Translate

3 Jul 2016

Ibadah Pendalaman Alkitab. 1 Juli 2016. Studi Kitab Zakharia : Sistem Penggembalaan Yang Harus Diperhatikan



Ibadah Pendalaman Alkitab. 1 Juli 2016.
SISTEM PENGGEMBALAAN YANG HARUS DIPERHATIKAN:
Zakh 11:1-6
11:1 Bukalah pintu-pintumu, hai Libanon, supaya api dapat memakan pohon-pohon arasmu.
11:2 Merataplah, hai pohon sanobar, sebab sudah rebah pohon aras dan sudah dirusakkan pohon-pohon yang hebat! Merataplah, hai pohon-pohon tarbantin Basan, sebab telah rata hutan yang lebat itu!
11:3 Dengar, para gembala meratap! Sebab kemegahan mereka sudah dirusakkan. Dengar, singa-singa mengaum! Sebab sudah dirusakkan kebanggaan sungai Yordan.
11:4 Beginilah firman TUHAN Allahku kepadaku: "Gembalakanlah domba-domba sembelihan itu!
11:5 Orang-orang yang membelinya menyembelihnya dengan tidak merasa bersalah dan orang-orang yang menjualnya berkata: Terpujilah TUHAN! Aku telah menjadi kaya! Dan orang-orang yang menggembalakannya tidak mengasihaninya.
11:6 Sebab Aku tidak lagi akan mengasihani penduduk bumi, demikianlah firman TUHAN, melainkan sesungguhnya, Aku akan menyerahkan manusia masing-masing ke dalam tangan gembalanya dan ke dalam tangan rajanya; mereka ini akan menghancurkan bumi dan Aku tidak akan melepaskan

Gembala dan domba yang mengharapkan pemeliharaan Tuhan lewat hujan akhir. Jangan menggunakan cara dunia, yaitu mengharap perlindungan dan naungan dari pohon-pohon yang tinggi.
Tuhan tidak menyetujui cara-cara yang dipikirkan manusia. Cara Tuhan untuk menyelamatkan binatang-binatang penggembalaan hanya dengan Hujan Akhir.                                                                      Binatang-binatang penggembalaan, menunjuk umat ketebusan-Nya yang akan dipelihara dengan sistem penggembalaan lewat limpahnya Injil dan pengajaran.
Kita ini seperti domba-domba sembelihan yang dipelihara untuk disembelih, supaya ada korban persembahan untuk Allah. Bukan umat Tuhan yang memelihara hawa nafsu, seperti orang dunia yang mencari kesenangan daging, juga menghindari jalan salib, sengsara, dan sebagainya. Karena orang yang menghindari sengsara, tidak mengalami pembaruan dalam hatinya.

Sebab itu biarlah kita ini menjadi domba-domba yang dipersembahkan pada Allah. Bagi domba-domba itu Tuhan mengadakan pemeliharaan dengan hujan akhir. Jangan kita menjadi domba yang diperdagangkan, tetapi kita harus menyerahkan diri untuk dipelihara dengan FT, Firman Tuhan harus memperbarui hidup kita.

2 Kor 4:16                                                               4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

Kita disediakan menjadi domba-domba sembelihan-Nya; Artinya kita beribadah bukan mencari yang diperkenan, dipuji atau dihormati manusia, tapi kita mencari yang diperkenan Allah, dan tinggal dalam pemeliharaan-Nya oleh FT. Sebab itu berpeganglah pada FT yang dapat diharapkan.

Kalau kita berharap pada kebenaran, ketinggian dan kemuliaan dunia, satu kali pohon-pohon yang tinggi itu itu akan ditebang lalu dibakar oleh api. Juga kita nanti akan kecewa.

Hanya pemeliharaan Tuhan yang merupakan satu-satunya pemeliharaan yang pasti dan tidak pernah kita ragukan. Kita harus menghargai lebih hari akan kebenaran FT dan dan berusaha masuk dalam kehidupan yang tertarik pada FT.

