Translate

27 Sep 2015

Ibadah Pendalaman Alkitab. 25 September 2015. Persembahan Sulung



Ibadah Pendalaman Alkitab
25 September 2015

PERSEMBAHAN SULUNG:
Dalam kitab Maleakhi pasal 1 ini mengajar kepada kita tentang persembahan sulung.

Untuk kita yang tinggal pada akhir zaman ini mendapat kesempatan yang begitu indah untuk memasuki kesempurnaan.
Untuk maksud tersebut Tuhan bukakan kesempatan yang begitu indah.  

 Zaman akhir ini Tuhan menyatakan dua perkara yang berbalikan, yaitu:
Kalau Tuhan tidak mengasihi / menyayang manusia, maka Tuhan akan membenci / menghukum manusia.

Seperti yang ditulis dalam Mal 1:2-5
1:2 "Aku mengasihi kamu," firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?" "Bukankah Esau itu kakak Yakub?" demikianlah firman TUHAN. "Namun Aku mengasihi Yakub,
1:3 tetapi membenci Esau. Sebab itu Aku membuat pegunungannya menjadi sunyi sepi dan tanah pusakanya Kujadikan padang gurun."
1:4 Apabila Edom berkata: "Kami telah hancur, tetapi kami akan membangun kembali reruntuhan itu," maka beginilah firman TUHAN semesta alam: "Mereka boleh membangun, tetapi Aku akan merobohkannya; dan orang akan menyebutkannya daerah kefasikan dan bangsa yang kepadanya TUHAN murka sampai selama-lamanya."
1:5 Matamu akan melihat dan kamu sendiri akan berkata: "TUHAN maha besar sampai di luar daerah Israel."

Kalau tidak dikasihi ya dibenci! Tapi Tuhan bermaksud mengasihi kita sekalian, kalau tidak Tuhan akan membenci dan menghukumkan kehidupan yang semacam Esau, dimana ia tidak mungkin bisa bangun kembali.

Untuk supaya Tuhan menyatakan kasih-Nya pada kita sekarang ini, maka kita harus bisa memberikan alasan untuk bisa menerima kasih-Nya yaitu dengan jalan mempersembahkan kehidupan sulung.
Sebab Tuhan menghendaki segala yang sulung baik dari manusia maupun binatang.

Kel 13:1-2
13:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
13:2 "Kuduskanlah bagi-Ku semua anak sulung, semua yang lahir terdahulu dari kandungan pada orang Israel, baik pada manusia maupun pada hewan; Akulah yang empunya mereka."

Karena Tuhan menentukan bahwa yang sulung itu miliknya Tuhan, maka yang sulung itu harus lewat penyucian.

Tujuan hidup kita ini yaitu mempersembahkan yang baik bagi Tuhan.
Waktu yang begitu singkat ini disediakan Tuhan untuk kehidupan yang mau disucikan.

Untuk menghadapi akhir zaman, dimana Tuhan akan menggoncangkan dunia ini, maka kita sudah harus mempersembahkan hidup kita ini menjadi sidang sulungnya Tuhan.

Kegoncangan ini merupakan satu tes, supaya miliknya Tuhan ini tetap akan kelihatan tetap tidak bergoncang dan menjadi sidang sulungnya Tuhan.

Ibr 12:22-28
12:22 Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah,
12:23 dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna,
12:24 dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel.
12:25 Jagalah supaya kamu jangan menolak Dia, yang berfirman. Sebab jikalau mereka, yang menolak Dia yang menyampaikan firman Allah di bumi, tidak luput, apa lagi kita, jika kita berpaling dari Dia yang berbicara dari sorga?
12:26 Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: "Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga."
12:27 Ungkapan "Satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.
12:28 Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.

Tujuan ibadah kita yaitu merupakan sidang dari orang-orang sulung.
Kita menghadapi Firman Allah yang menggoncangkan baik bumi mataupun langit.

Tuhan mau mencari siapa-siapa yag tidak menjadi goyah.
Sekali lagi Tuhan akan menggoncangkan.
Untuk membedakan kehidupan yang tergoncangkan dan yang tinggal tetap.

Marilah kita berpegang pada kemurahan; zaman yang singkat ini adalah zaman kemurahan, kita pergunakan ini untuk menjadi Sidang Sulungnya Allah.
Jangan sampai kesempatan ini kita abaikan, sehingga kita menjadi seperti Esau.

