini sesuatu yang luar biasa.
Kalau kita melihat posisi Mezbah Dupa itu ada didekat sekali dengan Tabut Perjanjian, hanya ada sekat yang disebut pintu tirai.
Asap dupa itu naik menembus pintu tirai, apalagi tirai ini sudah robek terbelah menjadi dua ketika Yesus menyerahkan nyawanya kepada Bapa.

Penyembahan yang sungguh-sungguh sanggup menembusi tirai daging ini, sehingga doa kita sampai dihadirat Allah.

Setelah peristiwa penyembahan yang memuncak ini, terjadilah di bumi sesuatu yang dasyat:
Meledaklah bunyi guruh disertai halilintar dan gempa bumi, dan ini disebabkan waktu malaikat Allah mengambil  pedupaan itu dan diisi dengan api yang diambil dari pedupaan itu.

Ini menunjuk api murkanya Allah atas bumi yang penuh dengan dosa.
Sama seperti ketika Allah menghukum kota Sodom dan Gomora, Allah menggunakan api belerang.
Kej 19:24-25
 24  Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit;
25  dan ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah.

Begitu juga dengan api yang membinasakan Nadab dan Abihu.
Im 10:1-2
1 Kemudian anak-anak Harun, Nadab dan Abihu, masing-masing mengambil perbaraannya, membubuh api ke dalamnya serta menaruh ukupan di atas api itu. Dengan demikian mereka mempersembahkan ke hadapan TUHAN api yang asing yang tidak diperintahkan-Nya kepada mereka.
2  Maka keluarlah api dari hadapan TUHAN, lalu menghanguskan keduanya, sehingga mati di hadapan TUHAN.

Ada lagi api yang memakan habis 250 orang yang memberontak Musa bersama dengan Korah, Datan dan Abiram.
Bil 16:35
35 Lagi keluarlah api, berasal dari pada TUHAN, lalu memakan habis kedua ratus lima puluh orang yang mempersembahkan ukupan itu.

Dalam kisah api yang menghukum 250 orang ini menunjuk murka Allah karena pemberontakan yang dipimpin oleh Korah –Datan dan Abiram.
Api itu seperti tidak mau berhenti menghukum, sampai korban pendamaian dilaksanakan.
Bil 16:41-50
42  Ketika umat itu berkumpul melawan Musa dan Harun, dan mereka memalingkan mukanya ke arah Kemah Pertemuan, maka kelihatanlah awan itu menutupinya dan tampaklah kemuliaan TUHAN.
43  Lalu pergilah Musa dan Harun ke depan Kemah Pertemuan.
44  Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
45  "Pergilah dari tengah-tengah umat ini, supaya Kuhancurkan mereka dalam sekejap mata." Lalu sujudlah mereka.
46  Berkatalah Musa kepada Harun: "Ambillah perbaraan, bubuhlah api ke dalamnya dari atas mezbah, dan taruhlah ukupan, dan pergilah dengan segera kepada umat itu dan adakanlah pendamaian bagi mereka, sebab murka TUHAN telah berkobar, dan tulah sedang mulai."
47  Maka Harun mengambil perbaraan, seperti yang dikatakan Musa, dan berlarilah ia ke tengah-tengah jemaah itu, dan tampaklah tulah telah mulai di antara bangsa itu; lalu dibubuhnyalah ukupan dan diadakannyalah pendamaian bagi bangsa itu.
48  Ketika ia berdiri di antara orang-orang mati dan orang-orang hidup, berhentilah tulah itu.
49  Dan mereka yang mati kena tulah itu ada empat belas ribu tujuh ratus orang banyaknya, belum terhitung orang-orang yang mati karena perkara Korah.
50  Ketika Harun kembali kepada Musa di depan pintu Kemah Pertemuan, tulah itu telah berhenti.

Ayat 46: Musa bertindak dengan cepat untuk menyuruh Harun mengambil pembaraan dari atas mezbah untuk mengadakan pendamaian.
Murka Allah surut ketika diadakan korban pendamaian.

Siapakah yang melakukan korban pendamaian ini?
Harun = Imam Besar. Adalah bayangan dari Yesus sebagai Imam Besar Agung yang sudah mengerjakan tugas pendamaian di kayu salib, dengan berkata: “Sudah genap” Yoh 19:28-30
28  Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia  —  supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci  — : "Aku haus!"
29  Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.
30  Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya..

Tuhan Yesus memberkati.

Pendalaman Alkitab. 28 November 2014.Pakaian Imam Besar dan Imam-imam(3)



Ibadah Pendalaman Alkitab. 28 November 2014
PAKAIAN IMAM BESAR DAN IMAM-IMAM (3)

Pada waktu Imam Besar masuk dalam RMS itu justru tidak berpakaian lengkap, tapi hanya berpakaian putih (lenan).
Im 16:2-4
2  Firman TUHAN kepadanya: "Katakanlah kepada Harun, kakakmu, supaya ia jangan sembarang waktu masuk ke dalam tempat kudus di belakang tabir, ke depan tutup pendamaian yang di atas tabut supaya jangan ia mati; karena Aku menampakkan diri dalam awan di atas tutup pendamaian.
3  Beginilah caranya Harun masuk ke dalam tempat kudus itu, yakni dengan membawa seekor lembu jantan muda untuk korban penghapus dosa dan seekor domba jantan untuk korban bakaran.
4  Ia harus mengenakan kemeja lenan yang kudus dan ia harus menutupi auratnya dengan celana lenan dan ia harus memakai ikat pinggang lenan dan berlilitkan serban lenan; itulah pakaian kudus yang harus dikenakannya, sesudah ia membasuh tubuhnya dengan air.
Jadi Imam Besar ini harus ganti pakaian yang serba putih kalau ia masuk mengadakan palayanan di RMS.

Serperti Yesus ketika Ia naik ke Sorga dan duduk disebelah kanan Allah Bapa, Ia berpakaian lengkap. Mengapa demikian?
Sebab selama 3 ½ tahun perjalanan-Nya di bumi, Efod itu sudah dipakainya, begitu juga dengan pakaian kebangkitannya (jubah warna biru) itu sudah lewat. Dan sekarang Ia seorang diri dengan pakaian kemuliaan-Nya (putih).

Tuhan datang nanti seperti Ia sudah naik, jadi Ia berpakaian kemuliaan.
Mujizat setelah Dia bangkit adalah menampakan diri selama 40 hari di bumi.

Pelayanan kita harus kita tingkatkan; tidak harus berhenti sampai pada dasar saja, misalnya: iman – baptisan atau kesembuhan, tapi kita harus laju mengarah pada kesempurnaan.
Ibr 6:1-3
1 Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah,
2  yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal.
3  Dan itulah yang akan kita perbuat, jika Allah mengizinkannya.

Luk 10:17-20 (Jangan berbangga kalau sudah dipakai Tuhan dalam kuasa kesembuhan saja, tapi bersuka citalah karena namamu ada terdaftar di sorga).
17  Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu."
18  Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.
19  Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.
20  Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."

Penyembuhan tubuh supaya sehat itu harus dikaitkan dengan pembentukan Tubuh Kristus.

Pakaian berlobang dan bermata banyak.
Zac 3:8-9
8   Dengarkanlah, hai imam besar Yosua! Engkau dan teman-temanmu yang duduk di hadapanmu  —  sungguh kamu merupakan suatu lambang. Sebab, sesungguhnya Aku akan mendatangkan hamba-Ku, yakni Sang Tunas.
9  Sebab sesungguhnya permata yang telah Kuserahkan kepada Yosua  —  satu permata yang bermata tujuh  —  sesungguhnya Aku akan mengukirkan ukiran di atasnya, demikianlah firman TUHAN semesta alam, dan Aku akan menghapuskan kesalahan negeri ini dalam satu hari saja.

Tuhan berikan permata yang bermata tujuh  -  Ini permata untuk melihat.
Why 5:6 Permata = 7 mata Tuhan
Roh Allah yang memperhatikan kita semua.

Imam Besar Yosua satu waktu dituduh oleh Iblis.
Iblis mau menjatuhkan Imam Besar Yosua.
Kalau ada pakaian kotor / praktek-praktek hidup yang tidak benar, itu yang akan dituduhkan Iblis atas kehidupan kita.

Imam Besar yang tidak pernah dan tidak bisa jatuh itulah Kristus.
Yosua itu seperti kayu yang belum habis terbakar, yang direbut Tuhan dari tangan Iblis.

