Translate

29 Agu 2013

Pendalaman Alkitab, Amos 4:6-13, Ketegaran Hati



Pendalaman Alkitab 27 Agustus 2013, Ketegaran Hati

Arti kata tegar: keras/ kering (untuk tanah)

Seperti hati kita bagai tanah yang siap ditaburi Firman, tapi bila kering akan susah ditanam, dan tidak dapat tumbuh. Arti lain tegar: Tidak dapat diubah pendapatnya/ pendiriannya, tidak mau menurut Dengan kata lain keras hati/ keras kepala/ keras tengkuk

Berkaitan dengan kitab Amos 4:6-13 Orang Israel Tidak Mau Berbalik Pada Tuhan
4:6 "Sekalipun Aku ini telah memberi kepadamu gigi yang tidak disentuh makanan di segala kotamu dan kekurangan roti di segala tempat kediamanmu, namun kamu tidak berbalik kepada-Ku," demikianlah firman TUHAN.
4:7 "Akupun telah menahan hujan dari padamu, ketika tiga bulan lagi sebelum panen; Aku menurunkan hujan ke atas kota yang satu dan tidak menurunkan hujan ke atas kota yang lain; ladang yang satu kehujanan, dan ladang, yang tidak kena hujan, menjadi kering;
4:8 penduduk dua tiga kota pergi terhuyung-huyung ke satu kota untuk minum air, tetapi mereka tidak menjadi puas; namun kamu tidak berbalik kepada-Ku," demikianlah firman TUHAN.
4:9 "Aku telah memukul kamu dengan hama dan penyakit gandum, telah melayukan taman-tamanmu dan kebun-kebun anggurmu, pohon-pohon ara dan pohon-pohon zaitunmu dimakan habis oleh belalang, namun kamu tidak berbalik kepada-Ku," demikianlah firman TUHAN.
4:10 "Aku telah melepas penyakit sampar ke antaramu seperti kepada orang Mesir; Aku telah membunuh terunamu dengan pedang pada waktu kudamu dijarah; Aku telah membuat bau busuk perkemahanmu tercium oleh hidungmu; namun kamu tidak berbalik kepada-Ku," demikianlah firman TUHAN.
4:11 "Aku telah menjungkirbalikkan kota-kota di antara kamu, seperti Allah menjungkirbalikkan Sodom dan Gomora, sehingga kamu menjadi seperti puntung yang ditarik dari kebakaran, namun kamu tidak berbalik kepada-Ku," demikianlah firman TUHAN.
4:12 "Sebab itu demikianlah akan Kulakukan kepadamu, hai Israel. --Oleh karena Aku akan melakukan yang demikian kepadamu, maka bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu, hai Israel!"
4:13 Sebab sesungguhnya, Dia yang membentuk gunung-gunung dan menciptakan angin, yang memberitahukan kepada manusia apa yang dipikirkan-Nya, yang membuat fajar dan kegelapan dan yang berjejak di atas bukit-bukit bumi--TUHAN, Allah semesta alam, itulah nama-Nya.

Merupakan bukti kekerasan hati bangsa Israel yang tidak mau bertobat, walau sudah diperingatkan melalui lapar / kekeringan (ay 6), Tuhan ijinkan hasil pertaniannya diserang oleh hama dan belalang ( ay 9), penyakit ( ay 10) dan gempa ( ay 11)

Akhirnya pada ayat 12, mereka harus berhadapan langsung dengan Tuhan "….. bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu, hai Israel!"

Setiap orang yang tidak mau menurut firman Tuhan, suatu waktu akan berurusan langsung dengan Tuhan

Seperti Firaun yang mengeraskan hati.
Tuhan melepaskan tulah-tulah, hingga kematian Putra Mahkota (tulah 10), akhirnya Firaun melepaskan bangsa Israel. Sekalipun demikian, bangsa Israel tetap dikejar, hingga pasukan Mesir mati tertelan oleh air laut .
Karena terlalu sering mengeraskan hati, akhirnya Tuhan mengeraskan hati Firaun

Tuhan sudah berkali-kali mengingatkan bangsa Israel (5 kali), tetapi mereka tidak sadar