Firman Tuhan dinyatakan dengan sungguh-sungguh untuk segera dalam kegenapannya.
Sejak kita diberi kesempatan untuk melalui proses kelahiran baru, maka sejak itu

Tuhan tuntut agar kehidupan kita dapat mempersembahkan persembahan sulung.
Kedua anak Adam bermaksud mengadakan ibadah dan Tuhan begitu menaruh perhatian.

Kalau Tuhan memberi kesempatan kapada kita untuk mengalami kelahiran baru, maka persembahan kita Tuhan periksa, seperti Tuhan periksa persembahan Kain dan Habel.

Sekalipun Habel itu bukan orang sulung, tapi karena persembahannya adalah persembahan sulung, maka persembahannya itu berkenan kepada Allah.

Sebaliknya persembahan Kain tidak ada ciri kesulungan.  Sejak itu Tuhan periksa. Kej 4:1-7
4:1 Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN."
4:2 Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani.
4:3 Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan;
4:4 Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,
4:5 tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.
4:6 Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?
4:7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."

Kain mempersembahakan sebagian dari hasil ladangnya, tapi Habel sudah memberikan yang sulung dari dombanya.
Khususnya dalam persembahan, Tuhan periksa.

Bukan saja Tuhan tuntut persembahan yang ditandai dengan darah, tapi juga harus yang terbaik.

Kepada Kain Tuhan sebenarnya memberi kesempatan untuk berbuat baik, tapi tidak dimanfaatkan.

Sebagai orang sulung Kain mempersembahkan sembarangan persembahan, tidak merupakan persembahan yang sulung. Maka Tuhan anggap itu bukan persembahan yang berkenan, bukan suatu perbuatan yang baik, sudah menyia-nyiakan suatu kesempatan, dan Tuhan tolak.

Tuhan menuntut kehidupan kekristenan kita suatu ibadah yang sebaik-baiknya, sebab yang terbaik itu yang harus kita persembahkan kepada Allah.

Jangan ibadah kita itu tidak sepenuh hati!
Sejak manusia melaui proses kelahiran baru, maka Tuhan sangat memeriksa ibadah kita.

Ibadah yang baik yaitu tidak membuang kesempatan-kesempatan untuk mengalami disucikan oleh Tuhan.

Orang yang tidak mau disucikan itu berarti mempertahankan solah tingkah hidup dalam dosa.
Ibadah kita tidak perlu dinilai oleh manusia, tapi tiap kunjungan ibadah kita diperiksa oleh Tuhan
.
Kalau pada zamannya Musa orang yang menolak sudah begitu hukumannya, maka zaman sekarang kita tidak ada alasan untuk menolak, sebab Tuhan menetapkan untuk siapa yang akan menjadi sidang sulungnya, agar tidak ikut tergoncangkan bersama dunia ini.

Sebenarnya Tuhan tidak menolak hasil bumi, kalau itu persembahan sulung.
Sebab ada peraturan dalam Taurat, bahwa hasil bumi yang sulung juga dikehendaki oleh Tuhan.
Bil 18:12-13,15
18:12 Segala yang terbaik dari minyak dan segala yang terbaik dari anggur dan dari gandum, yakni yang sebagai hasil pertamanya dipersembahkan mereka kepada TUHAN, Aku berikan kepadamu.
18:13 Hulu hasil dari segala yang tumbuh di tanahnya yang dipersembahkan mereka kepada TUHAN adalah juga bagianmu; setiap orang yang tahir dari seisi rumahmu boleh memakannya.
18:15 Semua yang terdahulu lahir dari kandungan segala yang hidup, yang dipersembahkan mereka kepada TUHAN, baik dari manusia maupun dari binatang, adalah bagianmu; hanya haruslah kamu menebus anak sulung manusia, juga anak sulung binatang yang najis haruslah kamu tebus.

Yang sulung dari hasil bumi Tuhan kehendaki.
Adakah Kain mempersembahkan yang sulung dari hasil ladangnya?

Tuhan berikan buah sulung dari hasil bumi itu kepada Lewi, sebab Tuhan sudah pilih Lewi sebagai orang sulungnya Israel untuk mengganti orang sulung yang diperanakan oleh Israel.

Sebab jika tidak diatur oleh Allah, maka nanti tiap orang sulungnya tiap suku Israel itu akan akan menjabat sebagai imam. Tuhan tentukan Lewi sebagai orang sulungnya Israel.