Yosua gambar dari Imam Besar yang kekal.
Itu sebabnya pada kita harus ada pelayanan Imam Besar agar segala kesalahan ini bisa diampuninya.
Zac 3:1-8
1  Kemudian ia memperlihatkan kepadaku imam besar Yosua berdiri di hadapan Malaikat TUHAN sedang Iblis berdiri di sebelah kanannya untuk mendakwa dia.
2  Lalu berkatalah Malaikat TUHAN kepada Iblis itu: "TUHAN kiranya menghardik engkau, hai Iblis! TUHAN, yang memilih Yerusalem, kiranya menghardik engkau! Bukankah dia ini puntung yang telah ditarik dari api?"
3  Adapun Yosua mengenakan pakaian yang kotor, waktu dia berdiri di hadapan Malaikat itu,
4  yang memberikan perintah kepada orang-orang yang melayaninya: "Tanggalkanlah pakaian yang kotor itu dari padanya." Dan kepada Yosua ia berkata: "Lihat, dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu! Aku akan mengenakan kepadamu pakaian pesta."
5  Kemudian ia berkata: "Taruhlah serban tahir pada kepalanya!" Maka mereka menaruh serban tahir pada kepalanya dan mengenakan pakaian kepadanya, sedang Malaikat TUHAN berdiri di situ.
6  Lalu Malaikat TUHAN itu memberi jaminan kepada Yosua, katanya:
7  "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Apabila engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan melakukan tugas yang Kuberikan kepadamu, maka engkau akan memerintah rumah-Ku dan mengurus pelataran-Ku, dan Aku akan mengizinkan engkau masuk ke antara mereka yang berdiri melayani di sini.
8  Dengarkanlah, hai imam besar Yosua! Engkau dan teman-temanmu yang duduk di hadapanmu  —  sungguh kamu merupakan suatu lambang. Sebab, sesungguhnya Aku akan mendatangkan hamba-Ku, yakni Sang Tunas.

Ini bentuk perhatian Tuhan atas hamba-hamba-Nya.
Kel 28:8
8 Sabuk pengikat yang ada pada baju efod itu haruslah sama buatannya dan seiras dengan baju efod itu, yakni dari emas, kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya.

Sabuk pengikat pada baju Efod, juga dibikin dari kain yang indah, warna-warnanya sama dengan warna Efod.
Ada 3 pakaian yang di ikat oleh sabuk ini:
1.- Efod.
2.- Mantel Biru
3.- Jubah berjala-jala.
Suatu yang diikat itu tidak bisa dirubah lagi, yaitu dalam bentuk kematian -  kebangkitan dan kemuliaan.

Ada 3 perkara yang harus ada pada pengikut-pengikut Kristus.
Kematian Kristus = pertobatan kita.
Kabangkitan        = baptisan air sampai dengan kepenuhan Roh Kudus.
Pengangkatan    = pengangkatan pada nanti hari kedatangan- Nya.

Ada 3 kenyataan yang gereja harus alami yaitu:
1.- Paskah.
2.- Pantekosta.
3.- Pengangkatan.

Ada 3 fakta yang ada pada pesta orang Yahudi:
1.- Paskah.
2.- Pantekosta (hari persembahan hulu hasil)
3.- Hari Raya Pondok Daun.

Pengeterapan pakaian Imam sehubungan dengan tahbisan.
Mat 18:1-14 Baju Efod = sengsara, perjalanan hidup dalam salib.
12-14 Langkah laku hidup sampai terhilang.
15-35 Jubah Biru  - ada 3 bagian cerita:
1.- Pengampunan atas orang yang berbuat salah (15-20)
2.- Pengampunan yang tak terbatas (21-22)
3.- Raja yang mengadakan perhitungan (23-35)

Ini tanda kebangkitan yang warna biru.
Orang yang mengakui kesalahan itu kita menangkan.
Rm 6:23A Upah dosa itu maut

Tanda kebangkitan itu ada pada pengampunan.
Sampai berapa kali harus mengampuni kesalahan orang lain?
Mat 18:21-22 70 x 7 kali.
21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
22  Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

Pengakuan itu dihubungkan dengan pengampunan.
1 Yoh 1:8-10
8  Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.
9  Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
10  Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.

Mat 18:23-35
23  Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
24  Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
25  Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.
26  Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.
27  Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
28  Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
29  Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.
30  Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
31  Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
32  Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
33  Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
34  Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
35  Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."

1 talenta = 6.000 dinar (dinarion)
10.000 talenta = 60.000.000 dinar.

Ini masih soal pakaian Jubah Biru. Raja yang begitu tegas:
1.- Tegas dalam menyampaikan kemurahannya.
2.- Tegas dalam hukumannya.
Ini cerita ada dalam Injil Matius yang menampilkan Yesus sebagai Raja.

Ia sebagai Singa Yehuda, tapi juga sebagai Anak Domba.
Why 5:5 Singa Yehuda
Why 5:6-7 Anak Domba
Untuk hari-hari kelepasan kita sekarang, Tuhan menampilkan diri sebagai Singa Yehuda dan juga sebagai Anak Domba.

Istilah Talenta itu kita teringat pada Mat 25
Kalau Dinar kita teringat pada Mat 20

Talenta yang dituntut untuk dikembangkan.
Yang berhutang 10.000 Talenta ini bicara soal tahbisan bagi dirinya sendiri, sedangkan seharusnya adalah tahbisan bagi Tuhan.

Kesempatan untuk jadi hamba yang merdeka ini akan hilang, kalau ia mentahbiskan diri untuk diri sendiri.
Tahbisan merosot, ia nanti jadi budak belian, bukan hamba yang merdeka, tapi jadi hamba dosa.
Yoh 8:34-36
34  Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.
35  Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah.
36  Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."

Kalau tahbisan kita tidak sehat, nanti akan jadi hamba dosa.
Dalam cerita raja yang mengadakan perhitungan ini, Ia bersifat sebagai Anak Domba yang penuh dengan pengampunannya.

Kawannya hanya berhutang 100 dinar.
Kepada kawannya ini ia tidak bisa mengampuni.
Katakan 100 dinar itu banyak, tapi tidak bisa dibandingkan dengan talenta.
100 ini angka 50 x 2 = Pantekosta dobel.

Pada kita sudah diberikan pakaian kebangkitan untuk menolong orang lain, untuk mengangkat orang lain.
Kalau sikap kita pada orang yang salah tidak ada ampun, nanti Tuhan bersikap lain. Sikap seperti singa.
Hati-hati dengan mantel warna biru, hati-hati dengan pemberian ampun dari Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati.

23 Nov 2014

Ibadah Raya. 23 November 2014. Wahyu 7



Ibadah Raya.  23 November 2014
Wahyu 7

Empat malaikat yang diperintahkan untuk menahan angin dari empat penjuru bumi.
Angin dilarang bertiup! Kalau angin dilarang bertiup berarti suatu siksaan, sebab angin sangat dibutuhkan oleh manusia.
Angin bagi manusia juga mendatangkan kesegaran.

Angin menunjuk pekerjaan dari Roh Kudus.
Roh Kudus seperti angin yang memberikan kesegaran.
 Tuhan Yesus sendiri mengatakan tentang Roh Kudus yang digambarkan seperti angin yang bertiup kemana ia mau, dan engkau tidak tahu dari mana ia datang dan kemana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.
Yoh 3:8
8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

Orang yang lahir dari Roh itu kehidupannya dipimpin oleh Roh.
Gal 5;16-18
16  Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.
17  Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging  —  karena keduanya bertentangan  —  sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.
18  Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.

Semua orang percaya harus mengalami dilahirkan kembali oleh Roh Kudus.
Yoh 3:5-7
5  Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
6  Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
7  Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.

Orang yang dipimpin oleh Roh Kudus itu seperti angin yang membawanya, dan kita tidak tahu kemana angin membawa kita.
Pkh 11:5
5 Sebagaimana engkau tidak mengetahui jalan angin dan tulang-tulang dalam rahim seorang perempuan yang mengandung, demikian juga engkau tidak mengetahui pekerjaan Allah yang melakukan segala sesuatu.

Jadi Roh Kudus digambarkan seperti angin, begitu pula ketika saat Roh Kudus dicurahkan, disitu disebutkan seperti ada suara gemuruh angin yang meniup tiap-tiap orang yang sedang berdoa pada waktu itu.
Kis 2:1-4
 1  Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2  Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
3  dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
4  Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Kembali pada kitab Wahyu: Kalau ke empat mata angin itu ditahan, berarti pekerjaan Roh Kudus dihentikan.

Apa jadinya jika pekerjaan Roh Kudus dihentikan?
Gereja akan mati! Tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan.

Sekarang ini adalah zamannya Roh Kudus!
Kalau dalam zaman kemurahan seperti sekarang ini, anak-anak Tuhan tidak memanfaatkan pekerjaan Roh Kudus, apa jadinya nanti kalau waktunya kegenapan kitab Wahyu fs 7 ini? Roh Kudus sudah tidak bekerja lagi pada waktu itu.

Kalau secara jasmani saja kita bisa merasakan dampaknya jika angin tidak bertiup, apalagi secara rohani, berarti suatu penderitaan yang sangat hebat
.
Sebab pada waktu itu seorang malaikat yang muncul dari tempat matahai terbit mengatakan: Supaya empat malaikat ini tidak merusak bumi serta poho-pohon yang ada, tetapi mereka diperintahkan untuk menyiksa manusia yang tidak memakai meterainya Allah pada dahi mereka.

