Translate

15 Nov 2015

Ibadah Pendalaman Alkitab. 13 November 2015.Hubungan Satu Bapa



Ibadah Pendalaman Alkitab
13 November 2015

HUBUNGAN SATU BAPA:
Mal 2:10-16

2:10 Bukankah kita sekalian mempunyai satu bapa? Bukankah satu Allah menciptakan kita? Lalu mengapa kita berkhianat satu sama lain dan dengan demikian menajiskan perjanjian nenek moyang kita?
2:11 Yehuda berkhianat, dan perbuatan keji dilakukan di Israel dan di Yerusalem, sebab Yehuda telah menajiskan tempat kudus yang dikasihi TUHAN dan telah menjadi suami anak perempuan allah asing.
2:12 Biarlah TUHAN melenyapkan dari kemah-kemah Yakub segenap keturunan orang yang berbuat demikian, sekalipun ia membawa persembahan kepada TUHAN semesta alam!
2:13 Dan inilah yang kedua yang kamu lakukan: Kamu menutupi mezbah TUHAN dengan air mata, dengan tangisan dan rintihan, oleh karena Ia tidak lagi berpaling kepada persembahan dan tidak berkenan menerimanya dari tanganmu.
2:14 Dan kamu bertanya: "Oleh karena apa?" Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu.
2:15 Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
2:16 Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel -- juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

Tuhan mau menerangkan kepada kita mengenai hubungan kita dengan Kristus, sebagai kakak sulung kita.
2:10 Bukankah kita sekalian mempunyai satu bapa? Bukankah satu Allah menciptakan kita?

Umat Allah itu memiliki satu Bapa dan yang menciptakan juga satu Allah.
Maka dikatakan: agar antara umat Allah itu jangan ada penghianatan.

Tuhan bermaksud agar umat Allah yang berasal dari satu Bapa itu akan tetap dalam ikatan persaudaraan, jangan tercerai berai. Tapi ada dua perkara yang menyebabkan ikatan persaudaraan itu menjadi tidak kekal.
Ayat 11: Yaitu Yehuda sudah mengawini perempuan bangsa kafir = didalam umat Tuhan ada nikah campuran.
Dan nikah campuran ini yang menyebabkan memecahkan  hubungan persaudaraan.

Yang kedua yaitu adanya dosa perceraian didalam hidup nikahnya umat Tuhan.
 2:16 Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel -- juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

Orang yang bercerai itu menjadi kebencian Allah.
Jangan terjadi penghianatan dalam nikah! Sebab dalam hubungan nikah Tuhan cari benih.

Jadi ada dua dosa yang ditunjukan bagi umat Tuhan, yaitu terjadinya hubungan persaudaraan itu menjadi pecah. Sedangkan Tuhan itu menghendaki agar umat Tuhan itu tidak terjadi perpecahan. Sebab kita berasal dari satu Bapa dan kita diciptakan oleh satu Allah. (ayat 10)

Tuhan menunjuk kepada kita yaitu satu ikatan bersaudara yang sudah dinyatakan Kristus bagi kita semua.
Satu sebab menjadikan ikatan bersaudara itu pecah menjadi berantakan, tidak ada hubungan yaitu nikah campuran.Yang menyebabkan duka citanya Roh Kudus.
Ini hubungan persaudaraan yang diganggu dengan nikah campuran.

Agar kedudukan kita sebagai anak itu tetap, maka Tuhan memberikan borg (jaminan) yaitu Roh Kudus dan terangnya Injil.
Tanda dari anak-anak Allah yaitu harus dipenuhkan dengan Roh Kudus.        

 Rm 8:14-17
8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
8:16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Tandanya sebagai keturunan Ibrahim maka harus disunat. Sunat hati yaitu dipenuhkan oleh Roh Kudus. Dan kepenuhan Roh Kudus ini akan membawa kita pada ibadah penyembahan kepada Tuhan.

Dalam kepenuhan Roh Kudus kita akan dibawa untuk mengenal Kristus sebagai kakak sulung. Kakak sulung = yang dibangkitkan pertama dari orang mati.

1 Kor 15:20
Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.

Orang sulung ini penolong bagi orang mati untuk dibangkitkan.

Kalau Ia pernah dibangkitkan, berarti juga pernah mati. Ia dibangkitkan sebagai orang sulung bagi adik-adik-Nya.

Ibr 2:10-11
2:10 Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah -- yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan --, yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan.
2:11 Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara,

ayat 10 = banyak orang itu yang benar banyak anak-anak.

