Translate

10 Mei 2014

Pendalaman Alkitab, 9 Mei 2014. Pelita Mas (sebagai terang yang menyinari Ruang Suci)

Pendalaman Alkitab, 9 Mei 2014.
Pelita Mas /PM (sebagai terang yang menyinari Ruang Suci)

Salah satu terang pelita yang menerangi pasir (hidup duniawi), dunia yang ditandai kekotoran, pantas untuk dipijak. Kalau kita melihat Kristus, maka dunia ini hanya sampah belaka.
Kel 25:31-40
31 "Haruslah engkau membuat kandil dari emas murni; dari emas tempaan harus kandil itu dibuat, baik kakinya baik batangnya; kelopaknya — dengan tombolnya dan kembangnya — haruslah seiras dengan kandil itu.
32 Enam cabang harus timbul dari sisinya: tiga cabang kandil itu dari sisi yang satu dan tiga cabang dari sisi yang lain.
33 Tiga kelopak yang berupa bunga badam pada cabang yang satu — dengan tombol dan kembangnya — dan tiga kelopak yang serupa pada cabang yang lain — dengan tombol dan kembangnya — ; demikianlah juga kaubuat keenam cabang yang timbul dari kandil itu.
34 Pada kandil itu sendiri harus ada empat kelopak berupa bunga badam — dengan tombolnya dan kembangnya.
35 Juga harus ada satu tombol di bawah sepasang cabang yang pertama, yang timbul dari kandil itu, dan satu tombol di bawah yang kedua, dan satu tombol di bawah yang ketiga; demikianlah juga kaubuat keenam cabang yang timbul dari kandil itu.
36 Tombol dan cabang itu harus timbul dari kandil itu, dan semuanya itu haruslah dibuat dari sepotong emas tempaan yang murni.
37 Haruslah kaubuat pada kandil itu tujuh lampu dan lampu-lampu itu haruslah dipasang di atas kandil itu, sehingga diterangi yang di depannya.
38 Sepitnya dan penadahnya haruslah dari emas murni.
39 Dari satu talenta emas murni haruslah dibuat kandil itu dengan segala perkakasnya itu.
 40 Dan ingatlah, bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu."

Kel 37:17-24
17 Dibuatnyalah kandil itu dari emas murni; dari emas tempaan dibuatnya kandil itu, baik kakinya baik batangnya; kelopaknya — dengan tombolnya dan kembangnya — dibuat seiras dengan kandil itu.
18 Ada enam cabang timbul dari sisinya: tiga cabang kandil itu dari sisi yang satu dan tiga cabang dari sisi yang lain.
19 Tiga kelopak yang berupa bunga badam pada cabang yang satu — dengan tombol dan kembangnya — dan tiga kelopak yang serupa pada cabang yang lain — dengan tombol dan kembangnya — ; demikian juga dibuat keenam cabang yang timbul dari kandil itu.
20 Pada kandil itu sendiri ada empat kelopak berupa bunga badam — dengan tombolnya dan kembangnya.
21 Juga ada satu tombol di bawah sepasang cabang yang pertama yang timbul dari kandil itu, dan satu tombol di bawah yang kedua, dan satu tombol di bawah yang ketiga; demikianlah juga dibuat keenam cabang yang timbul dari situ.
22 Tombol dan cabang itu timbul dari kandil itu, dan semuanya itu dibuat dari sepotong emas tempaan yang murni.
23 Dibuatnyalah pada kandil itu tujuh lampu dengan sepitnya dan penadahnya dari emas murni.
24 Dari satu talenta emas murni dibuatnyalah kandil itu dengan segala perkakasnya.

Jadi PM itu dibuat dari emas murni/logam mulia. Emas murni bicara soal harganya/mutunya, adalah merupakan satu kekayaan yang dari Allah.
Dalam ruangan suci ada 3 benda yang semuanya terbuat dari emas, kayu yang disalut emas = ini benda yang disebut Mezbah Dupa (MD) dan Meja Roti Sajian (MRS), tapi PM itu seluruhnya dibuat dari emas. Jadi emas yang ada pada benda-benda itu merupakan kekayaan dalam Ruang Suci (RS).