Why 7:2-8
 2  Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut,
3  katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!"
4  Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.
5  Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu,
6  dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari suku Manasye dua belas ribu,
7  dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu,
8  dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu.

Sekarang kita akan memeriksa hamba-hamba Allah yang dimeterai pada dahi mereka.
Why 7:3
3 katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!"

Jika manusia jasmani kita ini sangat membutuhkan angin, terlebih manusia rohani kita ini sangat membutuhkan Roh Kudus.
Karena Roh itu yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan – perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. Yoh 6:63.

Kembali kepada orang-orang yang dimeteraikan dengan meterai Allah pada dahi mereka; Jumlah orang yang dimeteraikan ini ada 144.000 orang.
144.000 ini menunjuk angka sengsara.
Mari kita cari tahu arti angka 144.000 ini:
Bangsa Israel pernah mengalami sengsara ditanah Mesir selama 400 tahun.
Kej 15:13
13 Firman TUHAN kepada Abram: "Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya, empat ratus tahun lamanya.

Kis 7:6
6 Beginilah firman Allah, yaitu bahwa keturunannya akan menjadi pendatang di negeri asing dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya empat ratus tahun lamanya.

Dua ayat diatas menunjukkan lamanya bangsa Israel ada dinegeri perbudakan, yaitu 400 tahun.
Lalu apa hubungannya angka 400 tahun ini dengan 144.000 orang yang termeterai dengan meterai Allah.

Jika 400 tahun itu dihitung dengan hari maka ketemulah angka 144.00.
1 tahun = 360 hari. Jadi 400 x 360 = 144.000.

Jadi ini menunjuk orang-orang Kristen yang diselamatkan dari masa aniaya besar nanti.
Jika kita sekarang dilatih untuk menanggung penderitaan yang seharusnya tidak kita tanggung, maka itu adalah suatu kemurahan Allah.
1 Pet 2:19-21
19  Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
20  Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.
21  Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

Kalau saat ini kita tidak mau dibawa dalam jalan salib, nanti akan ada sengsara yang dasyat pada 3 ½ zamannya antikrist.

Pada bagian ke dua dari kitab Wahyu 7:9-17 bicara tentang orang-orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya, dan mereka inilah orang-orang yang dapat bertahan pada hari besar murka Allah.
Why 7:9-17
9  Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.
10  Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!"
11  Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah,
12  sambil berkata: "Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!"
13  Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?"
14  Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.
15  Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.
16  Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi.
17  Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

Ada suatu hari kesusahan besar yang disebutkan dalam kitab Wahyu, dan ini merupakan hari kesusahan – hari kesulitan – hari kegelapan – hari kesuraman, seperti yang dinubuatkan oleh nabi Zefanya.
Zef 1:14-16
14  Sudah dekat hari TUHAN yang hebat itu, sudah dekat dan datang dengan cepat sekali! Dengar, hari TUHAN pahit, pahlawanpun akan menangis.
15  Hari kegemasan hari itu, hari kesusahan dan kesulitan, hari kemusnahan dan pemusnahan, hari kegelapan dan kesuraman, hari berawan dan kelam,
16  hari peniupan sangkakala dan pekik tempur terhadap kota-kota yang berkubu dan terhadap menara penjuru yang tinggi.

Orang yang keluar dari kesusahan besar ini berarti orang-orang yang menang.
Kesusahan ini seperti tidak bisa dihindari, harus dihadapi, seperti yang dikatakan Rasul Paulus : Bahwa kesusahan-kesusahan itu ditentukan untuk kita alami.
1 Tes 3:3-4
 3  supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu.
4  Sebab, juga waktu kami bersama-sama dengan kamu, telah kami katakan kepada kamu, bahwa kita akan mengalami kesusahan. Dan hal itu, seperti kamu tahu, telah terjadi.

Pada saat kesusahan itu datang, merupakan ujian iman dari orang-orang Kristen; Apakah iman mereka tetap teguh atau sebaliknya menjadi goyah.
Kol 2:6-7
6  Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.
7  Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Alkitab mengatakan: Bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar!
2 Tim 3:1-5
1  Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
2  Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
3  tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
4  suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
5  Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

Apa yang musti kita perbuat dalam menghadapi masa-masa yang sukar ini?
Pemazmur mengatakan :
Maz 77:3a
 Pada hari kesusahanku aku mencari Tuhan;

Kita diajak mencari Tuhan.
Yes 55:6
7  Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!

Kata berkenan berarti menunjuk waktu berkenannya Tuhan. Berarti ada waktu Allah itu dapat ditemui, dan ada waktu Allah itu tidak dapat ditemui.
2 Kor 6:2
2  Sebab Allah berfirman: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau." Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.

Tuhan sediakan kepada kita hari ini: mungkin kesempatan lain itu tidak datang lagi pada kita, itulah sebabnya mari kita pergunakan waktu ini sebaik-baiknya.

Tuhan Yesus memberkati.

Ibadah Pendalaman Alkitab. 21 November 2014. Pakaian dari Imam Besar dan Imam



Ibadah Pendalaman Alkitab.  21 November 2014
PAKAIAN DARI IMAM BESAR DAN IMAM (2)

Lanjutan

Jubah birunya Efod.
Kel 28:31-35 (artinya tidak lepas dari Efod)
31  Haruslah kaubuat gamis baju efod dari kain ungu tua seluruhnya.
32  Lehernya haruslah di tengah-tengahnya; lehernya itu harus mempunyai pinggir sekelilingnya, buatan tukang tenun, seperti leher baju zirah haruslah lehernya itu, supaya jangan koyak.
33  Pada ujung gamis itu haruslah kaubuat buah delima dari kain ungu tua, kain ungu muda dan kain kirmizi, pada sekeliling ujung gamis itu, dan di antaranya berselang-seling giring-giring emas,
34  sehingga satu giring-giring emas dan satu buah delima selalu berselang-seling, pada ujung gamis itu.
35  Haruslah gamis itu dipakai Harun, apabila ia menyelenggarakan kebaktian, dan bunyinya harus kedengaran, apabila ia masuk ke dalam tempat kudus di hadapan TUHAN dan apabila ia keluar pula, supaya ia jangan mati.

Biru = warna kebangkitan.
Jubah biru = kebangkitan Tuhan Yesus.
Jubah Efod = artinya kebangkitan itu tidak lepas dari kematian.
Jubah biru = kebangkitan.
Efod = kematian / proses salib.

Pada jubah biru bagian bawah itu digantungi buah-buah delima buatan, itu ada pada jahitan bagian bawah dari mantel itu juga digantungkan bel dari emas. (Kel 28:33)

Warna dari buah-buah delima = biru – ungu – merah.
Buah delima = gambar dari sidang jemaat yang menggantungkan hidupnya pada kebangkitan Kristus.
Bel = gambar dari Roh Kudus dengan suara bahasa lidah asing.

Jadi bel ini suatu tanda dari Imam Besar hadir, sedang buah delima itu jemaat yang dibangunkan dengan kuasa kebangkitan Kristus dan Roh Kudus dari atas.
Buah delima itu kalau kita pecah disana terdapat kelompok-kelompok dalam satu buah.

Ini adalah gereja Tuhan yang terbagi-bagi dalam tugas pekerjaan masing-masing, tapi mereka bergerak dalam kasih Allah.
Jemaat yang bergantung pada kuasa kebangkitan dan Roh Kudus, tapi pekerjaannya ada dalam kesatuan dan persekutuan.
Jadi pekerjaannya itu tidak dari kekuatan diri sendiri, tapi Allah yang bekerja disana.
Sebab pada prakteknya sidang jemaat itu tidak bersatu, tapi ada perpecahan.
Penyebab dari perpecahan itu karena ada iri hati, tinggi hati, kepentingan diri sendiri.
Ini yang menyebabkan perpecahan.

Untuk penyatuannya hanya Allah yang sanggup mengerjakannya.
Untuk manusia bisa mengerti dirinya itu hanya bisa dikerjakan oleh Roh Kudus.

Bel itu letaknya ada diantara buah delima, jumlahnya sama dengan buah delima, itu artinya jangan ada jemaat yang tidak disertai dengan Roh Kudus.
Sebab bel itu dijadikan suatu pertanda adanya suatu aktivitas, tanda dari jemaat itu hidup, aktivitas dari geraknya Roh Kudus.

Jadi geraknya jemaat itu harus ditandai dengan gerakan Roh Kudus, bukan gerakan sendiri.
Gerakan sendiri itu tidak ada artinya, walaupun bentuknya bagus seperti buah delima.

Jemaat itu harus ada gerakan Roh Kudus dalam suatu penyembahan, itu sekaligus sebagai tanda Tuhan hadir sebagai Imam Besar.