Zakh 11:7-9
11:7 Maka aku menggembalakan domba-domba sembelihan itu untuk pedagang-pedagang domba. Aku mengambil dua tongkat: yang satu kusebutkan "Kemurahan" dan yang lain kusebutkan "Ikatan"; lalu aku menggembalakan domba-domba itu.
11:8 Dalam satu bulan aku melenyapkan ketiga gembala itu. Kemudian aku tidak dapat menahan hati lagi terhadap domba-domba itu, dan mereka pun merasa muak terhadap aku.
11:9 Lalu aku berkata: "Aku tidak mau lagi menggembalakan kamu; yang hendak mati, biarlah mati; yang hendak lenyap, biarlah lenyap, dan yang masih tinggal itu, biarlah masing-masing memakan daging temannya!"

Penggembalaan yang ada ciri perdagangan, sangat dimurkai Tuhan. Sebab itu kita sebagai domba-domba atau gembala harus tahu menempatkan diri.      
 Jangan masuk golongan yang akan dihukum Allah, sebab tidak berada dalam pemeliharaan Allah yang benar. Jangan asal menggembalakan dan jangan asal masuk gereja!

Tuhan harus melindungi domba-domba, sebab diantara murid-murid Tuhan ada yang palsu. Itulah sebabnya untuk zaman akhir, kita harus mempunyai mata terbuka untuk mengambil kedudukan yang tepat untuk pemeliharaan rohani kita.

Sebab itu:
Sistem pemeliharaan dunia jangan menjadi harapan kita.
Jangan sistem dunia dimasukan dalam ibadah kita.
Kita harus masuk dalam pemeliharaan Tuhan. Kegerakan FT dan Pengajaran disertai dengan kepenuhan Roh Kudus adalah cara Tuhan untuk menyelamatkan Sidang-Nya.

Didalam penggembalaan Tuhan menggunakan 2 tongkat:
1.- Tongkat kemurahan / kecintaan / kasih.
2.- Tongkat Ikatan.
Kalau tongkat yang penuh kasih ini kita abaikan, maka bagi manusia tidak ada harapan lagi. Tongkat ini diberikan bagi domba-domba sembelihan-Nya, sebab Ia tidak mau membiarkan domba-domba-Nya.

Ad. 1.- Tongkat Kasih.
Dalam penggembalaan, kita akan berada dalam kuasa kasih dan ikatan Allah. Jangan diluar penggembalaan, sebab dua hal itu tidak kita rasakan. Tanpa kasih Allah, maka kehidupan rumah tangga akan berantakan, juga seorang suami tidak dapat mengasihi istrinya.

Kasih dari kekuatan diri sendiri itu akan luntur dan tidak tetap. Tetapi kasih Allah lewat FT dalam penggembalaan itu akan menggetarkan jiwa kita, supaya suami-suami atau kepala rumah tangga dapat melaksanakan FT dalam kedudukannya.

Ad.1 tongkat Kasih, itu menunjuk kedudukan Kristus sebagai kepala dalam Sidang dan Ia tahu apa yang diperlukan domba-domba-Nya. Akan terdapat banyak perdagangan dalam hidup rohani anak-anak Tuhan, menunjuk gereja Tuhan dizaman akhir terlalu cenderung mencari keuntungan-keuntungan jasmani dan pribadi. Hal ini merupakan jalur terwujudnya Antikrist.

Ad. 2.- Tongkat Ikatan.
Kuasa Allah untuk mengikat Tubuh Kristus menjadi satu tubuh, supaya anggota tubuh itu tidak tercerai berai, tetapi menjadi satu tubuh yang disebut Mempelai Perempuan Tuhan.

Seorang istri tidak akan tunduk pada suaminya kalau ia tidak mengerti Pengajaran Ikatan Penyatuan menjadi satu tubuh.
Seorang istri tunduk pada suaminya, kalau ia mengerti isteri itu menjadi satu tubuh dengan suaminya seperti Kristus menjadi satu dengan sidang-Nya.
Rahasia besar, yaitu suami dan istri mejadi satu.

Tergembala itu bukan hanya satu kali mendengar saja, tetapi harus berulang kali mendengar, bahwa suami harus mengasihi istrinya sendiri dan istri harus tunduk pada suaminya sendiri.

Berulang kali mendengar sampai kehidupan itu berubah, sebab Tuhan mau menyempurnakan nikah yang bukan saja nikah dibumi, tetapi nikah itu mau diangkat sampai pada nikah yang besar di Sorga.