Ada 5 bencana :
1. Kelaparan: " ..... gigi yang tidak disentuh makanan." ay 6
2. Kekeringan : " ……..menahan hujan dari padamu …”ay 7
3. Kesusahan : " … hama dan penyakit gandum " ay 9
4. Kesakitan: "… melepas penyakit sampar....." ay 10

Hukuman menjadi semakin berat, semakin tidak menurut semakin ditekan. Sebenarnya hukuman bertujuan untuk menyelamatkan manusia, karena Tuhan mencintai manusia, supaya mereka tidak binasa.
Seperti seorang ayah yang mendidik anak, karena ada rasa cinta. Tuhan tidak segan-segan mendidik/menghajar

Ibr 12:5-13
12:5 Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;
12:6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."
12:7 Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?
12:8 Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.
12:9 Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?
12:10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.
12:11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. 12:12 Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; 12:13 dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh.

Bila menolak ajaran, maka akan menjadi anak haram. Tuhan ingin menjadikan kita anak halal. Oleh karena itu, terima hajaran dari Tuhan bila bersalah. Tapi bila tidak bersalah ( berjalan menurut firman), Tuhan tentunya tidak akan menghukum.
Tujuannya adalah untuk kebaikan kita, supaya hidup menjadi kudus

1 Ptr 1:15
1:15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,

Bencana yang ke:
5. Kehancuran: gempa, ay 11 “..menjungkir-balikkan kota-kota di antara kamu.”

Tetapi tetap tidak membawa bangsa Israel pada pertobatan

Pada Amos 4:6-13 dikatakan "....namun kamu tidak berbalik padaku"
Ada 5 kali bangsa Israel ditegur, tetapi tetap menuruti kehendak hati. Benar-benar disebut ketegaran hati 5 kali berarti pengulangan, seumpama seperti nyanyian ada reffrain ( pengulangan terus menerus).
Tetapi tetap bangsa Israel tidak mempedulikan sama sekali teguran Tuhan

Dalam bahasa Ibrani : Syub, artinya berpaling, berbalik , kembali pada Tuhan

Tuhan menghendaki pertobatan dan penyesalan, sungguh luar biasa kekerasan hati bangsa Israel.
Dengan hajaran yang parah sekalipun, tidak mau bertobat, akhirnya berhadapan langsung dengan Tuhan

Tuhan menghendaki adanya penyesalan dan perubahan hidup.
Sudahkah terjadi pada kehidupan kita?

Kis 3:19 (TL)
3:19 Sebab itu hendaklah kamu menyesal dan bertobat, supaya dosamu dihapuskan,

Penyesalan yang disertai dengan pertobatan adalah yang menjadi kehendak Tuhan.
Tuhan menghukum , memberi malapetaka agar mereka mau mengaku dosa.

Segala malapetaka diijinkan oleh Tuhan supaya kehidupan kita bertobat

Im 26:40-42
26:40 Tetapi bila mereka mengakui kesalahan mereka dan kesalahan nenek moyang mereka dalam hal berubah setia yang dilakukan mereka terhadap Aku dan mengakui juga bahwa hidup mereka bertentangan dengan Daku
26:41 --Akupun bertindak melawan mereka dan membawa mereka ke negeri musuh mereka--atau bila kemudian hati mereka yang tidak bersunat itu telah tunduk dan mereka telah membayar pulih kesalahan mereka,
26:42 maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku dengan Yakub; juga perjanjian dengan Ishak dan perjanjian-Ku dengan Abrahampun akan Kuingat dan negeri itu akan Kuingat juga.

Dalam ayat tersebut ada yang berbunyi “….mengakui kesalahan nenek moyang...” Hal ini kita lakukan terutama bagi yang belum bertobat, kita mohonkan ampun

Tuhan ingat dengan perjanjianNya dengan bangsa Israel, bila mereka melakukan pertobatan sunguh-sungguh sekalipun sudah berbuat salah ( terutama masalah kesetiaan) Tuntutan Tuhan adalah karena berubah setia.