Kalau suara Roh Kudus itu benar dalam bahasa Roh, itu mengharukan, menggetarkan , mengangkat.
Orang yang berbahasa asing itu berbicara kepada Allah.                      

1 Kor 14: 2-3
2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
3  Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.

Bahasa lidah asing palsu = menipu diri sendiri.
Nubuat palsu = menipu orang lain.
Penglihatan palsu = menipu orang lain.

1 Kor 14:32-33 Allah itu tertib.
Roh dari nabi-nabi / karunia nabi-nabi itu takluk pada nabinya (orang yang kepenuhan Roh itu)
Kalau yang dipenuhi menghendaki berhenti, harus berhenti demi tata tertib.
32 Karunia nabi takluk kepada nabi-nabi.
33  Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.

Menyembah itu nikmat, sebab membawa jiwa itu terangkat seperti dupa yang mengisi Ruangan Suci dan Ruangan Mah

3.- Jubah berjala-jala:
Kel 28:39
39  Haruslah engkau menenun kemeja dengan ada raginya, dari lenan halus, dan membuat serban dari lenan halus dan haruslah kaubuat ikat pinggang dari tenunan yang berwarna-warna.

Engkau hendaknya membuat jubah yang penuh dengan lubang-lubang mata.
Ini adalah pakaian kemuliaan / kenaikan dari Tuhan Yesus.
Kalau Tuhan naik ke Sorga, Ia kirimkan Roh Kudus kepada murid-murid-Nya. Ini merupakan perhatian Tuhan.
Roh Kudus yang dikirimkan itu bagaikan pakaian untuk gereja-Nya : pakaian kebenaran dan kesucian.

Pakaian yang berlobang-lobang mata itu bagaikan Tuhan menaruh mata: Tuhan melihat bagaimana gereja Tuhan itu dipermuliakan.
Tuhan menaruh perhatian kepada gereja-Nya, sebagai bukti yaitu mengirimkan Roh Kudus-Nya.

Kalau Tuhan Yesus naik ke Sorga, jabatan Imam Besar itu tetap Ia disandang, maksudnya untuk mengimami gereja Tuhan dalam ibadahnya untuk mencapai kesempurnaan.

Ibr 7:17-25 (Imam Besar untuk selama-lamanya.  
17  Sebab tentang Dia diberi kesaksian: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek.")
18  Memang suatu hukum yang dikeluarkan dahulu dibatalkan, kalau hukum itu tidak mempunyai kekuatan dan karena itu tidak berguna,
19   —  sebab hukum Taurat sama sekali tidak membawa kesempurnaan  —  tetapi sekarang ditimbulkan pengharapan yang lebih baik, yang mendekatkan kita kepada Allah.
20  Dan sama seperti hal ini tidak terjadi tanpa sumpah  —  memang mereka telah menjadi imam tanpa sumpah,
21  tetapi Ia dengan sumpah, diucapkan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya: "Tuhan telah bersumpah dan Ia tidak akan menyesal: Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya"  —
22  demikian pula Yesus adalah jaminan dari suatu perjanjian yang lebih kuat.
23  Dan dalam jumlah yang besar mereka telah menjadi imam, karena mereka dicegah oleh maut untuk tetap menjabat imam.
24  Tetapi, karena Ia tetap selama-lamanya, imamat-Nya tidak dapat beralih kepada orang lain.
25  Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.

Ibr 5:4-6 (Tidak berambisi untuk jadi Imam Besar)
4  Dan tidak seorangpun yang mengambil kehormatan itu bagi dirinya sendiri, tetapi dipanggil untuk itu oleh Allah, seperti yang telah terjadi dengan Harun.
5  Demikian pula Kristus tidak memuliakan diri-Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, tetapi dimuliakan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini,"
6  sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas lain: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek."

Injil Mat fasal 18 & 19 terkena pakaian Imam Besar.
Mat 19:1-15 itu yang terkena pakaian Imam Besar.
Mat 18:1-14 terkena Efod, pakaian sengsara.
Mat 18:15-35 terkena Jubah Biru.

Mat 19:1-12 Terkena Jubah bermata banyak.
Mat 19:13-15 Terkena Tampal Dada.

Mat 18:1-14  terbagi 3 bagian (pakaian Efod)
Mat 18:1-5 Pakaian salib = pakaian kerendahan hati.
Mat 18:6-10 Pakaian sengsara.
Mat 18:11-14 Pakaian keselamatan.

Ini cerita terkena Efod, laku hidup yang terkena salib.
Bagian yang terkena Jubah Biru = kebangkitan : Mat 18:15-35
Hal pengampunan.
7 x 70 = tidak terbatas.
 Bagian yang  terkena jubah berjala-jala = pakaian kemulyaan.
Mat 19:1-9 (nikah itu sendiri suci tanpa cacat)
Mat 19:10-12 (soal menahan diri)

Bagian yang terkena Tampal Dada:
Mat 19:13-15 Persoalan anak yang dibawa pada Tuhan itu  menjadi jantung hati-Nya Tuhan.

Mat 18:1-5 Pakaian kerendahan hati ini pakaian Efod.

Soal kerendahan hati dari anak itu tidak dibuat-buat tapi suatu yang polos.
Kita dirubah untuk bersifatkan anak-anak = rendah hati.
Ini langsung kena-mengena dengan jabatan
Orang yang menjabat itu harus rendah hati, bukan rendah hati yang dibuat-buat.
Kalau Tuhan mau angkat seorang hamba Tuhan yang bisa jadi berkat buat orang lain, itu adalah hamba Tuhan yang rendah hati.
Maka orang yang mau menerima hamba Tuhan yang rendah hati itu menerima berkat yang besar, yaitu sama seperti menerima Aku. Ayat 5.

Kalau seorang hamba Tuhan itu berpakaian Efod = rendah hati, itu sama dengan mewakili Tuhan.

Orang yang menyesatkan anak kecil itu akan mengalami kesukaran / sengsara.

Batu kisaran yang digantungkan = itu tanggungan yang memaksa seorang untuk melihat kebawah = tenggelam dilaut dunia ini.

Hati-hati dengan sikap seorang hamba Tuhan yang rendah hati itu jangan dipermainkan, sebab ia jadi jantung hatinya Tuhan.
Ayat 8-9. Jika tangan – kaki – mata itu menjadi sndungan bagimu, rela untuk dikorbankan = masuk dalam kematian; potong tangan kaki itu dari diri sendiri ada kerelaan, selalu bersedia melakukan apa yang jadi maunya Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati.

16 Nov 2014

Ibadah Raya 16 November 2014. Pembukaan Meterai ke 6 (1)



Ibadah Raya
16 November 2014
PEMBUKAAN METERAI KE 6. (1)

Why 7:1-8 Orang–orang yang dimeteraikan dari bangsa Israel.
9-17 Orang banyak yang tidak terhitung banyaknya.

1  Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon.
2  Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut,
3  katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!"
4  Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.
5  Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu,
6  dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari suku Manasye dua belas ribu,
7  dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu,
8  dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu.

9  Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.
10  Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!"
11  Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah,
12  sambil berkata: "Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!"
13  Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?"
14  Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.
15  Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.
16  Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi.
17  Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

Sebelum kita memasuki fatsal ke 7, ada pertanyaan yang belum terjawab dalam fs 6 ayat 17.
Why 6:17.
17  Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?
Pertanyaan apa? Sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?

SIAPAKAH YANG DAPAT BERTAHAN?
Yang dapat bertahan adalah:
Pertama : Hamba-hamba Allah yang ada meterai pada dahinya.
Why 7:3
3 katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!"

Kedua : Orang banyak yang keluar dari siksaan yang besar, mereka telah menyuci jubah mereka dengan darah Anak Domba.

Why 7:14
14 Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.

Siapakah yang dimeterai dengan meterai Allah ini?
Secara harafiah mereka disebut 144.000 orang dari suku Israel.
Angka ini mengandung ungkapan, bukan arti yang sesungguhnya, jadi merupakan suatu simbolis.

Sebelum kita dengar penjelasan soal meterai ini, kita akan bahas dahulu tentang kata ke 4 penjuru bumi. Ini menunjukan seluruh bumi.

Jadi peristiwa ini akan menimpa seluruh dunia.
Kemudian kata ke 4 angin bumi:
Ini menunjukan tinggi rendahnya suhu udara yang membawa aliran angin, kemudian disebut angin Timur – angin Barat – angin Selatan dan angin Utara.

Alkitab juga mencatat bagaimana Allah mamakai angin untuk melakukan sejumlah pekerjaan:
Misalnya: Di Taman Eden. Allah membiarkan berhembusnya angin sepoi-poi, menyatakan bahwa Ia secara kongkrit berjalan di taman itu.
Kej 3:8 (hari sejuk = angin silir, Terjemahan Lama =angin)
8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

Angin sepoi-poi (angin Utara – angin Selatan)
Kid 4:16
16  Bangunlah, hai angin utara, dan marilah, hai angin selatan, bertiuplah dalam kebunku, supaya semerbaklah bau rempah-rempahnya! Semoga kekasihku datang ke kebunnya dan makan buah-buahnya yang lezat.