Zakh 11: 10-14
 11:10 Aku mengambil tongkatku "Kemurahan"lalu mematahkannya untuk membatalkan perjanjian yang telah kuikat dengan segala bangsa.
11:11 Jadi dibatalkanlah perjanjian pada hari itu, maka tahulah pedagang-pedagang domba yang sedang mengamat-amati aku, bahwa itu adalah firman TUHAN.
11:12 Lalu aku berkata kepada mereka: "Jika itu kamu anggap baik, berikanlah upahku, dan jika tidak, biarkanlah!" Maka mereka membayar upahku dengan menimbang tiga puluh uang perak.
11:13 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Serahkanlah itu kepada penuang logam!" -- nilai tinggi yang ditaksir mereka bagiku. Lalu aku mengambil ketiga puluh uang perak itu dan menyerahkannya kepada penuang logam di rumah TUHAN.
11:14 Kemudian aku mematahkan tongkat yang kedua, yaitu "Ikatan", untuk meniadakan persaudaraan antara Yehuda dan Israel.
Kedua tongkat itu ditolak, tetapi Tuhan masih berusaha dengan memberikan diri-Nya terjual dengan harga 30 keping perak.

Yoh 11:49-52
11:49 Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa-apa,
11:50 dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa."
11:51 Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu,
11:52 dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.

Ia terjual dengan 30 keping perak untuk mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai berai. Kalau harga itu sudah ada, maka tiba waktunya nanti ada penghukuman yang jatuh bagi orang yang menolak penggembalaan.

Ia perlu mati untuk keselamatan umat-Nya dan penyatuan anak-anak Allah demi terbentuknya tubuh Kristus.
Ia harus mati, itu suatu ketetapan sejak sebelum ada segala sesuatu. Juga ketetapan bagi orang yang tidak didalam penggembalaan akan mendapat sesuatu.

Seperti yang diperbuat Yudas Iskariot adalah penggembalaan yang mencari keuntungan pribadi.
Kedudukan tua-tua atau pimpinan semacam itu akan diganti dan ia terkena hukuman Allah, sebab ia tidak menghargai korban Kristus.

Kita harus menghargai korban Tuhan dan penggembalaan Tuhan yang disediakan, kalau tidak kita akan binasa.

Mat 27:6-10
27:6 Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata: "Tidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah."
27:7 Sesudah berunding mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing.
27:8 Itulah sebabnya tanah itu sampai pada hari ini disebut Tanah Darah.
27:9 Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: "Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk seorang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel,
27:10 dan mereka memberikan uang itu untuk tanah tukang periuk, seperti yang dipesankan Tuhan kepadaku."

Yudas seorang rasul yang menghargakan uang lebih dari penggembalaan. Ia ditetapkan oleh Tuhan menjadi wadah yang terkena murka Allah, karena memperoleh keuntungan penggembalaan yaitu 30 keping perak.

30 keping perak dipakai untuk membeli tanah tukang periuk, untuk menjadi kuburan orang asing: Tanda kematian untuk selamanya.        
 Perut Yudas terburai seperti periuk yang dipecahkan.
Disamping itu ada pula wadah yang dibuat oleh tukang periuk untuk dipermuliakan.

Jadi tukang periuk berhak membuat  wadah yang dipermuliakan, seperti Allah bebas membuat satu wadah yang dapat menampung kemurkaan-Nya atau satu wadah yang menerima kemulyaan-Nya, kalau dalam penggembalaan yang baik.

Roma 9:20-23
9:20 Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?"
9:21 Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?
9:22 Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan --
9:23 justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan,

Yudas ini sudah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup dan perutnya  terbelah, sehingga semua isi perutnya  tertumpah keluar.

Kis Rsl. 1:17-20
1:17 Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini."
1:18 -- Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.
1:19 Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri "Hakal-Dama", artinya Tanah Darah --.
1:20 "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain.

Biarlah jabatannya diambil oleh orang lain.
Orang lain akan menggantikan kedudukannya sebagai gembala atau pimpinan.
Yudas adalah gambar dari Antikrist yang menekankan pada kepentingan uang yang menguasai ekonomi dunia.

