Translate

5 Jul 2015

Ibadah Raya. 5 Juli 2015. Penghakiman Atas Babel



Ibadah Raya. 5 Juli 2015

PENGHAKIMAN ATAS BABEL.

Siapakah yang dimaksud Babel disini?
Babel adalah kota besar.
Why 17:18
18 Dan perempuan yang telah kaulihat itu, adalah kota besar yang memerintah atas raja-raja di bumi."

Sejarah Babel:
Babel adalah sebuah kota yang didirikan oleh orang-orang pada zaman dahulu, dimana pada waktu itu seluruh bumi masih  menggunakan satu bahasa.
Tujuan mereka membangun menara itu adalah supaya mereka terkenal (mencari nama).
Mereka membangun menara yang tingginya sampai ke langit.

Apakah tujuannya mereka mendirikan menara yang begitu tinggi?
Mencari nama dan supaya mereka tidak bercerai berai.
Apakah maksud mereka tercapai?
Kej 11:1-9.
1  Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya.
2  Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana.
3  Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat.
4  Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi."
5   Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu,
6  dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.
7  Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing."
8  Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu.
9  Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacau-balaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.

Babel artinya : Kacau balau.
Tuhan sudah mengacau-balaukan bahasa mereka, sehingga mereka gagal membangun menara yang tingginya sampai kelangit.
Maksud mereka dengan mendirikan menara yang tingginya sampai ke langit ini hanya untuk mencari nama (suatu kebanggaan) atau kesombongan belaka, itu sebabnya Tuhan menggagalkan usaha mereka.

Jadi dibalik semua itu ada kesombongan, ingin populer.
Hal ini mengingatkan kita pada kejatuhan Lucifer yang ingin duduk di tahtanya Allah. Yes 14:12-15
12  "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!
13  Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.
14  Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!
15  Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.

Betapa sombongnya Lucifer ini sehingga Allah mencampakannya sampai ke dunia orang mati.
Jadi tujuan orang-orang yang ingin mendirikan menara Babel waktu itu adalah untuk mengulang rencana Iblis yang digagalkan oleh Allah. Mencari popularitas berarti secara tidak langsung ingin menyombongkan diri.

Kita harus berhati-hati dengan dosa kesombongan, sebab orang yang menyombongkan diri akan berurusan dengan Allah.
Yak 4:6-7,10.
6  Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
7  Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!
10  Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.

Firman Tuhan mengajar kepada kita untuk berpikir yang sederhana, tidak memikirkan perkara yang tinggi-tinggi.
Rm 12:3, 16.
3 Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.
16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!

Pada akhir zaman ini Iblis berusaha membangun kembali Babel yang sudah diruntuhkan ini. Mereka menyusun kekuatan untuk berperang melawan Anak Domba.

Why 17:13-14
13  Mereka seia sekata, kekuatan dan kekuasaan mereka mereka berikan kepada binatang itu.
14  Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia."

BABEL YANG DIBANGUN AKHIR ZAMAN INI ADALAH ROH-ROH KENAJISAN – ROH-ROH PERZINAHAN DAN PERCABULAN YANG SEMAKIN HARI SEMAKIN MERAJA LELA UNTUK MERUSAK MANUSIA.

Babel dikitab Wahyu ini disebut pelacur besar.
Manusia telah dirusak oleh roh-roh kenajisan, sehingga cara berpikirnyapun ikut najis.

Kita simak Firman Tuhan didalam surat Titus 1:15-16
15  Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis.
16  Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.

Gereja Tuhan yang hidup di zaman akhir ini dihadapkan dengan roh-roh najis yang bekerja luarbiasa, itu sebabnya kita membutuhkan Firman Tuhan yang berbobot yang sanggup mengadakan penyucian atas kehidupan kita.

Roh-roh najis ini berpusat di kota Babel; demikian yang dilihat oleh nabi Zakharia dalam salah satu penglihatan.
Zac 5:5-11
5   Tampillah malaikat yang berbicara dengan aku itu, katanya kepadaku: "Cobalah layangkan matamu dan lihatlah apa yang muncul itu!"
6  Lalu tanyaku: "Apa itu?" Jawabnya: "Yang muncul itu sebuah gantang!" Lagi katanya: "Inilah kejahatan mereka di seluruh negeri!"
7  Lihat, tutup timah gantang itu telah terangkat, dan seorang perempuan duduk di dalamnya!
8  Kemudian berkatalah ia: "Itulah kefasikan!" Lalu didorongnyalah perempuan itu kembali ke dalam gantang dan dibantingnyalah batu timah itu ke mulut gantang.
9  Lalu aku melayangkan mataku dan aku melihat: tampak tampil dua orang perempuan yang sayapnya didorong oleh angin. Adapun sayap mereka adalah sayap seperti burung ranggung. Mereka mengangkut gantang itu di antara bumi dan langit.
10  Bertanyalah aku kepada malaikat yang berbicara dengan aku itu: "Ke mana mereka membawa gantang itu?"
11  Jawabnya kepadaku: "Ke tanah Sinear, untuk mendirikan sebuah rumah bagi perempuan itu. Dan apabila itu selesai, maka mereka akan menempatkan dia di sana di tempat rumah itu didirikan."