Angin = menggambarkan pekerjaan Roh Kudus: Seperti yang dikatakan Tuhan Yesus didalam Injil
Yoh 3:8
8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

Bau rempah-rempah = bau penyembahan yang diurapi Roh Kudus.

Pada waktu Nuh keluar dari bahtera, Allah mengirimkan angin yang berhembus ke bumi, sehingga air menjadi kering.
Kej 8:1-3
1 Maka Allah mengingat Nuh dan segala binatang liar dan segala ternak, yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu, dan Allah membuat angin menghembus melalui bumi, sehingga air itu turun.
2  Ditutuplah mata-mata air samudera raya serta tingkap-tingkap di langit dan berhentilah hujan lebat dari langit,
3  dan makin surutlah air itu dari muka bumi. Demikianlah berkurang air itu sesudah seratus lima puluh hari.

Ketika umat Israel menyeberangi laut Kolsom:
Allah mengirimkan angin yang berhembus dari Timur yang besar, sehingga air laut terbelah menjadi dua, dasar laut menjadi tanah yang kering.
Kel 14:21-22
21  Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.
22  Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.

Pemazmur katakan: bahwa angin itu adalah pesuruh Allah.
Maz 104:4
4  yang membuat angin sebagai suruhan-suruhan-Mu, dan api yang menyala sebagai pelayan-pelayan-Mu,

Angin sendiri tidak berpribadi, ia bukan Allah.
Tapi ada dalam sejumlah agama yang menyembah dewa angin.

Tuhan Yesus sendiri pernah meneduhkan angin ribut.          
Mat 8:26-27
 26  Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.
27  Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"

Jadi Allah menggunakan angin sebagai alatnya untuk bertindak, bukan semata-mata angin itu sendiri punya kuasa.

Allah perintahkan empat malaikat untuk menahan ke 4 angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup didarat, atau di laut, atau dipohon.

Tapi sebelum ke 4 malaikat itu bertindak, ada suara malaikat lain yang membawa meterai Allah yang hidup yang melarang ke 4 malaikat itu untuk mengerjakan tugasnya sebelum hamba-hamba Allah diberi tanda meterai pada dahi mereka. (Why 7:2-3)
Ini berarti malapetaka akan segera terjadi setelah hamba-hamba Allah ini diberi meterai  pada dahi mereka.

Sekarang kita akan membahas tentang meterai:
Ada disebutkan didalam PL tentang meterai, dan ini bisa kita jadikan pelajaran.

Kid 8:6-7
6  Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!
7  Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.

Sekarang kita akan melihat cap meterai yang disebutkan didalam Perjanjian Baru dan apa pula pengertiannya.
2 Kor 1:21-22
21  Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi,
22  memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.

Ef 1:13
13  Di dalam Dia kamu juga  —  karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu  —  di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

Ef 4:30
30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.

Ayat-ayat diatas bicara mengenai meterai Roh Kudus.
2 Tim2:19 (meterai kepunyaan Allah)
19  Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan."

Tanda meterai ini ada hubungannya dengan janji perlindungan Tuhan, seperti yang dikatakan kepada jemaat di Filadelfia.
Why 3:10-12
10  Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.
11  Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.

Orang yang menang telah diberi tanda:
12 Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.

Kata Ku tuliskan = meteraikan.

Orang-orang inilah yang dijanjikan perlindungan dari Tuhan, seperti yang dikatakan dalam
Why 9:4
4 Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.

Manusia yang tidak memakai meterai Allah didahinya akan menghadapi ulahnya belalang yang memiliki sengat kalajengking.
Why 9:1-5   Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.
2  Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu.
3  Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajengking di bumi.
4  Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.
5  Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan hanya untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia.

Mereka bukan diperintahkan untuk membunuh manusia, tapi menyiksanya.
Jadi jelas betapa pentingnya meterai Allah pada dahi manusia.
Dahi adalah menunjuk pada cara berpikir kita, kita harus terlatih dengan cara berpikir yang positif.

Ef 4:23
23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,

Belajarlah mulai sekarang untuk berpikir akan perkara-perkara diatas.
Kol 3:1-3
1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
2  Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
3  Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.

Pil 4:8-9
8  Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
9  Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Bukti dari termeterai pada dahi itu sudah harus nampak mulai sekarang. Itu sebabnya latihlah berpikir yang positif.

Tuhan Yesus memberkati.


Ibadah Pendalaman Alkitab. 14 November 2014. Pakaian Imam Besar dan Imam-imam



Ibadah Pendalaman Alkitab
14  November 2014
PAKAIAN DARI IMAM BESAR DAN IMAM-IMAM.

Kel 28:1-43.
Imam adalah kehidupan yang mentahbiskan diri bagi Tuhan, sedangkan Imam Besar adalah Yesus sendiri.
Kita sekarang sedang mengalami kegenapan dari Torat dulu, jadi gereja Tuhan harus ada imam-imam dan Imam Besar.

Kel 29: Itu berbicara mengenai tahbisan imam-imam.
Pakaian itu tidak boleh sembarangan, itu sebabnya Tuhan mengkhususkan pakaian imam-imam dan Imam Besar yang tidak boleh sama dengan pakain orang-orang biasa.

Jabatan itu ditentukan oleh Tuhan, bukan oleh manusia.
Sebagai hamba Tuhan kita harus mengetahui pakaian apa yang harus kita pakai, baik itu pakaian jasmani maupun pakaian rohani (yaitu langkah, laku kehidupan kita).

Jadi tidak boleh pakaian sembarangan!
Pengangkatan kita : kalau semula terjadi oleh karena organisasi itu belum cukup, sebab adakalanya tidak menurut kehendak Tuhan.

Pengangkatan seorang gembala – guru – penginjil, itu sebenarnya harus sampai diangkatnya oleh Tuhan sendiri.
Jadi pengangkatan secara organisasi itu tidak cukup.

Tahbisan itu harus menggunakan 3 macam korban:
1,- Lembu muda.
2.- Domba jantan I
3.- Domba jantan II

Itu merupakan korban-korban sembelihan yang masih harus ditambahkan dengan korban-korban makanan dll.

Lembu Muda = ini menunjuk Korban-Nya Kristus.
Domba Jantan I = menunjuk Korban penyerahan.
Domba Jantan II = menunjuk Korban tahbisan.

Sebelum terjadi pentahbisan, maka harus terjadi penyerahan total.
2 korban (domba jantan I dan ke II/ itu adalah korban kita.
Tahbisan itu bagi Tuhan, bukan bagi organisasi.

Kel 29:1
  "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,

Kel 29:44 Jabatan imam bagi-Ku.
44 Aku akan menguduskan Kemah Pertemuan dan mezbah itu, lalu Harun dan anak-anaknya akan Kukuduskan supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku.

Supaya bagi-Ku akan menjabat jabatan imamat.
Apapun pekerjaan yang kita lakukan, baik itu pekerjaan jasmani maupun rohani, itu adalah pekerjaan imamat, suatu pekerjaan yang mulia (misalnya pekerjaan menyapu saja)
Jangan enggan bekerja untuk pekerjaan Tuhan.

Jabatan imam itu tidak lepas dari menggunakan pakaian.
Kel 28:4 Pakaian Imam Besar.
4 Inilah pakaian yang harus dibuat mereka: tutup dada, baju efod, gamis, kemeja yang ada raginya, serban dan ikat pinggang. Demikianlah mereka harus membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, dan bagi anak-anaknya, supaya ia memegang jabatan imam bagi-Ku.

Tutup dada – baju efot – gamis – kemeja yang ada raginya – serban dan ikat pinggang.

Kel 28:1-4,41
1  "Engkau harus menyuruh abangmu Harun bersama-sama dengan anak-anaknya datang kepadamu, dari tengah-tengah orang Israel, untuk memegang jabatan imam bagi-Ku  —  Harun dan anak-anak Harun, yakni Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar.
2  Haruslah engkau membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, sebagai perhiasan kemuliaan.
3  Haruslah engkau mengatakan kepada semua orang yang ahli, yang telah Kupenuhi dengan roh keahlian, membuat pakaian Harun, untuk menguduskan dia, supaya dipegangnya jabatan imam bagi-Ku.
4  Inilah pakaian yang harus dibuat mereka: tutup dada, baju efod, gamis, kemeja yang ada raginya, serban dan ikat pinggang. Demikianlah mereka harus membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, dan bagi anak-anaknya, supaya ia memegang jabatan imam bagi-Ku.
41 Maka semuanya itu haruslah kaukenakan kepada abangmu Harun bersama-sama dengan anak-anaknya, kemudian engkau harus mengurapi, mentahbiskan dan menguduskan mereka, sehingga mereka dapat memegang jabatan imam bagi-Ku.