Bil 8:18-19
8:18 Maka Aku mengambil orang Lewi ganti semua anak sulung yang ada pada orang Israel,
8:19 dan Aku menyerahkan orang Lewi dari tengah-tengah orang Israel sebagai pemberian kepada Harun dan anak-anaknya untuk melakukan segala pekerjaan jabatan bagi orang Israel di Kemah Pertemuan, dan untuk mengadakan pendamaian bagi orang Israel, supaya orang Israel jangan kena tulah apabila mereka mendekat ke tempat kudus."

Oleh sebab itu kepada Lewi itu diberikan hak kesulungan dari persembahan sidang Israel.

Kita harus perhatikan segala kegiatan rohani lebih dari kegiatan jasmani.
Tuhan tentukan Lewi sebagai sulungnya Israel, supaya didalam Israel itu ada suatu pelayanan ibadah. Supaya orang-orang sulungnya Israel itu diterima oleh Tuhan, bahkan seluruh umat Israel itu diterima oleh Tuhan oleh sebab ada pelayanan rohani.

Itu sudah ditentukan sejak dahulu, pelayanan rohani itu ada sangkut pautnya dengan persembahan sulung. Dan ini berarti kita harus mengutamakan  kegiatan-kegiatan rohani, sebab dari sana kita bisa berkenan kepada Allah.

Yang terutama itu bukan yang jasmani tetapi yang rohani, supaya kita mendapat pelayanan dari Kristus.

Karena pelayanan rohani ini kita akan menjadi kehidupan yang sulung bagi Anak Domba dan bagi Allah, dan ini suatu persembahan yang terpenting.

Kalau kita tidak menghargai pelayanan rohani, sedangkan jalan ketebusan untuk menjadi kehidupan yang kita persembahkan untuk menjadi kehidupan yang sulung, maka kita tidak akan dapat mempersembahkan hasil bumi yang berkenan kepada Allah. Nanti akan terjadi persembahan yang begitu hebat.

Pelayanan rohani ini akan mengikuti jejaknya Kristus, dan itu jalan tidak mengikuti kemauan daging.
Why 14:4-5
14:4 Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.
14:5 Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.
     
 Jalannya Anak Domba itu ialah kematian dan kebangkitan serta dipermuliakan.
Yang Tuhan kehendaki supaya kita boleh menjadi korban sulung. Kalau kita tidak mau terima ini maka berarti kita akan menerima pembalasan.

Sebab ada ayat yang mengatakan: “Daging dan darah tidak dapat mewarisi kerajaan Allah!”
1 Kor 15:47-50
15:47 Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga.
15:48 Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga.
15:49 Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.
15:50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

Daging dan darah itu berarti bertahan dalam hidup yang lama, tidak mau mengalami keubahan, dan oleh sebab itu tinggal menunggu pembalasannya saja.

Tuhan mau agar kehidupan kita ditebus dari manusia jasmani menjadi manusia rohani, kalau tidak mau maka Tuhan akan membalasnya.

Why 14:17-20
14:17 Dan seorang malaikat lain keluar dari Bait Suci yang di sorga; juga padanya ada sebilah sabit tajam.
14:18 Dan seorang malaikat lain datang dari mezbah; ia berkuasa atas api dan ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang sabit tajam itu, katanya: "Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan potonglah buah-buah pohon anggur di bumi, karena buahnya sudah masak."
14:19 Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam kilangan besar, yaitu murka Allah.
14:20 Dan buah-buah anggur itu dikilang di luar kota dan dari kilangan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya dua ratus mil.

Pembalasan kepada kehidupan yang ditandai dengan nafsu. Akan terjadi pembalasan yang berlaku atas manusia, dimana aliran darah itu setinggi kang dari mulut kuda.

Sebab Tuhan itu tidak mengijinkan darah ini masuk kedalam kerajaan Sorga. Ini pembalasan Tuhan, sebab manusia tidak mau menerima ketebusan Tuhan sampai kehidupan sulung. Firman Allah yang akan membalasnya.

Yoh 12:20-26
12:20 Di antara mereka yang berangkat untuk beribadah pada hari raya itu, terdapat beberapa orang Yunani.
12:21 Orang-orang itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari Betsaida di Galilea, lalu berkata kepadanya: "Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus."
12:22 Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas; Andreas dan Filipus menyampaikannya pula kepada Yesus.
12:23 Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.
12:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
12:25 Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.
12:26 Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

Tuhan menuntut agar hidup kita ini menjadi seperti benih gandum yang rela
mati terkubur, sehingga nanti mengalami kebangkitan dan berbuah-buah,
sehingga dapat mempersembahkan persembahan yang sulung. Sebab ini
terkena fasal penyembahan.