Sebagai contoh Musa. Musa dilarang Tuhan untuk masuk tanah perjanjian karena ia berubah setia.
Bukan langkah pertama yang menentukan, tetapi langkah akhir

Ul 32:48-52 Ajal Musa Mendekat
32:48 Pada hari itulah juga TUHAN berfirman kepada Musa:
32:49 "Naiklah ke atas pegunungan Abarim, ke atas gunung Nebo, yang di tanah Moab, di tentangan Yerikho, dan pandanglah tanah Kanaan yang Kuberikan kepada orang Israel menjadi miliknya,
32:50 kemudian engkau akan mati di atas gunung yang akan kaunaiki itu, supaya engkau dikumpulkan kepada kaum leluhurmu, sama seperti Harun, kakakmu, sudah meninggal di gunung Hor dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya--
32:51 oleh sebab kamu telah berubah setia terhadap Aku di tengah-tengah orang Israel, dekat mata air Meriba di Kadesh di padang gurun Zin, dan oleh sebab kamu tidak menghormati kekudusan-Ku di tengah-tengah orang Israel.
32:52 Engkau boleh melihat negeri itu terbentang di depanmu, tetapi tidak boleh masuk ke sana, ke negeri yang Kuberikan kepada orang Israel."

Perintah Allah kepada Musa, agar ia menyentuh batu supaya air keluar di Meriba, tetapi Musa waktu itu marah sehingga ia memukul batu. ( Bil 20:8-12)

Apakah kesetiaan kita bertambah? Manusia bisa menjadi lemah

Contoh yang tidak setia : Raja Saul, akhirnya Tuhan membunuh Saul
1 Taw 10:13,14
10:13 Demikianlah Saul mati karena perbuatannya yang tidak setia terhadap TUHAN, oleh karena ia tidak berpegang pada firman TUHAN, dan juga karena ia telah meminta petunjuk dari arwah,
10:14 dan tidak meminta petunjuk TUHAN. Sebab itu TUHAN membunuh dia dan menyerahkan jabatan raja itu kepada Daud bin Isai.

Sudahkan firman Tuhan kita pegang?

Tidak satupun generasi tua yang masuk ke tanah Kanaan. Yoshua dilihat Tuhan layak untuk memimpin bangsa Israel, sehingga ia dipercaya untuk menggantikan Musa memasuki tanah perjanjian

Angkatan jaman sekarang disebut Tuhan angkatan tidak setia
Mrk 8:38
Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusiapun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus.

Sebutan ini juga Tuhan katakan pada ahli Taurat / Farisi
Mat 12:38-40
12:38 Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu."
12:39 Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
12:40 Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.

Bahkan orang yang disebut rohaniawan ( ahli Taurat / Farisi) itu disebut tidak setia

Tanda nabi Yunus: tanda kematian dan kebangkitan Untuk mengalami perubahan, harus mengalami kematian pada kehidupan yang lama, kemudian mengalami kebangkitan dalam kehidupan baru

Dalam pelayanan, sudahkah kita melayani dengan sungguh- sungguh sesuai dengan kehendak Tuhan? bukan sekedar rutinitas?

Tuhan menginginkan kehidupan mengalami pertobatan

Yeh 18:23, 30-32
18:23 Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup?
18:30 Oleh karena itu Aku akan menghukum kamu masing-masing menurut tindakannya, hai kaum Israel, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bertobatlah dan berpalinglah dari segala durhakamu, supaya itu jangan bagimu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan kamu ke dalam kesalahan.
18:31 Buangkanlah dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku dan perbaharuilah hatimu dan rohmu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?
18:32 Sebab Aku tidak berkenan kepada kematian seseorang yang harus ditanggungnya, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Oleh sebab itu, bertobatlah, supaya kamu hidup!"

Bila kita bertobat sungguh-sungguh, pasti akan dikasihi Tuhan

Ams 28:13
Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.

Tuhan ingin supaya kita jujur dihadapanNya, untuk mengakui dan bertobat dan akhirnya disayangi oleh Tuhan

Apakah dengan berbagai macam pencobaan, membawa kita kepada kesadaran?

Semoga Tuhan tidak menemukan hati yang keras, tetapi hati yang mau bertobat.
Tuhan Yesus memberkati