Translate

24 Mar 2019

Ibadah Raya 24 Maret 2019. Mat 13



Ibadah Raya 24 Maret 2019.

Mat 13:
Fs 13 ini terkena Pelita Mas.
Dalam fs 13 ini kita akan menemukan 7 perumpamaan.
Pertama: Perumpamaan Penabur Mat 13:1-23.
Kedua    : Perumpamaan Lalang dan Gandum Mat 13: 24-30.
Ketiga     : Perumpamaan Biji sesawi Mat 13:31-32.
Keempat: Perumpamaan Ragi Mat 13:33-35.
Kelima    : Perumpamaan Harta terpendam.
Keenam  : Perumpamaan Mutiara yang berharga.
Ketujuh   : Perumpamaan Pukat.

Tujuh perumpamaan ini seperti Pelita Mas yang memiliki 7 sorot lampu.
Dan perumpamaan Penabur ini bagaikan lampu yang ditengah.
Lampu yang ditengah ini bagaikan pokok, seperti pohon itu ada pokoknya atau batangnya, dan kemudian cabang-cabangnya.

Benih yang ditabur oleh pokok itu adalah benih firman Allah yang dibutuhkan oleh cabang-cabang ini, agar tetap hidup.
Gereja Tuhan hanya bisa hidup jika didalamnya ada benih-benih firman Allah yang ditaburkan, sama seperti firman Allah yang mengatakan:

Mat 4:4
4:4 Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."
Ada 4 sasaran dimana benih ini ditabur.
Pertama: Jatuh ditepi jalan.
Ini adalah hati yang mengembara. Hati yang seperti ini selalu saja ribut, sehingga disaat-saat ditaburi firman Allah ia tidak bisa mengerti akan firman Allah itu.
Inilah hati yang digambarkan ditepi jalan.

Kedua : Jatuh ditanah yang berbatu.
Seperti sifat batu itu keras, begitulah hati dari anak-anak Tuhan yang keras, tidak mau lahir baru.
Hati yang seperti ini bila terkena pencobaan sedikit, tidak bisa tahan. Gampang undur kalau terkena pencobaan sedikit.
Benih itu bisa tumbuh tapi karena tanahnya hanya sedikit, kemudian ia layu.

Ketiga : Jatuh ditempat berduri.
Seperti duri itu menghimpit / menjepit atau mendorong benih itu sehingga mati. Kalau anak Tuhan itu hatinya masih ada kesenangan-kesenangan dunia, maka itulah duri yang menghimpit tadi, sehingga benih itu kemudian mati.
Kesenangan-kesenangan dunia bisa menjadikan rohani kita menjadi lemah.

Keempat: Jatuh ditanah yang baik.
Ini menunjuk orang Kristen yang bisa mengerti friman Allah kemudian ia simpan firman Allah itu kedalam hatinya, kemudian ia berbuah-buah 30 - 60 – 100 kami lipat ganda. Buahnya meningkat = berbuah banyak, ini memang dikehendaki oleh Tuhan.

Yoh 15:8
15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."
Kita harus menjadi kehidupan yang bisa mengerti firman Tuhan agar kita bisa berbuah-buah dan sanggup menghadapi kepalsuan-kepalsuan yang akan mencoba menjatuhkan anak-anak Tuhan, seperti dalam perumpamaan selanjutnya.  

Perumpamaan lalang diantara gandum: Mat 13: 24-30, 36-43.
13:24 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.
13:25 Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.
13:26 Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.
13:27 Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?
13:28 Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?
13:29 Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.
13:30 Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."
13:36 Maka Yesus pun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu."
13:37 Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia;
13:38 ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.
13:39 Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat.
13:40 Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.
13:41 Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.
13:42 Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.
13:43 Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"

Kalau dilihat sepintas lalu, tanaman lalang ini mirip dengan gandum.
Apa yang membedakan dua tanaman ini?
Yang satu berbuah dan yang satu tidak.
Benih itu bicara tentang anak Kerajaan, sedangkan lalang adalah anak-anak si jahat, dan ladang itu adalah dunia ini. (ayat 38)
Anak-anak kerajaan ini menunjuk anak-anak Allah, yang kejadiannya lewat tanda dilahirkan baru.

1 Yoh 3:9-10
3:9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.
3:10 Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.

Anak-anak si jahat = anak-anak Iblis.
Kita disebut anak-anak Allah, sebab kita telah dilahirkan kembali lewat benih ilahi.

1 Pet 1:23
1:23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.

itu sebabnya mari kita perhatikan penaburan firman Allah dengan baik, sebab didalamnya ada kuasa untuk menjadikan kita menjadikan ciptaan baru.
Tandanya hidup itu berbuah-buah adalah menjadi ciptaan baru.
Didalam Kristus Yesus kita telah menjadi ciptaan baru.

2 Kor 5:17
5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Kehidupan yang berbuah-buah itu juga dapat mengantisipasi pekerjaan Iblis selanjutnya.
Mat 13:31-32 Perumpamaan biji sesawi.
Biji sesawi itu kecil, bahkan paling kecil jika dibandingkan dengan segala benih. Begitupun dimata dunia, firman Allah itu seperti tidak ada artinya, tapi jika benih itu tumbuh akan menjadi gereja yang besar. Tapi kalau sudah menjadi besar harus memwaspadai burung-burung yang suka bersarang dipohon itu.