Kristus  sebagai kakak itu dengan kita disebut anak-anak Allah, itu berasal dari satu Bapa. Oleh sebab itu Ia menyucikan kita, dan pada kita ada bukti-bukti penyucian lewat Firman Allah dan dipenuhkan dengan Roh Kudus. Maka Ia tidak malu-malu mengaku kita menjadi saudara-Nya.

Kalau Ia sebagai orang sulung memberikan segala sesuatu kepada kita apa yang dimilikinya.

Rm 8:26- 32.
8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
8:30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.
8:31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

Oleh sebab itu terhadap nikah campuran Roh Kudus itu sangat menyesal / sangat tidak setuju. Terutama di zaman Roh Kudus.

Roh Kudus sangat tidak setuju kalau kehidupan Kristen itu nikah campuran.
Adanya nikah campuran oleh sebab manusia Kristen ini sudah menggunakan mata.

Mata ini sudah disalah gunakan untuk melampiaskan hawa nafsu.
Sedangkan mata itu sebenarnya adalah pelita tubuh. Kalau mata itu jahat, maka gelaplah seluruh tubuh ini.

Kalau Tuhan hadir di Taman Firdaus, maka Ia hadir dengan suara-Nya, Adam tidak menggunakan matanya tapi cukup dengan mendengar saja, maka hadirat Allah itu hadir.

Apa artinya tidak menggunakan mata, tapi menggunakan telinga?
Telinga itu = iman. Adam sebelum jatuh ia menggunakan imannya / pendengarannya. Karena iman itu timbul dari mendengar Firman-Nya.

Rm 10:17
10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Kej 3:8-10
3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.
3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."

Mereka mendengar kalau Tuhan datang.
Ini satu bukti kalau Tuhan hadir, bukan dengan matanya tapi telinganya (mendengar). Tapi oleh sebab Adam ini sudah tidak beriman, kapan itu?
Yaitu pada waktu ia menggunakan matanya untuk melihat buah pengetahuan dan melihat bahwa dirinya bertelanjang (ayat 6-7).

Sebelum mereka menggunakan matanya, maka mereka belum tahu bahwa dirinya bertelanjang
Kej 2:25
2:25 Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.

Tapi pada waktu menggunakan matanya, sebab manusia kalau tidak melihat tidak percaya, disana ia ditetapkan menjadi orang yang selalu menggunakan matanya untuk menjadi tidak percaya, dan melihat dirinya sebagai orang yag sudah jatuh.

2 Kor 5:7 Hidup ini karena percaya / iman.
5:7 -- sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat --

Dalam daftar iman tidak disebutkan mulai dari Adam tapi mulai dari Habel, sebab Adam sudah jatuh.
Ibr 11:1-4
11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
11:2 Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita.
11:3 Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.
11:4 Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain.

Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.

Iman itu tidak menggunakan mata, tapi iman itu oleh sebab mendengar suara Allah. Dulu Adam tidak menggunakan matanya tapi telinganya untuk mendengarkan suara Allah dan hadirat Allah turun lewat mendengarkan Firman Allah (iman).

Iman Habel ditandai dengan darah.
Kalau kita disunat kan dengan sunat hati, maka kita ada persembahan dengan tanda darah. Sunat hati = dipenuhkan dengan Roh Kudus.

Kalau kita dipenuhkan dengan Roh Kudus kita bisa menghargai korban-Nya Kristus.
Dipenuhkan dengan Roh Kudus itu tandanya yaitu berbahasa asing dan itu berarti berbicara dengan Allah. Tapi bukan bahasa yang dibuat-buat, tapi benar-benar untuk berbicara dengan Allah.

1 Kor 14:2
14:2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.

Roh Kudus menyerukan kepada Allah suatu bahasa rahasia yang tidak bisa dimengerti oleh manusia.

Untuk persembahan Habel harus ada tanda darah. Tanda darah untuk mengagungkan korbannya Kristus. Tidak ada bahasa didunia yang bisa dipakai untuk mengagungkan korbannya Kristus, oleh sebab itu kita perlu dipenuhkan dengan Roh Kudus untuk menggunakan bahasa asing.

Kalau secepatnya Adam dan Hawa mulai menggunakan matanya untuk tertarik kepada pengetahuan, maka pada saat itu ia kehilangan iman. Oleh sebab itu dalam daftar iman nama Adam tidak dicantumkan oleh sebab ia sudah gugur dalam iman.