Kalau kita tidak dapat menghargai penggembalaan Tuhan lewat tongkat Kasih dan tongkat Ikatan, maka akan tersedia tipuan dan perkara lain yang jasmani, yang akan membawa manusia jatuh kedalam hukuman Allah. Juga dalam gereja akan mencari keuntungan-keuntungan finansiel, akibatnya gereja tidak mengalami perjanjian Tuhan seperti Tongkat Kasih dipatahkan, sehingga didalam gereja tidak terjadi kerukunan, bahkan terjadi percecokan yang berkisar dalam soal uang.

Tuhan mematahkan 2 tongkat itu, tongkat kasih dan tongkat ikatan, oleh sebab ada roh Yudas dalam kehidupan anak-anak Tuhan.
Kekayaan Sorgalah yang harus dikumpulkan, yaitu harta yang tidak dapat dimakan ngengat, karat dan pencuri.
Kita harus tahu maksud-maksud ibadah kita, jangan hanya pada tingkat keperluan-keperluan cara manusia, sebab itu hanya dicari oleh orang kafir. Kita harus mencari penggembalaan yang sehat.

Didalam penggembalaan jangan kita hanya dipuaskan oleh berkat-berkat jasmani, tapi biarlah kita dipuaskan oleh jaminan rohani, yaitu Firman Tuhan.

30 keping perak adalah harga seekor lembu nakal, yang jahat yang suka menyerang manusia, kemudian lembu itu harus dilempari sampai mati.

Kel 21:32
21:32 Tetapi jika lembu itu menanduk seorang budak laki-laki atau perempuan, maka pemiliknya harus membayar tiga puluh syikal perak kepada tuan budak itu, dan lembu itu harus dilempari mati dengan batu.

Kristus sebagai gembala, tetapi Yudas menganggap sebagai yang digembalakan, yaitu lembu yang nakal. Untuk kemudian dijual dengan harga 30 keping perak. Sebab itu Tuhan patahkan 2 tongkat itu, oleh karena Yudas mencari keuntungan didalam ibadah dan sudah sangat merendahkan penggembalaan atau perlayanan Tuhan.      
Janganlah kehidupan Kristen karena mencari keuntungan, lalu menghinakan penggembalaan Tuhan dan menjual Tuhan, sehingga menjadi satu periuk yang akan dihancurkan dan dihukum Allah.

Zakh 11:15-17
11:15 Sesudah itu berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Ambillah sekali lagi perkakas seorang gembala yang pandir!
11:16 Sebab sesungguhnya, Aku akan membangkitkan di negeri ini seorang gembala yang tidak mengindahkan yang lenyap, yang tidak mencari yang hilang, yang tidak menyembuhkan yang luka, yang tidak memelihara yang sehat, melainkan memakan daging dari yang gemuk dan mencabut kuku mereka.
11:17 Celakalah gembala-Ku yang pandir, yang meninggalkan domba-domba! Biarlah pedang menimpa lengannya dan menimpa mata kanannya! Biarlah lengannya kering sekering-keringnya, dan mata kanannya menjadi pudar sepudar-pudarnya!"

Ambillah perkakas gembala yang pandir atau yang tidak ada artinya dihadapan Tuhan. Akibatnya terjadi kekeringan  pada tangan dan matanya menjadi gelap, oleh sebab penggembalaan itu tidak ada artinya.

Tuhan berbicara lebih jauh tentang kedudukan kita sebagai domba-domba yang digembalakan, jangan kita berada dalam suasana kebodohan atau tidak ada artinya dihadapan Allah, sebab menentang dua tongkat Allah, yaitu tongkat kasih dan tongkat ikatan, tongkat penggembalaan untuk menyempurnakan gereja-Nya.

Penentangan selain oleh Antikrist (Yudas) juga ditentang oleh sistem penggembalaan yang tidak ada artinya dan yang bodoh.
Tuhan pukul dengan :
1.- Tangan menjadi kering.
2.- Mata menjadi gelap.
Akibatnya suatu kehidupan yang sulit dalam beribadah kepada Tuhan.
Tangan menjadi kering / lumpuh, berarti usaha tidak berhasil artinya tidak dapat menyembah Allah.

Mata menjadi gelap, berarti mata tidak tebuka untuk pembukaan Firman Tuhan.
Tuhan sebagai gembala yang baik tidak menghendaki ibadah kita menjadi suatu ibadah yang terikat peraturan atau menurut huruf-huruf yang diatur oleh manusia. Secara lahir baik, sebab tertib dan teratur, tapi dalamnya tidak sesuai dengan lahirnya.