Dan RS ini gambar dari gereja Tuhan. Seharusnya gereja Tuhan itu harus kaya, yaitu kekayaan dari Allah, dipermuliakan oleh kekayaan ilahi.
Seperti kekayaan dari emasnya PM (PM menunjuk Roh Kudus), kekayaan dari Roh Kudus ada pada jemaat Tuhan.
Emas dari MRS = kekayaan dari Allah Sang Putra.
Emas dari MD = kekayaan dari Allah Bapa. Jadi ibadahnya orang Kristen itu menuju pada kekayaan Allah Tri Tunggal, karena semua dibuat dari emas.

Kesimpulannya: Kekayaan dari gereja Tuhan itu dalam bentuk Allah pribadi, Allah Tri Tunggal = Allah Bapa – Putra dan Roh Kudus didalam Tuhan Yesus Kristus.
Gereja boleh saja memiliki kekayaan dunia ini untuk kepentingan pekabaran Injil, tapi bukan untuk kepentingan pribadi, sebab nanti uang itu akan jadi ilahnya (mamon).

Sebenarnya untuk memiliki harta duniawi ini kita tidak perlu menyembah setan, tapi kepada Tuhan. Tuhan itu membuktikan kemurahan-Nya pada zaman (RS)
Kalau kita menganggap kekayaan itu datang dari Allah Tri Tunggal (MRS – PM – MD), maka kita harus bisa membuktikan ibadah kita dengan tiga perkara itu : Kaya dalam firman Tuhan dan kaya dalam Roh Kudus juga kaya dalam penyembahan.
Artinya kita harus ada hobby untuk ketiga perkara ini. Hobby dalam bible study – ibadah persekutuan – penyembahan.

Pembuatan dari PM itu adalah emas yang ditempa, bukan di cor atau pakai cara lain, tapi melalui bentuk yang begitu indah.
PM ini mempunyai bentuk seni yang indah, bentuk dari bunga & buah badam.
Jadi proses pembuatannya adalah ditempa, entah beberapa kali tempaan, sampai berbentuk.
Proses penempaan itu adalah proses membentuk. Kalau tidak lewat prose penempaan ini, emas itu tidak berwujud.

Wujud buah: supaya jemaat itu berbuah-buah. Jadi jemaat itu ada perkembangannya (bertumbuh – berkelopak / berbunga – berbuah) dan ini mengingatkan tongkat Harun. Tongkat Harun dari kayu badam (amandel)

Jemaat itu adalah hasil emas yang ditempa, artinya jemaat yang bersedia menanggung sengsara. Sengsara itu bukan untuk merusak, tapi sebaliknya untuk membentuk.
Pemukul itu dalam tangannya tukang yang ahli, sehingga emas itu nanti berbentuk, untuk mencapai kehidupan yang berbuah-buah, jadi jemaat harus melalui proses ini
.
Jadi tempaan itu bisa berbentuk tanggungan, mungkin cemohan, ejekan dsb, semuanya itu bertujuan membentuk kehidupan kita. Kita harus menghadapi semua itu dengan pendirian yang tetap benar, sehingga tidak harus mengorbankan kebenaran.
Sebab pada waktu pemukul itu mengenai sasaran, bisa bagian atas atau samping dsb, ini bertujuan untuk memperoleh suatu bentuk.