Empat kali Tuhan sebutkan soal memegang jabatan imam bagi-Ku.
Didalam Kel 29:1a dan 44 Dua kali disebutkan, jadi ada 6 x disebutkan.
1 "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku:
44 Aku akan menguduskan Kemah Pertemuan dan mezbah itu, lalu Harun dan anak-anaknya akan Kukuduskan supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku.

Kita harus berpakaian pakaian khusus, yaitu pakaian imamat = pakaian khusus dalam melayani pekerjaan Tuhan beserta dengan jabatannya.
Ada dua pakaian disini:
1.- Pakaian khusus untuk Imam Besar
2.- Pakaian untuk imam-imam.

Imam Besar itu punya pakaian sendiri, seperti Kristus sebagai Imam Besar itu punya gerak langkah laku sendiri.
Pakaian Imam – kita selaku hamba-hamba Tuhan itu adalah perbedaan dan persamaannya.

Banyak perbedaannya, tapi juga ada persamaannya yang tepat.
Ini berarti langkah laku kita harus mencontoh pribadi Tuhan ; ini yang dimaksud ada persamaannya.
Kalau nanti ada perbedaan, akan menjadi jelas sebab bukan kita yang lebih dahulu punya langkah laku sendiri, tapi itu dirintiskan oleh Tuhan.

Jadi kehidupan yang mentahbiskan diri bagi Tuhan itu langkah laku hidup kita sehari-hari harus mengarah pada pribadi Yesus, selalu meneladani teladan Tuhan.
Kita harus mengontrol kebebasan kita dengan firman Allah, justru karena kita jadi hamba-hamba Tuhan.
1 Pet 2:21
21  Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

Kristus telah meninggalkan teladan bagimu supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
Bekas tapak kaki-Nya disana kita menginjak.
Ef 5:1-2 (jadilah penurut-penurut Allah)
1  Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih
2  dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

Kalau kita mau jadi persembahan yang berbau harum, kita harus mengikuti langkah kakinya Tuhan.

Mengikuti langkah-lakunya Tuhan didalam kasih, itulah yang menjadi pakaian imam kita, dan hidup itu diperkenan oleh Tuhan.
Bukan hanya menjadi anggota biasa saja, tapi hidup ini berkenan pada Tuhan.

Kalau kita bisa menerima kasih dari Tuhan, maka kasihnya Tuhan itu akan mendorong kita untuk berjalan dalam kasih-Nya.
Jadi itulah pandangan mengenai pakaian.

Dalam Alkitab ada cerita tentang undangan pesta nikah yang sembarang berpakaian, tidak berpakaian pesta, disana Tuhan tuntut pada orang itu.
Sebab pakaian ini bicara soal langkah laku kita.
Pakaian sehari-hari dari seorang hamba Tuhan itu harus lain.

Kalau dulu imam-imam itu menggunakan pakaian khusus, itu maksudnya agar bisa jadi teladan bagi orang lain.
Ada 7 macam pakaian Imam Besar.
1.- Efod
2.- Mantel (gamis) / jubah biru langit.
3.- Jubah yang berjala-jala (bermata banyak)
4.- Pakaian dalam dari kain lenan yang berwarna putih
5.- Tutup dada yang berbentuk segi empat sejengkal
6.- Sabuk (ikat pinggang)
7.- serban / topi penutup kepala.

Kalau pakaian imam itu polos : putih seluruhnya.

Pengertian rohani dari pakaian Imam Besar:
1.- Efod.
Pakaian ini warnanya sama dengan warna dari kelambu pada Pintu Kemah, juga pada Pintu Tirai, juga pada Tabernakel.
(ungu – biru – merah dan putih) ditambah dengan sulaman benang emas (warna kuning).

Kebudayaan Israel 3500 tahun yang lalu itu sudah begitu maju, sehingga dapat membuat benang emas, warna-warni dari Tabernakel, itu adalah menunjuk pada salib Kristus.                
Seperti :
Biru    = warna kebangkitan
Ungu  = warna kerajaan / kemulyaan.
Merah = warna sengsara manusia.
Putih   = warna kebenaran dari Allah.
Emas   = menunjuk Roh Kudus.

Warna biru = kuasa kebangkitan yang harus dimiliki oleh hamba Tuhan untuk mendobrak / mematahkan pekerjaan setan.
Hal ini dapat kita baca di kitab Markus, disana secara jelas selalu dikemukakan kuasa Allah.
Markus yang mengemukakan seorang hamba yang suka bekerja dengan kekuatan.

Warna ungu = kemuliaan raja.
Sifat ini dalam Injil Matius, Tuhan Yesus ditampilkan selaku raja yang penuh kasih dan suka mengampuni. Ia memiliki hati yang baik sekali. Ini harus menjadi pakaian kita, ini yang harus kita teladani..

Warna merah : darah sengsara manusia = Lukas.
Yesus ditampilkan sebagai manusia murni, manusia yang berdaging tapi tidak cacat dan cela.

Warna putih (lenan halus) = kebenaran ilahi = Yohanes.
Yesus ditampilkan sebagai Anak Allah.
Penampilan manusia ilahi.

Keempat warna ini menunjuk perjalanan Tuhan Yesus dalam salib.

Jadi Efod itu menunjuk perjalanan Tuhan Yesus dalam proses salib oleh Roh Kudus.
Kalau untuk kita: itu dikuatkan oleh Roh Kudus.

Efod = pakaian kematian.
Mantel Biru = pakaian kebangkitan.
Jubah yang berjala-jala = pakaian kemuliaan.

Pada Efod itu ada dua buah batu permata.
Krisopras = batu permata yang ditaruh pada pakaian Imam Besar bagian pundak.
Ini menjadi penopang bagi Efod, ditaruh atas sambungan pada pundak sebagai pengikat.

Pada batu Krisopras ini dituliskan 12 nama.
12 ini adalah nama dari 12 suku Israel yang harus ditanggung oleh Imam Besar = Ini menunjuk sidang jemaat yang harus menjadi tanggungan seorang gembala sidang selaku hamba Tuhan.

Dua batu itu diukir oleh ahli pengukir sevagai cap / meterai.
Jadi nama dari anak-anak Israel itu terukir.

Mengukir = itu menunjuk pada meterai Roh Kudus – ini berarti sidang jemaat itu harus dipenuhkan dengan Roh Kudus.
12 Rasul itu menjadi tanggungan Tuhan Yesus, tapi juga jadi penopang untuk jemaat Tuhan agar jemaat itu berjalan dalam proses salib.
Kel 28:6-14 - Efod.
6  Baju efod itu harus dibuat mereka dari emas, kain ungu tua dan kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya: buatan seorang ahli.
7  Haruslah ada pada baju efod itu dua tutup bahu yang disambung kepadanya, pada kedua ujungnyalah harus baju efod itu disambung.
8  Sabuk pengikat yang ada pada baju efod itu haruslah sama buatannya dan seiras dengan baju efod itu, yakni dari emas, kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya.
9  Haruslah kauambil dua permata krisopras dan mengukirkan nama para anak Israel pada permata itu,
10  enam dari nama mereka itu pada permata yang pertama dan keenam nama lagi pada permata yang kedua, menurut urutan kelahirannya.
11  Seperti buatan seorang pengasah permata, diukirkan seperti meterai, demikianlah harus kauukirkan pada kedua permata itu nama para anak Israel; dililit dengan ikat emas harus kaubuat permata itu.
12  Kemudian haruslah kautaruh kedua permata itu pada kedua tutup bahu baju efod sebagai permata peringatan untuk mengingat orang Israel; maka ke hadapan TUHAN haruslah Harun membawa nama mereka di atas kedua tutup bahunya menjadi tanda peringatan.
13  Haruslah kaubuat ikat emas
14  dan dua untai dari emas murni; sebagai utas haruslah kaubuat itu, yang buatannya sebagai tali berjalin dan haruslah kaupasang untai berjalin itu pada ikat itu.

(Bersambung)

9 Nov 2014

Ibadah Raya. 9 November 2014. Pembukaan Meterei Yang Ke 5



Ibadah Raya.  7 November 2014
PEMBUKAAN METERAI YANG KE 5.

Wahyu 6:1-6
1  Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu, dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: "Mari!"
 2  Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.
3  Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kedua, aku mendengar makhluk yang kedua berkata: "Mari!"
4  Dan majulah seekor kuda lain, seekor kuda merah padam dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh, dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar.
5 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata: "Mari!" Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya.
6   Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."

Kuda putih: adalah kegerakan hujan akhir
Kuda merah:peperangan, yang diawali dari rumah tangga, kemudian antar negara
Kuda hitam: kelaparan, akibat dari peperangan
Kuda hijau kuning/kelabu:kematian

Kegerakan Hujan awal untuk menumbuhkan benih
Kegerakan Hujan akhir untuk mematangkan  buah, yaitu kehidupan yang berbuah

Gereja Tuhan dituntut untuk berbuah-buah ,menghadapi jaman akhir ini.