Burung-burung itu bukan hanya membuang kotorannya, kemudian menjadi sebab tumbuhnya benalu-benalu yang merugikan tanaman pohon itu.
Dipohon itu burung ini juga bersarang dan berkembang biak (menetaskan telur-telurnya). Jadi ini yang harus diwaspadai oleh gereja yang lagi berkembang, yaitu ulah dari Iblis yang mengunakan tempat itu untuk bersarang. Sekali lagi kita harus tetap mewaspadai usaha Iblis untuk menyelundup dalam gereja Tuhan.

Yudas 4
1:4 Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.

Kita harus mewaspadai penelusupan ini!
Mereka adalah orang-orang fasik = (jahat) yang  menyalahgunakan karunia Allah untuk melampiaskan hawa nafsu mereka.
Selain penelusupan dari luar, kita juga diajar untuk mewaspadai adanya ragi.

Mat 13:33-35
13:33 Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya."
13:34 Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatu pun tidak disampaikan-Nya kepada mereka,
13:35 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan."

Ragi yang diadukan dalam tepung terigu tiga sukat ini bicara mengenai pengajaran palsu yang diselundupkan oleh Iblis dalam gereja Tuhan.
Pada kita ada tepung terigu 3 sukat : ini menunjuk pengajaran Allah Tri Tunggal yang kebenarannya disangkal oleh Antikrist.

1 Yoh 5:6-12
5:6 Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran.
5:7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.
5:8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]: Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.
5:9 Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.
5:10 Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.
5:11 Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya.
5:12 Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.

Perempuan yang mengaduk tepung 3 sukat yang dicampur dengan ragi ini, menujuk gereja Tuhan yang sembarangan menerima pengajaran lain.
Pada kita hanya ada satu pengajaran / satu Injil, tidak ada Injil (pengajaran lain).

Gal 1:6-9
1:6 Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,
1:7 yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.
1:8 Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.
1:9 Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.

Injil yang dibertakan oleh rasul Paulus ini bukan Injil manusia, sebab rasul Paulus menerima wahyu itu dari Yesus Kristus.

Gal 1:11-12
1:11 Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.
1:12 Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.
Kerajaan Sorga diumpamakan seperti Harta Yang Terpendam:

Mat 13:44
13:44 "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.

Pada waktu orang ini menemukan harta, ia tidak langsung mengambilnya, tapi ia pergi untuk menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
Ladang dimana harta itu terpendam menunjuk pada dunia ini.
Dan harta itu adalah bangsa Israel merupakan harta yang terpendam, Israel juga disebut biji mata Allah.

Mat 15:24
15:24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."

Ul 32:9-10
32:9 Tetapi bagian TUHAN ialah umat-Nya, Yakub ialah milik yang ditetapkan bagi-Nya.
32:10 Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.

Maz 17:8
17:8 Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

Orang yang membeli ladang itu adalah Tuhan Yesus, Ia rela tinggalkan kemulyaanNya untuk turun kedunia ini menyelamatkan umat manusia.
Jadi dimata Tuhan kehidupan kita ini seperti mutiara yang indah, Tuhan mencari mutiara itu, setelah diketemukan mutiara yang sangat berharga itu, Iapun pergi menjual seluruh miliknya, lalu membeli mutiara itu.

Mat 13:45-46
13:45 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.
13:46 Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."

Mutiara itu asalnya dari dalam kerang, yang semula hanya kotoran belaka, kemudian kotoran itu disalut dengan sejenis cairan, yang kemudian betambah lama bertambah keras, akhirnya kita kenal sebagai mutiara yang mahal.

Kita ini yang berasal dari bangsa kafir, seperti kotoran dalam kerang. Tetapi oleh kuasa firman Allah yang terus menerus menyucikan kita, maka kita menjadi seperti mutiara yang mahal.
Apa yang Tuhan Yesus pernah perbuat? Ia sudah menjual milikNya yang paling berharga untuk memiliki bangsa kafir.

Apa yang Ia sudah jual? KemuliaanNya.

Pil 2:5-8
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Yang terakhir Tuhan mengemukakan perumpamaan PUKAT.
Mat 13:47-52
13:47 "Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.
13:48 Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.
13:49 Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,
13:50 lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.
13:51 Mengertikah kamu semuanya itu?" Mereka menjawab: "Ya, kami mengerti."
13:52 Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya."

Ada dua jenis ikan yang tertangkap, ikan yang baik ditaruh di pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. Ikan yang tidak baik ini adalah ikan yang beracun yang tidak bisa dimakan. Ini berarti tidak berguna, itu sebabnya kemudian dibuang ke laut kembali.
Hidup kita digambarkan seperti ikan yang tertangkap jala. Oleh berita Injil jiwa-jiwa itu diselamatkan.

Penangkapan ikan itu membayangkan panggilan Tuhan untuk diselamatkan, tapi sampai didarat terjadi pemilihan.
Ikan beracun diambil dan dikembalikan ke laut.
Pada akhir zaman ini akan terjadi pemisahan dengan lalang begitu juga dengan ikan.
Ikan yang beracun ini menunjuk racun dosa. Adakah kita sudah dibebaskan sama sekali dari racun dosa. Biar kita mau periksa hati sekarang ini, adakah masih tersisa racun dosa itu dalam kehidupan kita.

Relakan racun itu dibuang, daripada  kita harus terbuang bersama racun itu.
Tuhan itu membenci dosa, tapi Ia mengasihi orang berdosa.

Dikayu salib Ia sudah menyerap segala dosa-dosa kita.

Gal 3:13
3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"