Translate

25 Mei 2014

ibadah Pendalaman Alkitab. 23 Mei 2014. Mezbah Dupa



Ibadah Pendalaman Alkitab
23 Mei 2014

MEZBAH DUPA.
Kel 30:1-10
1 "Haruslah kaubuat mezbah, tempat pembakaran ukupan; haruslah kaubuat itu dari kayu penaga;
2  sehasta panjangnya dan sehasta lebarnya, sehingga menjadi empat persegi, tetapi haruslah dua hasta tingginya; tanduk-tanduknya haruslah seiras dengan mezbah itu.
3  Haruslah kausalut itu dengan emas murni, bidang atasnya dan bidang-bidang sisinya sekelilingnya, serta tanduk-tanduknya. Haruslah kaubuat bingkai emas sekelilingnya.
4  Haruslah kaubuat dua gelang emas untuk mezbah itu di bawah bingkainya; pada kedua rusuknya haruslah kaubuat gelang itu, pada kedua bidang sisinya, dan haruslah gelang itu menjadi tempat memasukkan kayu pengusung, supaya dengan itu mezbah dapat diangkut.
5  Haruslah kaubuat kayu pengusung itu dari kayu penaga dan kausalutlah dengan emas.
6  Haruslah kautaruh tempat pembakaran itu di depan tabir penutup tabut hukum, di depan tutup pendamaian yang di atas loh hukum, di mana Aku akan bertemu dengan engkau.
7  Di atasnya haruslah Harun membakar ukupan dari wangi-wangian; tiap-tiap pagi, apabila ia membersihkan lampu-lampu, haruslah ia membakarnya.
8  Juga apabila Harun memasang lampu-lampu itu pada waktu senja, haruslah ia membakarnya sebagai ukupan yang tetap di hadapan TUHAN di antara kamu turun-temurun.
9  Di atas mezbah itu janganlah kamu persembahkan ukupan yang lain ataupun korban bakaran ataupun korban sajian, juga korban curahan janganlah kamu curahkan di atasnya.
10  Sekali setahun haruslah Harun mengadakan pendamaian di atas tanduk-tanduknya; dengan darah korban penghapus dosa pembawa pendamaian haruslah ia sekali setahun mengadakan pendamaian bagi mezbah itu di antara kamu turun-temurun; itulah barang maha kudus bagi TUHAN."


Mezbah Dupa (MD) ini ada diujung dalam Ruangan Suci, dekat sekali dengan tahtanya Allah yaitu Peti Perjanjian, hanya terpisah dengan tirai.
Jemaat Tuhan itu dikatakan hidup, jika memperhatikan kebaktian penyembahan.

Bentuk MD = segi empat yang menunjuk empat penjuru, artinya dimana-mana umat Allah itu harus bisa menyembah Allah, tidak harus terpengaruh oleh situasi ditempat itu.

Nilai dari MD itu merupakan harga penyembahan kepada Allah, tidak diganggu yang lain.

MD dibuat dari kayu dan dibungkus dengan emas murni sehingga tidak terlihat kayunya.
Kayu = gambar dari daging (juga rumput jerami)
Emas = gambar dari Roh Kudus.

MD = kayu yang disalut oleh emas = artinya umat Tuhan itu menyembah Tuhan bukan dari maunya sendiri atau dipaksakan dengan kekuatan daging, tapi menyembah kemampuan Roh Kudus.

Kalau kita menyelami kematian Kristus, maka kita harus menyelami itu dengan Roh Kudus.
Sembahyang dengan sungguh-sungguh sampai bisa menghargai korban-Nya Kristus..
Kalau kita bisa memahami luka Tuhan sampai luka pada iga, maka kita akan bersembahyang dengan kekuatan Roh Kudus.

Cara berpikir kita terbatas, kalau tidak ditolong oleh Roh Kudus untguk memahami korban-Nya Kristus.
Begitu besar kemampuan Tuhan untuk mengubah hidup kita, dan kita bisa menyembah dengan Roh Kudus.

Zac 12:10 Aku akan mencurahkan Roh Kemurahan dan Roh Sembahyang.
Memandang Dia yang telah mereka tikam.
10 "Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung.

Kalau Roh Kemurahan dan Roh Sembahyang itu itu ada didalam gereja Tuhan, maka gereja itu akan kelihatan hidup. Ini bisa terjadi jika kita dipenuhkan dengan Roh Kudus.
Dengan Roh Sembahyang itu kita bisa mengenali korban-Nya Kristus, memandang Dia yang tertikam.

Kalau pelaksanaan doa kita itu bukan dari daging kita (seperti kayu penaga), tetapi berdoa dengan Roh Kudus, kita akan mengalami ibadah doa yang didorong oleh Roh Kudus, kita akan mengalami kekuatan.
Ibadah sembahyang itu adalah ibadah yang tinggi.

Kita melaksanakan ibadah sembahyang dengan hancur hati, dan didalam sembahyang itu kita bisa mengasihi Tuhan.
Dengan kuasa-Nya kita akan memiliki pandangan untuk menjadi mempelai perempuan Tuhan, itu dicapai dalam ibadah sembahyang kita.