Jadi kenajisan itu ada pusatnya, dan pusatnya ada pada perempuan Babel.
Itu sebabnya ada seruan Firman Allah yang mengatakan:
Why 18:4-5
4  Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: "Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.
5  Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya.

Kalau zaman dahulu mereka berencana untuk membangun menara yang puncaknya sampai kelangit, tapi di zaman akhir ini yang mencapai langit justru adalah dosa-dosanya.
Ini luar biasa, itu sebabnya Allah berfirman:
Why 18:6-20, 21-24
6  Balaskanlah kepadanya, sama seperti dia juga membalaskan, dan berikanlah kepadanya dua kali lipat menurut pekerjaannya, campurkanlah baginya dua kali lipat di dalam cawan pencampurannya;
7  berikanlah kepadanya siksaan dan perkabungan, sebanyak kemuliaan dan kemewahan, yang telah ia nikmati. Sebab ia berkata di dalam hatinya: Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung.
8  Sebab itu segala malapetakanya akan datang dalam satu hari, yaitu sampar dan perkabungan dan kelaparan; dan ia akan dibakar dengan api, karena Tuhan Allah, yang menghakimi dia, adalah kuat."
9  Dan raja-raja di bumi, yang telah berbuat cabul dan hidup dalam kelimpahan dengan dia, akan menangisi dan meratapinya, apabila mereka melihat asap api yang membakarnya.
10  Mereka akan berdiri jauh-jauh karena takut akan siksaannya dan mereka akan berkata: "Celaka, celaka engkau, hai kota yang besar, Babel, hai kota yang kuat, sebab dalam satu jam saja sudah berlangsung penghakimanmu!"
11  Dan pedagang-pedagang di bumi menangis dan berkabung karena dia, sebab tidak ada orang lagi yang membeli barang-barang mereka,
12  yaitu barang-barang dagangan dari emas dan perak, permata dan mutiara, dari lenan halus dan kain ungu, dari sutera dan kain kirmizi, pelbagai jenis barang dari kayu yang harum baunya, pelbagai jenis barang dari gading, pelbagai jenis barang dari kayu yang mahal, dari tembaga, besi dan pualam,
13  kulit manis dan rempah-rempah, wangi-wangian, mur dan kemenyan, anggur, minyak, tepung halus dan gandum, lembu sapi, domba, kuda dan kereta, budak dan bahkan nyawa manusia.
14  Dan mereka akan berkata: "Sudah lenyap buah-buahan yang diingini hatimu, dan segala yang mewah dan indah telah hilang dari padamu, dan tidak akan ditemukan lagi."
15  Mereka yang memperdagangkan barang-barang itu, yang telah menjadi kaya oleh dia, akan berdiri jauh-jauh karena takut akan siksaannya, dan sambil menangis dan meratap,
16  mereka berkata: "Celaka, celaka, kota besar, yang berpakaian lenan halus, dan kain ungu dan kain kirmizi, dan yang dihiasi dengan emas, dan permata dan mutiara, sebab dalam satu jam saja kekayaan sebanyak itu sudah binasa."
17  Dan setiap nakhoda dan pelayar dan anak-anak kapal dan semua orang yang mata pencahariannya di laut, berdiri jauh-jauh,
18  dan berseru, ketika mereka melihat asap api yang membakarnya, katanya: "Kota manakah yang sama dengan kota besar ini?"
19  Dan mereka menghamburkan debu ke atas kepala mereka dan berseru, sambil menangis dan meratap, katanya: "Celaka, celaka, kota besar, yang olehnya semua orang, yang mempunyai kapal di laut, telah menjadi kaya oleh barangnya yang mahal, sebab dalam satu jam saja ia sudah binasa.
20  Bersukacitalah atas dia, hai sorga, dan kamu, hai orang-orang kudus, rasul-rasul dan nabi-nabi, karena Allah telah menjatuhkan hukuman atas dia karena kamu."
21  Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.
22  Dan suara pemain-pemain kecapi dan penyanyi-penyanyi, dan peniup-peniup seruling dan sangkakala, tidak akan kedengaran lagi di dalammu, dan seorang yang ahli dalam sesuatu kesenian tidak akan ditemukan lagi di dalammu, dan suara kilangan tidak akan kedengaran lagi di dalammu.
23  Dan cahaya lampu tidak akan bersinar lagi di dalammu, dan suara mempelai laki-laki dan pengantin perempuan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. Karena pedagang-pedagangmu adalah pembesar-pembesar di bumi, oleh ilmu sihirmu semua bangsa disesatkan."
24  Dan di dalamnya terdapat darah nabi-nabi dan orang-orang kudus dan darah semua orang, yang dibunuh di bumi.

Tuhan menghancurkan Babel dan tak mungkin dapat dibangunkan kembali. Kemudian kita akan masuk didalam Pesta Kawin Anak Domba.
Why 19:6-9
6  Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
7  Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
8  Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)
9  Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Apa yang musti perbuat sekarang setelah kita mendengar berita tentang Penghakiman atas Babel ini?
Kita harus semakin memperhatikan firman Tuhan yang bermaksud menyucikan kita.

Tuhan Yesus memberkati.