Pada bagian akhir tertulus...."....jangan rusakkan minyak&anggur..."yaitu Firman dan Roh Kudus

WHY 6:9-11
9  Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki.
10  Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: "Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?"
11  Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.

Pemberitaan kepada kaum martir:
Martir = orang yang mati teraniaya karena agama.
Kita juga mengenal istilah mati syahid, ini mati karena Allah (seperti karena membela agama dsb).

Siapakah kaum martir itu?
Para penafsir umumnya mengakui Stefanus sebagai martir pertama.
Kis 6: 8 Kis 7:54-60.
8 Dan Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak.

Kis 7:54-60
54 Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya itu, sangat tertusuk hati mereka. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi.
55  Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.
56  Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah."
57  Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia.
58  Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus.
59  Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku."
60  Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.

Tetapi jika meneliti definisi yang ditetapkan oleh Yesus sendiri; kaum martir itu mulai dari Habil sampai Zakharia.
Mat 23:34-35
34  Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat: separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota,
35  supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakharia anak Berekhya, yang kamu bunuh di antara tempat kudus dan mezbah.

Habil dibunuh Kain, darahnya berteriak kepada-Ku dari tanah.
Kej 4:10
10 Firman-Nya: "Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah.

Ya, mereka adalah martir-martir Tuhan.
Dalam kitab Wahyu para martir ini berseru dengan suara nyaring.
Why 6:10
Seruan kaum martir ini tidak ingin melakukan pembalasan dendam, hanya memohon pembelaan dari Allah, yang menyatakan mereka tidak bersalah! Mereka sudah merasa puas dengan pengakuan Allah ini.

Kemudian mereka dikaruniai jubah putih.
Ini pakaian kemenangan: Bandingkan dengan
Why 3:5
5 Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.

Pakaian putih / jubah putih itu menjadi pakaian seragam bagi kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya.
Siapakah mereka?
Why 7:9, 13-14. (Mereka adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar)
9  Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.
13  Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?"
14  Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.

Tuhan Yesus mengatakan: akan terjadi siksaan yang besar pada waktu itu yang belum pernah terjadi sejak dunia diciptakan sampai sekarang dan tidak terjadi lagi.
Mat 24:21
21 Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.

Para martir dalam Why 6 tadi diminta bersabar sedikit waktu lagi, hingga genap jumlah kawan pelayan dan saudara mereka yang akan dibunuh sama seperti mereka.
Berarti masih ada orang-orang yang akan mati syahid / menjadi martit Kristus.
Orang-orang yang keluar dari siksaan dasyat ini yang nanti akan memerintah bersama Kristus didalam kerajaan 1000 tahun.
Why 20:4
4 Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.

Siapakah para martir ini?
Mereka adalah orang-orang yang dibunuh karena berpegang pada Firman Allah dan kesaksian yang mereka miliki.
Why 6:9
9  Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki.

Berpegang pada firman Allah = menderita karena firman.
Ini menunjuk pada orang-orang percaya yang karena menjalankan firman Allah kemudian harus menderita.

Seperti yang dikatakan Rasul Petrus 1 Pet 3:14,17.
14 Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar.
17  Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.

Disebutkan disitu ada dua macam penderitaan.
Ayat 14. Menderita karena kebenaran
Ayat 17. Menderita karena berbuat baik
Penderitaan semacam ini disebut kasih karunia.
1 Pet 2:19-21
19  Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
20  Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.
21  Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

(Catatan: Rs Petrus mati dengan kepala dibawah, pada kayu salib)
Apa yang disebutkan dalam ayat-ayat tadi artinya: menderita karena berpegang pada firman Tuhan. Itu yang pertama.

Yang kedua: Kesaksian yang mereka miliki.
Ini bicara mengenai kesaksian hidup.

Dalam surat 1 Pet 4:1-4 Rs Petrus menulis tentang orang Kristen yang berani tampil beda (tidak sama seperti pada saat belum bertobat).
1  Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian,  —  karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa  — ,
2  supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.
3  Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang.
4  Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama, dan mereka memfitnah kamu.

Pada ayat 4 dikatakan tentang kubangan ketidak senonohan.
Rs Petrus menggunakan istilah kubangan: Kubangan adalah tempat yang disukai oleh babi.

Babi paling senang dengan kubangan.
Dalam surat 2 Pet 2:22 Rs Petrus menulis tentang babi yang kembali pada kubangannya:
22 Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."

Kubangan ini adalah gambaran dari hidup lama kita, kemudian di entas / diambil dari lumpur dosa itu.
2 Pet 2:20-21
20  Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula.
21  Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya,
tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka.

Yang kedua Rs Petrus menggunakan istilah mencemplungkan diri: Ini artinya terlibat lagi didalamnya.

Kata mencemplungkan ini hanya satu kali disebutkan dalam Alkitab, tapi persamaan kata dari mencemplungkan / kecemplung ini disebutkan beberapa kali, diantaranya terdapat pada :
Ams 5:14 Kata kecemplung disini disebut terjerumus.
14 Aku nyaris terjerumus ke dalam tiap malapetaka di tengah-tengah jemaah dan perkumpulan."

Siapakah yang dimaksud “aku” disini?
Ini menunjuk anak muda,; anak muda yang nyaris terjerumus!
Terjerumus dimana?
Ams 5:8 Pintu rumahnya:
8 Jauhkanlah jalanmu dari pada dia, dan janganlah menghampiri pintu rumahnya,

Rumah siapakah yang dimaksud?
Ams 5:3-9 Rumah perempuan jalang.
3  Karena bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih licin dari pada minyak,
4  tetapi kemudian ia pahit seperti empedu, dan tajam seperti pedang bermata dua.
5  Kakinya turun menuju maut, langkahnya menuju dunia orang mati.
6  Ia tidak menempuh jalan kehidupan, jalannya sesat, tanpa diketahuinya.
7  Sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, janganlah kamu menyimpang dari pada perkataan mulutku.
8  Jauhkanlah jalanmu dari pada dia, dan janganlah menghampiri pintu rumahnya,
9  supaya engkau jangan menyerahkan keremajaanmu kepada orang lain, dan tahun-tahun umurmu kepada orang kejam;
Kata terjerumus ini sering dihubungkan dengan lobang;
Lobang yang dalam! Untuk keluar dari sana susah: harus ada yang menolongnya.

Tempat apakah lobang yang dalam itu? Ams 23:27
27 Karena perempuan jalang adalah lobang yang dalam, dan perempuan asing adalah sumur yang sempit.

Untuk bisa keluar dari lobang yang dalam ini Tuhan menyediakan tali kasih-Nya, sehingga siapa saja yang berada didasar lobang itu melihat uluran tali kasih-Nya, dan mau menggapainya, maka dia akan tertolong.
Hos 11:4
4 Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan.

Nah itulah pengertian rohani tentang kesaksian hidup, itu sebabnya Rs Petrus mengajak kita untuk berani “tampil beda”
Tampil beda dalam pengertian: tidak seperti dulu lagi.
Gal 2:19-20
19  Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus;
20  namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Semoga Allah Roh Kudus memberikan kepada kita pengertian untuk dapat mengerti maksud kehendak Allah dalam hidup kita.
Tuhan Yesus memberkati.

8 Nov 2014

Ibadah Pendalaman Alkitab. 7 November 2014. Lanjutan Luk 20


Ibadah Pendalaman Alkitab
7 November 2014

Dalam Luk 20: tadi ada 2 kecenderungan yang terjadi pada manusia, sebab kalau kita tidak berpegang pada pengajaran yang sehat, kita akan tertipu, dan tidak bisa menjadi manusia rohani.

Pengajaran yang tidak sehat itu mendorong manusia untuk jangan menjadi manusia rohani (menjadi Peti Perjanjian).
Luk 20:1-8
1  Pada suatu hari ketika Yesus mengajar orang banyak di Bait Allah dan memberitakan Injil, datanglah imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta tua-tua ke situ,
2  dan mereka berkata kepada Yesus: "Katakanlah kepada kami dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu, dan siapa yang memberikan kuasa itu kepada-Mu!"
3  Jawab Yesus kepada mereka: "Aku juga akan mengajukan suatu pertanyaan kepada kamu. Katakanlah kepada-Ku:
4  Baptisan Yohanes itu, dari sorga atau dari manusia?"
5  Mereka mempertimbangkannya di antara mereka, dan berkata: "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata: Mengapakah kamu tidak percaya kepadanya?
6  Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, seluruh rakyat akan melempari kita dengan batu, sebab mereka yakin, bahwa Yohanes adalah seorang nabi."
7  Lalu mereka menjawab, bahwa mereka tidak tahu dari mana baptisan itu.
8  Maka kata Yesus kepada mereka: "Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu."

Kebutuhan manusia di dunia ini untuk mengalami keubahan lewat menerima pengajaran dan pemberitaan Injil.