Kita harus menjadi mezbah dupa emas yang sungguh-sungguh berdoa dengan kuasa Allah.
Kita senang melakukan sembahyang ini.
Tuhan tahu kelemahan kita ini, tapi kalau pandangan kita mengarah kesana, maka Roh Kudus itu membantu doa kita.
Rm 8:23-27
23  Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.
24  Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?
25  Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.
26  Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
27  Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

Kita tidak mempunyai kata-kata yang cukup untuk berkata-kata kepada Allah, dan Roh itu menolong kita dalam penyembahan.

Jangan memaksa diri dalam sembahyang/sembahyang forsir, tapi biarlah kita sembahyang dengan senang, dengan pertolongan dari Roh Kudus.

Roh Kudus akan menolong kita untuk mendorong doa kita.
Kalau kita berdoa dengan diganggu oleh kemanusiaan kita, maka Roh itu tidak hadir.
Demikianlah mezbah itu dari kayu yang disalut oleh emas tidak kedagingan.

Mat 17:1-5
1  Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
2  Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.
3  Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.
4  Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."
5  Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."

Enam hari kemudian: Jadi enam hari itu harus difollow-upkan dengan membawa 3 murid-Nya naik kesebuah gunung yang tinggi.
Ke 3 murid ini sebagai manusia biasa dibawa ke tempat tinggi.
Angka 6 = angka manusia, dari kayu untuk dibawa ketempat ketinggian, dari sana Tuhan Yesus berubah wajah-Nya begitu mulia.

Musa dan Elia: manusia biasa yang menjadi bukti bisa dipermuliakan.
Petrus, Yakub & Yohanes diizinkan untuk melihat kemuliaan ini.

Ayat 5: Persembahan hidup dari Kristus kepada Bapa-Nya.
Ini merupakan kenyataan yang bisa dilihat oleh murid-murid-Nya.

Kesimpulan:
Kalau dalam sembahyang kita merasa diangkat oleh Tuhan, hilang rasa dari memaksa diri dsb, maka ini menjadi permulaan dari Allah mengangkat kita.

Kalau nanti mempelai perempuan dinikahi, nanti akan terjadi pembakaran dupa (sembahyangnya orang-orang suci).
Api ini merupakan pasangan dalam penyembahan, tapi juga api hukuman, terjadi halilintar-guntur menimpa dunia ini.
Why 8:1-5
Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketujuh, maka sunyi senyaplah di sorga, kira-kira setengah jam lamanya.
2  Lalu aku melihat ketujuh malaikat, yang berdiri di hadapan Allah, dan kepada mereka diberikan tujuh sangkakala.
3  Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu.
4  Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah.
5  Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi.


Begitu besar kuasa sembahyang.
Kalau oleh penyembahan itu kita tidak masuk dalam kenikmatan yang tinggi, maka sebaliknya bumi ini akan mengalami pehukuman.

Nasib dari bumi ada dalam tangan-Nya orang-orang suci.
Kalau orang-orang suci nanti meningkatkan kesuciannya, maka itu berarti bumi tidak lama lagi akan dihancurkan.
Kalau sembahyang kita lemah, bagaikan tidak mengerti rahasia Why 8 ini.

Dimana saja kita bisa melakukan penyembahan, sekalipun harus berada ditengah-tengah ancaman dari dunia ini, tapi kalau kuasa Roh Kudus menolong kita, kita dapat melaksanakan.

Contoh: Stefanus
Kis 7:54-60
54  Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya itu, sangat tertusuk hati mereka. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi.
55  Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.
56  Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah."
57  Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia.
58  Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus.
59  Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku."
60  Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.


Daniel:
Dan 6:11-12
12  Lalu orang-orang itu bergegas-gegas masuk dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya.
13  Kemudian mereka menghadap raja dan menanyakan kepadanya tentang larangan raja: "Bukankah tuanku mengeluarkan suatu larangan, supaya setiap orang yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, akan dilemparkan ke dalam gua singa?" Jawab raja: "Perkara ini telah pasti menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali."
14  Lalu kata mereka kepada raja: "Daniel, salah seorang buangan dari Yehuda, tidak mengindahkan tuanku, ya raja, dan tidak mengindahkan larangan yang tuanku keluarkan, tetapi tiga kali sehari ia mengucapkan doanya."
15  Setelah raja mendengar hal itu, maka sangat sedihlah ia, dan ia mencari jalan untuk melepaskan Daniel, bahkan sampai matahari masuk, ia masih berusaha untuk menolongnya.
16  Lalu bergegas-gegaslah orang-orang itu menghadap raja serta berkata kepadanya: "Ketahuilah, ya raja, bahwa menurut undang-undang orang Media dan Persia tidak ada larangan atau penetapan yang dikeluarkan raja yang dapat diubah!"
17   Sesudah itu raja memberi perintah, lalu diambillah Daniel dan dilemparkan ke dalam gua singa. Berbicaralah raja kepada Daniel: "Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau!"
18   Maka dibawalah sebuah batu dan diletakkan pada mulut gua itu, lalu raja mencap itu dengan cincin meterainya dan dengan cincin meterai para pembesarnya, supaya dalam hal Daniel tidak dibuat perubahan apa-apa.

Sadrah – Mesack & Abednego.
Dan 3:13-18
13  Sesudah itu Nebukadnezar memerintahkan dalam marahnya dan geramnya untuk membawa Sadrakh, Mesakh dan Abednego menghadap. Setelah orang-orang itu dibawa menghadap raja,
14  berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: "Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu?
15  Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?"
16  Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
17  Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
18  tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

Tuhan Yesus memberkati.