Translate

26 Jul 2015

Ibadah Raya. 26 Juli. Kerajaan Seribu Tahun



Ibadah Raya. 26 Juli 2015

KERAJAAN SERIBU TAHUN.
WHY 20:1-6
20:1 Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya;
20:2 ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya,
20:3 lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya.
20:4 Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.
20:5 Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Inilah kebangkitan pertama.
20:6 Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

Iblis ditangkap dan dipenjarakan dalam lubang yang tak terduga dalamnya.
Iblis yang pekerjaannya menyesatkan bangsa-bangsa itu ditangkap dan dimasukan dalam jurang maut kemudian dimeterai atasnya, sehingga tidak mungkin dapat lolos.

Lamanya Iblis dipenjara itu seribu tahun dan pada saat itu keadaan dimuka bumi ini dalam keadaan damai. Seribu tahun damai itu menunjuk Sabat yang besar.

Allah bekerja selama 6 hari, dan pada hari yang ke 7 Allah berhenti dari segala pekerjaan yang diperbuat-Nya. Lalu Allah memberkati hari yang ke 7 itu dan mengkuduskannya.
Kej 2:1-3
2:1 Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
2:2 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
2:3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.

Satu hari bagi Allah = 1000 tahun.
Maz 90:4
90:4 Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.

2 Pet 3:8
3:8 Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.

Kita hidup dizaman 2000 tahun yang terakhir.
Menurut pembagian zaman:                             2000 tahun pertama dihitung dari Adam sampai Abraham
2000 tahun kedua dihitung dari Abraham sampai kedatangan Yesus yang pertama.
2000 tahun yang ketiga dihitung dari kedatangan Yesus yang pertama sampai kedatangannya yg ke 2

Jadi setelah 6000 tahun kita akan memasuki zaman 1000 tahun damai.
Iblis tahu bahwa tidak lama lagi dia akan dipenjarakan, berarti kesempatan bagi dia sudah tidak lama lagi. Itu sebabnya dia berusaha dengan sekuat tenaga untuk menyesatkan manusia sebanyak mungkin. Why 12:12
12:12 Karena itu bersukacitalah,  hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya,  celakalah kamu, hai bumi dan laut!  karena Iblis telah turun kepadamu,  dalam geramnya yang dahsyat,  karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat."

Jadi kerajaan 1000 tahun itu disebut juga sebagai Sabat Yang Besar.
Hari Sabat adalah hari perhentian; kalau bangsa Israel memegang hari Sabat sebagai hari perhentian secara lahir, sebagaimana yang tercantum dalam Loh Batu hukum yang ke 4.
Kel 20:8-11
20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
20:9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
20:10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
20:11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

INGATLAH KAMU AKAN HARI SABAT!
Tapi Yesus mengajar Sabat ini justru menunjuk pada Sabat didalam hati, yaitu perhentian secara bathin.
 Ajaran Tuhan Yesus ini sangat ditentang oleh orang-orang Yahudi dan ahli-ahli Taurat.
Justru Tuhan Yesus beberapa kali mengadakan mujizat jatuh pada hari Sabat.
Seperti penyembuhan orang lumpuh dikolam Bethesda.
Yoh 5:1-9, 10-18.
5:1 Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem.
5:2 Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya
5:3 dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.
5:4 Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apa pun juga penyakitnya.
5:5 Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
5:6 Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"
5:7 Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."
5:8 Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
5:9 Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi
hari itu hari Sabat.
5:10 Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: "Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu."
5:11 Akan tetapi ia menjawab mereka: "Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah."
5:12 Mereka bertanya kepadanya: "Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?"
5:13 Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.
5:14 Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk."
5:15 Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia.
5:16 Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.
5:17 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga."
5:18 Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.

Orang-orang Yahudi seperti tidak suka jika terjadi mujizat pada orang yang sakit lumpuh 38 tahun ini.
Pada waktu orang ini mengangkat tilamnya / tempat tidurnya ditegur: “Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu.” (ayat 10)
Sebab memikul itu = bekerja. Secara jasmani orang ini melanggar hukum hari Sabat.

Ibadah itu selalu berkaitan dengan Sabat. Orang ini menerima mujizat justru pada hari Sabat.
Siapakah yang pernah peduli dengan sakitnya orang ini?
Dalam penuturannya kepada Tuhan Yesus ia berkata: “Tuhan tidak ada orang yang menurunkan aku kedalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju kekolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.”
Jadi jelas tidak ada orang yang peduli kepadanya kecuali Yesus.

Kita hidup pada zaman akhir ini dimana banyak orang yang hidup secara egois, tidak mau peduli dengan kesusahan orang lain, terhadap penderitaan orang lain.
2 Tim 3:1-5
3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
3:3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
3:4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

Manusia mencintai dirinya sendiri!
Hukum Sabat tidak sanggup menolong dia, tapi Yesus yang ditampilkan di Kolam Bethesda (artinya Rumah Belas Kasihan) itu benar-benar menaruh perhatian dan belas kasihan kepada orang lumpuh ini.
 Mat 12:7-8
12:7 Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah.
12:8 Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

APA YANG DIPERHATIKAN TUHAN?
Kehidupan nikah!  Sebab tempat tidur itu bicara soal nikah:
Tempat tidur yang diusung berpindah dari satu tempat ketempat lain. Ini adalah bicara soal kesucian nikah.
Ibr 13:4
13:4 Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.

Dosa perzinahan itu semakin hari semakin hebat!
Kemudian Tuhan Yesus berkata kepada orang yang disembuhkan dari kelumpuhannya selama 38  tahun: “engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk” (Yoh 5:14)

Peringatan ini perlu diperhatikan: Peringatan untuk tidak mengulangi perbuatan dosa. Hal yang sama juga pernah disampaikan Tuhan Yesus kepada perempuan yang ditolong dari rajaman batu oleh orang-orang Yahudi ketika kedapatan berbuat zinah.
Yoh 8:2-11.
8:2 Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
8:3 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
8:4 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
8:5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"
8:6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
8:7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."
8:8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
8:11 Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

Jika perempuan ini dihadapkan dengan hukum Musa, pasti dia akan mati dirajam batu, untung dia bertemu dengan Tuhan Yesus.
Kedatangan Tuhan pada pagi-pagi sekali itu seperti menantikan kedatangan orang yang perlu diselamatkan, dalam hal ini adalah perempuan berdosa ini.

Pelajaran yang bisa kita petik dari kisah ini ialah: Kalau kita sudah dilepaskan dari segala dosa kita, jangan kita berbuat dosa lagi agar tidak terjadi hal yang lebih buruk lagi.
 2 Pet 2:20-22
2:20 Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula.
2:21 Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka.
2:22 Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."

Tuhan menjanjikan Sabat dalam hidup kita, seperti yang IA pernah katakan didalam injil Mat 11:28-30.
11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

Tuhan Yesus memberkati.