Tapi daftar iman itu dimulai dari Habel, sebab Habel mempersembahkan persembahan yang ditandai dengan darah.
Adam sudah tidak tertarik lagi dengan Firman / suara Allah, tapi lebih suka menggunakan matanya.

Kej 6:1-3
6:1 Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan,
6:2 maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.
6:3 Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."

Anak-anak Allah melihat anak-anak perempuan manusia. Ini permulaan dari nikah campuran.
Kalau kehidupan anak-anak Tuhan tidak menyimpan Firman Tuhan, maka mulai menggunakan mata untuk melihat. Show sengaja dipertontonkan oleh Iblis.

Kata “Siapa yang disukai’’: itu bukan disukai oleh Allah, sebab mereka meninggalkan apa yang digariskan oleh Allah.
Sejak manusia kawin campuran maka Roh Kudus tidak mau berbantah-bantah lagi, dan daging ini umurnya dibatasi. Roh Kudus tidak mau bertengkar!

Roh Kudus tidak suka rohani ini campur dengan daging (ayat 4-6) Sebab akibat dari nikah campuran ini akan menimbulkan hawa nafsu yang besar.

Keturunan mereka besar-besar seperti raksaksa, mereka melahirkan anak yang tubuhnya besar-besar. Bukan Allah yang dibesarkan tapi diri sendiri.
Tuhan kehendaki ibadah itu murni, tidak bercampur. Roh Kudus zaman akhir ini menuntut suatu kemurnian.

Seorang hamba Tuhan yang full time tidak mencampur dengan perkara-perkara dunia ini, kalau ingin hasilnya baik.

Manusia itu cenderung untuk tidak mempercayai Firman Allah, oleh sebab itu sering mencampurkan perkara rohani dengan cara-cara duniawi.

Ef 2:8-10 Hidup dalam kemurahan:
2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Kita diselamatkan oleh iman, bukan dari hasil usaha kita.
Hidup ini sebenarnya tidak terlalu repot, kalau saja kita tahu kemurahan Allah. Hidup dalam mentaati perkara-perkara dari Sorga (diatas) Yang diatas dipikirkan itu adalah Firman Allah (ayat6)                                                                              
Ef  2:6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,

Ini yang Tuhan sediakan : yaitu Firman Allah yang begitu besar. Firman Allah itu menyucikan dan Roh Kudus itu membawa ibadah kita berkenan  dihadapan Allah.

Oleh sebab itu jangan terjadi nikah campuran. Kita harus berdoa, supaya nikah yang pincang itu dikerjakan oleh Firman Allah.

Kita harus memberikan hidup ini murni bagi Tuhan. Hidup yang suci itu adalah hidup yang diasingkan.

Kita bukan anak-anak dunia, tapi anak-anak Allah, yang nanti akan diterima sebagai saudara kandungnya Kristus.
Oleh Roh Kudus itu kita dijadikan sama-sama waris.

Ef 1:13-14
1:13 Di dalam Dia kamu juga -- karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu -- di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.
1:14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

Orang-orang percaya tidak campur dengan orang-orang dunia, tidak menggunakan mata.
Hadirat Roh Kudus bersama dengan Firman Allah itu begitu murni, tidak usah kita campurkan.

Tuhan mau hidup kita murni yang tulen, jangan kita campur dengan yang tidak baik. Oleh sebab itu Tuhan mau agar rohani kita menjadi dewasa, dan untuk itu kita harus makan dengan makanan yang keras, agar jangan rohani kita campur.

Ibr 5:11-14
5:11 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.
5:12 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.
5:13 Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.
5:14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

Banyak yang lamban mendengar: (Ayat 11)
Seperti sudah direrangkan mengenai hubungan bersaudara, jangan ada yang tidak mengerti / memahami dengan penerangan yang lalu, yatu soal kedudukan suami – istri = kepala – tubuh.
Saudara = sama-sama mempunyai hak pewaris.

Kalau hubungan saudara itu berarti mengangkat derajat istri itu menjadi sama waris dengan DIA.
Jadi hubungan suami istri Firman Allah katakan hubungan kakak adik.

Dalam Ibr 5:14 dikatakan: membedakan baik dan jahat dengan ketajaman Firman Allah, bukan seperti Adam & Hawa membedakan baik dan jahat dengan matanya.

Ini zamannya nikah campuran, oleh sebab itu kita memohonkan kehadirat Allah agar nikah kita tetap menjadi suci.

Tuhan Yesus memberkati.