Berarti kehidupan Kristen itu lebih mengutamakan yang lahir daripada kedamaian yang didalam hati.
Tuhan mau menggembalakan, supaya hati manusia sungguh-sungguh merasa damai dan ada perhentian didalam. Kalau ada perhentian didalam, maka yang kering akan mendapat kesembuhan, serta kekeringan rohani akan diubah menjadi suatu ibadah yang penuh dengan gairah, sebab kehidupan rohani telah menjadi sehat.

Mat 12:9-13
12:9 Setelah pergi dari sana, Yesus masuk ke rumah ibadat mereka.
12:10 Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka bertanya kepada-Nya: "Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?" Maksud mereka ialah supaya dapat mempersalahkan Dia.
12:11 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Jika seorang dari antara kamu mempunyai seekor domba dan domba itu terjatuh ke dalam lobang pada hari Sabat, tidakkah ia akan menangkapnya dan mengeluarkannya?
12:12 Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat."
12:13 Lalu kata Yesus kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka pulihlah tangannya itu, dan menjadi sehat seperti tangannya yang lain.

Tangan yang kering menunjuk kekeringan rohani dalam Sidang jemaat, sehingga tidak dapat menyembah pada Tuhan, Juga berarti kehidupan yang tidak ada damai, penuh sentimen dan banyak perkara yang belum dilepaskan dalam hatinya.
Mempunyai domba yang jatuh dalam lubang.

Lubang bahasa Gerikanya yaitu : Bettunos, yang berarti lubang ditanah.
Dari asal kata Battuno yang berarti dalam.
Domba yang jatuh terperosok kesitu, tidak ada kemampuan untuk menolong dirinya. Kalau tidak ada yang menolong, tentu itu harus tinggal disana sampai mati.

Lubang jasmani ini belum sehebat lubang rohani.
Kalau kehidupan Kristen tidak sungguh-sungguh dalam penggembalaan yang benar, akan seperti domba dalam lubang yang seumur hidupnya tidak tertolong.

Sebab itu biarlah kita menjadi domba-domba yang mengalami:
1.- Tongkat kasih Allah.
Allah memperhatikan kehidupan yang sudah jatuh untuk mengangkat keluar, supaya kehidupan yang jatuh dan kering akan diangkat keluar sehingga ada gairah untuk memuji dan menyembah Tuhan.

2.- Tongkat Ikatan.
Tuhan gunakan tongkat ini bagi domba yang terhilang yang tercerai dari persekutuan. Dan Ia mencari sampai ketemu, supaya kembali dalam persekutuan.
Penggembalaan Tuhan adalah penggembalaan yang penuh kekuatan dan Ia memperhatikan yang paling kecil, paling rendah dan yang merasa paling banyak kesalahannya. Pengampunan Tuhan disediakan bagi mereka yang mau sungguh merendahkan diri.

Sebab itu perlu kita mendengarkan Firman Tuhan yang tajam, untuk menunjuk kekurangan kita masing-masing, bukan untuk dihukum, tetapi supaya kita mengetahui kesalahan dan dosa-dosa kita dan supaya ada pengakuan dan minta ampun pada Tuhan, dan Tuhan bersedia mengampuninya. Kalau kita tidak mau memperhatikan dan menerima Firman Tuhan, maka mata menjadi gelap dan buta.

Mat 18:9-14
18:9 Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua.
18:10 Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.
18:11 [Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang.]"
18:12 "Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?
18:13 Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.
18:14 Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang."

Mata yang menjadi sandungan, berarti mata menjadi gelap. Untuk itu pendapat-pendapat atau pandangan yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan harus dibuang, karena mata itu lebih tertarik pada perkara-perkara yang lain. Dan mata itu lebih tertarik pada perkara-perkara yang lain dan mata itu menyebabkan kita  masuk dalam neraka.

Tetapi kalau mata terbuka untuk Firman Tuhan, maka kehidupan ini terang.
Inilah saatnya kita terbuka mata untuk Firman Tuhan, dan kita akan ditolong dari banyak dosa yang mencengkeram kehidupan kita, seperti domba yang terkecil yang diangkat, dipanggul dan dibawa pulang, lalu memanggil sahabat-sahabatnya untuk berpesta, sebab domba yang terhilang sudah didapat kembali.
Amin.