Pada saat Kristus harus dihadapkan dengan sidang pengadilan yang dipimpin oleh gubernur Pilatus, disana Tuhan ditanya mengenai kedudukannya sebagai seorang raja.
Disana kita bisa melihat bahwa pada diri Tuhan tidak unsur membela diri, tapi Ia tetap berpegang pada kebenaran.
1 Tim 6:12-13 Berjuanglah dalam pertandingan iman yang benar.
 12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.
13 Di hadapan Allah yang memberikan hidup kepada segala sesuatu dan di hadapan Kristus Yesus yang telah mengikrarkan ikrar yang benar itu juga di muka Pontius Pilatus, kuserukan kepadamu:

Yoh 8:43-44 Berdusta berarti tidak hidup dalam kebenaran
43  Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku.
44  Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.
Karena ada perjanjian hidup yang kekal dibalik dari hidup yang sekarang ini, itu sebabnya jika harus mengalami tempaan kita tidak harus menghindar diri, tapi tetap pada pengakuan yang benar.
Jadi emas yang ditempa itu adalah membentuk sidang jemaat menjadi Pelita mas jadi terangnya dunia sesuai dengan kehendak Tuhan, seperti Dia juga merupakan terangnya dunia.
Kita harus sama dengan Tuhan : menjadi terangnya dunia.
Yoh 8:12 “Akulah terangnya dunia”
12  Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."

Penempaan yang pernah Dia alami itu sampai membawa kematian.
Mat 5:14-16 “Kamulah terang dunia”
14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Kota yang diatas gunung tidak mungkin tersembunyi.
Ada penempaan: Kalau Tuhan menjadi terang dunia ini lewat penempaan, maka kalau kita akan menjadi terang dunia itu harus lebih dahulu ditempa.
Pelita itu tidak ditaruh dibawah gantang, tapi diatas kaki dian. Terangnya dari kaki dian itu pertama-tama dinikmati dalam kehidupan nikah dan rumah tangga, supaya kita nanti menjadi kota terang: kota Yesrusalem Baru.
Untuk menjadi penduduk kota Yerusalem Baru, maka harus dimulaikan dari terang dalam rumah tangga. Why 21:9-11 Yerusalem Baru letaknya diatas gunung yang tinggi.
9  Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."
10 Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.
11 Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.

Itu artinya kota yang tidak dapat disembunyikan. Jadi jangan kita heran/terkejut kalau terjadi tempaan, seperti perkara yang baru, yang aneh, tapi kita siap menerima demi mengikut jejak Kristus yang sudah meninggalkan teladan bagi kita.
Jangan sengsara karena menanggung dosa-dosa kita, tapi sengsara karena Kristus; berarti kita diwujudkan untuk menjadi kota Yerusalem Baru.
1 Pet 4:12-16 “Jangan rasa heran akan nyala api cobaan / siksaan atasmu.
12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.
15 Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau.
16 Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.

Tidak berlebih-lebihan kalau kita menjadi hamba Tuhan cari sengsara. Kita bersedia menjadi kehidupan yang terkena cambuk, supaya jangan jadi anak haram.
Ibr 12:5-13 “Sedia terima hajaran”
5 Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;
6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."
7 Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?
8 Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.
9 Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?
10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.
11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.
12 Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah;
13 dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh.

keterangan ayat 8
  Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak halal, tetapi anak-anak gampang (haram)

Lebih baik menderita sengsara dalam Kristus, dibanding kalau manusia itu harus masuk dalam sengsara mati yang kedua (masuk neraka).
Jadi pengalaman ini kita meneladani sengsara Kristus.
1 Pet 2:20-21 “Untuk itulah kamu dipanggil – dipanggil dalam sengsara-Nya.”
20 Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.
21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

Jadi jangan teladan dalam berkatnya saja, sebab teladan yang ditinggalkan Tuhan itu adalah teladan dalam sengsara – kematian & kebangkitan-Nya.
Jadi sengsara yang kita alami saat ini mengarah pada tempaaan seperti proses PM.
Rom 8:35-37 “oleh karena Engkau, kami setiap hari berada dalam bahaya maut.
35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
36 Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."
37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Domba yang diutus diantara srigala: diutus untuk menang. Domba itu tidak ada senjatanya, tetapi mendapat pembelaan dari Allah. Kalau kita dibela oleh Allah (gembala) kita pasti menang, bahkan lebih dari pemenang. Jadi kita nenderita sengsara ini supaya mempunyai ciri dari tempaan seperti PM