Mereka bertanya soal kuasa Yesus.
Tuhan itu mau merohanikan manusia itu dengan sistim pemberitaan Injil dan pengajaran.

Injil itu tidak banyak Cuma satu, demikian pula pengajaran juga Cuma satu.
Injil yang kita terima adalah Injil yang murni, yang tidak dipengaruhi oleh roh-roh dunia ini, yaitu Injil yang menampilkan pribadi Yesus secara nyata.
Bukan Injil yang ada unsur-unsur kepentingan manusia, tapi Injil yang sungguh-sungguh menampilkan pribadi Tuhan secara nyata.

Gal 1:6-9 Injil lain yang bukan Injil.
6  Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,
7  yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.
8  Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.
9  Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.

Injil yang benar itu bukan pemberitaannya untuk menyukakan manusia, tapi menyukakan Allah.
Gal 1:10-12
10  Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.
11  Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.
12  Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.

Injil yang benar itu merupakan wahyu / pernyataan dari Kristus.
2 Kor 4:3-4
3  Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
4  yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Injil yang diberitakan itu harus bisa mengubah hidup suami dan istri.
Melihat cahaya Injil itu berarti kehidupan kita mengalami keobahan.
Kita mohon supaya rumah Tuhan itu diisikan oleh Injil Kristus, sebab Tuhan mau merohanikan hidup kita lewat Injil Kristus.

Luk 19:45-48 (bagian dari fs 20 ini bicara soal Tuhan Yesus menyucikan Bait allah).
45  Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,
46  kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."
47  Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia,
48  tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.

Injil itu sebenarnya sudah ditulis oleh Yohanes Pembaptis.
Luk 3:16,18.
16 Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
18  Dengan banyak nasihat lain Yohanes memberitakan Injil kepada orang banyak.

Kalau Injil itu hanya satu, maka pengajaranpun hanya satu.
1 Tim 1:3
3  Ketika aku hendak meneruskan perjalananku ke wilayah Makedonia, aku telah mendesak engkau supaya engkau tinggal di Efesus dan menasihatkan orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain

1 Tim 4:1-3 (suatu pemalsuan)
1  Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
2  oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.
3  Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran.

1 Tim 4:6-8 (Terdidik dalam ajaran yang sehat )
6  Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini.
7  Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.
8  Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

1 Tim 4:13-14 (bertekun dalam membuka kitab suci, dalam membangun dan mengajar).
13  Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar.
14  Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.

Tuhan Yesus tanya soal baptisan Yohanes.
Yohanes : pemberita Injil.

Luk 20:9-19 (perumpamaan tentang ladang anggur)
20-26(wajib pajak)
9 Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada orang banyak: "Seorang membuka kebun anggur; kemudian ia menyewakannya kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain untuk waktu yang agak lama.
10  Dan ketika sudah tiba musimnya, ia menyuruh seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu, supaya mereka menyerahkan sebagian dari hasil kebun anggur itu kepadanya. Tetapi penggarap-penggarap itu memukul hamba itu dan menyuruhnya pulang dengan tangan hampa.
11  Sesudah itu ia menyuruh seorang hamba yang lain, tetapi hamba itu juga dipukul dan dipermalukan oleh mereka, lalu disuruh pulang dengan tangan hampa.
12  Selanjutnya ia menyuruh hamba yang ketiga, tetapi orang itu juga dilukai oleh mereka, lalu dilemparkan ke luar kebun itu.
13  Maka kata tuan kebun anggur itu: Apakah yang harus kuperbuat? Aku akan menyuruh anakku yang kekasih; tentu ia mereka segani.
14  Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berunding, katanya: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisan ini menjadi milik kita.
15  Lalu mereka melemparkan dia ke luar kebun anggur itu dan membunuhnya. Sekarang apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu dengan mereka?
16  Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, dan mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain." Mendengar itu mereka berkata: "Sekali-kali jangan!"
17  Tetapi Yesus memandang mereka dan berkata: "Jika demikian apakah arti nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru?
18  Barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur, dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk."
19  Lalu ahli-ahli Taurat dan imam-imam kepala berusaha menangkap Dia pada saat itu juga, sebab mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu, tetapi mereka takut kepada orang banyak.

Ayat 20-26
20 Ahli-ahli Taurat dan imam-imam kepala mengamat-amati Yesus. Mereka menyuruh kepada-Nya mata-mata yang berlaku seolah-olah orang jujur, supaya mereka dapat menjerat-Nya dengan suatu pertanyaan dan menyerahkan-Nya kepada wewenang dan kuasa wali negeri.
21  Orang-orang itu mengajukan pertanyaan ini kepada-Nya: "Guru, kami tahu, bahwa segala perkataan dan pengajaran-Mu benar dan Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah.
22  Apakah kami diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?"
23  Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka yang licik itu, lalu berkata kepada mereka:
24  "Tunjukkanlah kepada-Ku suatu dinar; gambar dan tulisan siapakah ada padanya?" Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar."
25  Lalu kata Yesus kepada mereka: "Kalau begitu berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!"
26  Dan mereka tidak dapat menjerat Dia dalam perkataan-Nya di depan orang banyak. Mereka heran akan jawab-Nya itu dan mereka diam.

Soal wajib pajak:
Jangankan hanya soal rohani dimana kita harus menjadi wajib pajak kepada Allah, apalagi soal jasmani.
Rm 13:1-7
1  Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.
2  Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya.
3  Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya.
4  Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.
5  Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita.
6  Itulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak. Karena mereka yang mengurus hal itu adalah pelayan-pelayan Allah.
7  Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.

Dalam Luk 20:20-26 tadi Tuhan bicara soal wajib pajak pada Tuhan.
Kalau kita mau jadi manusia rohani, kita harus menjadi wajib pajak pada Tuhan.
Diatas cerita itu ada perumpamaan tentang kebun anggur.
Pembukaan ladang anggur itu ladang mempelai.
Kali ini bukan untuk menjadi buruh, sebab menjadi buruh itu terima upah 1 dinar sehari, tapi disini kita menjadi penggarap kebun anggur bahkan kesempatan untuk menjadi pemiliknya sendiri.

Kalau masuk ladang anggur tanpa perobahan dari kemanusiaannya, tetap berpedang pada kemanusiaan diri sendiri, ini berarti kita mengabaikan kesempatan untuk menjadi pemilik dari ladang anggur itu.
Apapun cara untuk mengelola ladang anggur itu Tuhan bermaksud menyucikan kehidupan itu.

Mengelola ladang anggur supaya menjadi orang kepercayaan Tuhan.
Andaikan penggarap kebun anggur ini bisa mempersembahkan hasil ladangnya, seperti orang yang bayar pajak pada Allah, kehidupan yang beroleh kesempatan untuk diberi diberi, dilimpahi segala berkat dari Allah.

Kalau kita tidak mengalami keubahan, maka justru dengan berkat itu menjadikan orang itu orang jahat, seperti penggarap kebun anggur ini.
Orang yang demikian hanya layak menerima hukuman, mengalami kehancuran kekal.

Kalau kita menjadi orang kepercayaan Tuhan, seyogianya kita berpikir; “Apa yang harus kita persembahkan kalau Tuhan datang nanti.”?
Pil 4:14 (kamu turut mengambil bagian dalam kesusahanku).
 14  Namun baik juga perbuatanmu, bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku.
15  Kamu sendiri tahu juga, hai orang-orang Filipi; pada waktu aku baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia, tidak ada satu jemaatpun yang mengadakan perhitungan hutang dan piutang dengan aku selain dari pada kamu.
16  Karena di Tesalonikapun kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku.
17  Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu.

Orang Pilipi ada perhatian tentang pengeluaran dan pemasukan.
Bukan uangnya semata-mata tapi buahnya.

Begitu orang kepercayaan itu sudah tidak bisa dipercaya lagi, maka Tuhan serahkan pekerjaan itu pada orang lain.
Tuhan menanti keubahan dari sifat-sifat kita.

Disaat-saat tertentu harus sudah buah yang dapat dipersembahkan.
Tuhan mau agar kita jadi kayu yang disalut dengan emas.
Kid 8:11-12
11  Salomo mempunyai kebun anggur di Baal-Hamon. Diserahkannya kebun anggur itu kepada para penjaga, masing-masing memberikan seribu keping perak untuk hasilnya.
12  Kebun anggurku, yang punyaku sendiri, ada di hadapanku; bagimulah seribu keping itu, raja Salomo, dan dua ratus bagi orang-orang yang menjaga hasilnya.

Seribu keping perak = ini menunjuk pada 1000 tahun damai.
Kerajaan 1000 tahun yang Allah janjikan itu tidak bisa dihuni oleh satu dagingpun, sebab itu hanya bisa dihuni oleh manusia yang dipermuliakan.
Jangan kita luput dari ini!
Berikan hidup ini untuk dilayakan oleh Tuhan.
 Tuhan Yesus memberkati.