 Ini jalannya: kalau tidak mau maka nanti Firman Allah yang
menghukumnya.
 Yoh 12:47-48
12:47 Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.
12:48 Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.

Kalau kita tidak bisa mempersembahkan yang sulung, artinya tidak mau
mengalami kematian dan kebangkitan, maka pada akhir zaman daging dan
darah ini akan dihukum.
Firman itu akan menghukum segala daging.

Why 19:7-8
19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]

Ini menunjuk pada kehidupan yang mau menerima penyucian, sampai menjadi
mempelai-Nya.

Why 19:15,17,18,21
19:15 Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.
19:17 Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: "Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar,
19:18 supaya kamu makan daging semua raja dan daging semua panglima dan daging semua pahlawan dan daging semua kuda dan daging semua penunggangnya dan daging semua orang, baik yang merdeka maupun hamba, baik yang kecil maupun yang besar."
19:21 Dan semua orang lain dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan semua burung kenyang oleh daging mereka.

Semua daging akan dibinasakan. Ini yang dikatakan bahwa kerajaan Sorga tidak
bisa menerima daging dan darah.
Nanti kalau gereja Tuhan sudah diterima sebagai pengantin Tuhan, maka
disanalah tamatnya dari segala pekerjaan daging.

Sejak semula Allah itu meghendaki persembahan yang sulung, persembahan
sulung yaitu satu kehidupan yang menerima pelayanan rohani, satu kehidupan
yang tidak berpegang pada hawa nafsu daging.

Karena pengantin Tuhan itu
berpakaian pakaian yang suci, itulah kebenaran dari kehidupan orang-orang
suci. Sebab kalau tidak itu nanti ada ciri dari nafsu kehidupan Esau.

Esau lahir dengan badannya penuh bulu: bulu itu gambar dari kemuliaan Roh
Kudus, tapi dalam praktek hidupnya ia hidup dalam hawa nafsu.

Seperti Tuhan berkata kepada jemaat di Galatia: engkau begitu bodoh,
engkau mulai dengan Roh, maukah kamu mengakhirinya dengan hawa nafsu.

 Edom itu artinya merah = itu tanda ketebusan, tapi ia sudah menghinakan hak
Sulung. Kehidupannya menunjukan nafsu daging. Ingat daging itu akan
mengalami dibalas oleh Tuhan.
Tidak ada lain: kalau Tuhan tidak mengasihi, ya membenci. Mengasihi dan
membenci itu akan berjalan bersama-sama.

Kasih Tuhan terhadap gereja-Nya, sebab gereja Tuhan itu adalah pengantin
perempuan Tuhan. Kasihnya kepada mempelai perempuan itu begitu besar,
tapi kebencian terhadap daging itu juga begitu besar.

Waktu nikah Anak Domba itu sudah tiba, mari kita bersorak sorai, kasihnya
Tuhan terhadap gerejanya itu begitu besar, yaitu seperti seorang laki-laki
kepada istrinya sendiri. Itulah kasih yang begitu besar, tapi kepada semua
daging Tuhan menaruh kebencian.

Oleh kuasa Firman Allah nanti semua daging itu dibinasakan. Dan pesta dari pengantin
itu akan dibesarkan dengan makanan daging yang sengaja diumpankan kepada
burung-burung. Sebab itu adalah pesta malam.

Why 19:17
19:17 Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: "Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar,
Perjamuan malam yang besar!

Yang menjadi menyesal dari segala daging itu ialah nabi palsu dan antikrist,
juga nanti Iblis yang menjadi sumbernya segala gangguan itu juga ditangkap
untuk dibinasakan.

Why 20:9-10
20:9 Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka,
20:10 dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.

Kalau Tuhan datang dalam daging dalam sengsaranya yang begitu hebat, oleh
sebab Tuhan mau menebus kita.
Pembalasan Allah yang begitu hebat atas darah dan daging.

Kita tidak mengambil jalannya Esau dan jalannya Kain. Tapi dalam pelayanan
rohani ini kita boleh menjadi kehidupan yang bersikap rohani.

Jangan ambil jalannya Kain dan Esau yang ditandai dengan daging dan darah,
tapi jalannya Yakub, yaitu lewat pergumulan melawan darah dan daging.

Beri kesempatan perjamuan suci mengubah kehidupan kita.                          
Kita mau menghargai korban-Nya Kristus dalam menerima perjamuan suci.

Tuhan Yesus memberkati.