Translate

2 Mar 2015

Ibadah Pendalaman Alkitab. 27 Februari 2015. Lanjutan Kristologi.



Ibadah Pendalaman Alkitab.  27 Maret 2015
Lanjutan Kristologi

Kesaksian Yohanes tentang Mesias.
Yoh 1:19-27.
19   Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?"
20  Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias."
21  Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!"
22  Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?"
23  Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya."
24  Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi.
25  Mereka bertanya kepadanya, katanya: "Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?"
26  Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal,
27  yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak."

Ketika Yohanes ditanya oleh imam dan orang-orang Lewi tentang siapakah  dirinya? Dia menjawab :”Aku bukan Mesias”

Siapkah sebenarnya Yohanes ini?
Dia adalah orang yang berjiwa besar, tetapi memiliki kerendahan hati.
Mat 11:11
11 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis, kerajaan Sorga diserbu banyak orang (ayat 12)   Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.

Yohanes datang dengan berita pertobatan, dan kabar yang dibawakan itu telah menarik banyak orang datang pada Tuhan
Luk 3:3-9
3  Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu,
4  seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.
5  Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan,
6  dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan."
7  Lalu ia berkata kepada orang banyak yang datang kepadanya untuk dibaptis, katanya: "Hai kamu keturunan ular beludak! Siapakah yang mengatakan kepada kamu melarikan diri dari murka yang akan datang?
8  Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah berpikir dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!
9  Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api."

Banyak orang =
Luk 3:7, 10, 15, 18.
7  Lalu ia berkata kepada orang banyak yang datang kepadanya untuk dibaptis, katanya: "Hai kamu keturunan ular beludak! Siapakah yang mengatakan kepada kamu supaya melarikan diri dari murka yang akan datang?
10  Orang banyak bertanya kepadanya: "Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?"
15 Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias,
18  Dengan banyak nasihat lain Yohanes memberitakan Injil kepada orang banyak.

Yohanes Pembaptis ini adalah type seorang hamba Tuhan yang rendah hati, sekalipun ia berhasil dalam pelayanannya (pengikutnya banyak) ia tetap rendah hati, itu bisa dilihat dari ucapannya dihadapan orang banyak.
Luk 3:16
16 Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

Berikut kesaksian Yohanes Pembaptis tentang Mesias.
Yoh 3:27-30
27  Jawab Yohanes: "Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.
28  Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.
29  Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.
30  Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.

“Aku bukan Mesias!” Yohanes Pembaptis mau menegakan bahwa dia bukan Mesias. Lalu siapakah Yohanes Pembaptis ini?
Dia adalah sahabat mempelai laki-laki. Sebab yang berhak atas mempelai perempuan ialah mempelai laki-laki.
Disini Yohanes menyebut Yesus sebagai mempelai laki-laki.

Yohanes Pembaptis memperkenalkan Yesus kepada murid-muridnya sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.
Yoh 1:29,35-36
29   Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
35  Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya.
36  Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!"

Dalam kitab Wahyu mempelai laki-laki disebut sebagai Anak Domba.
Why 19:7-9
7  Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
8  Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)
9  Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Apa yang diperkenalkan Yohanes kepada murid-muridnya tentang siapakah Yesus ini yang harus kita pegang teguh, sama seperti yang diajarkan Rasul Paulus kepada anak didiknya Timotius.
2 Tim 1:13
 13  Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus.

Pengajaran itu bagaikan harta yang indah : 2 Tim 1:14
14 Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.

Jika kita tahu bahwa pengajaran firman Allah itu bagaikan harta yang indah, maka sudah selayaknya kita mau berpegang erat atas pengajaran ini.
2 Tim 3:14
14  Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.

2 Tes 2:15
15  Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis.

Pesan-pesan ini disampaikan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Tesalonika, agar jemaat Tesalonika semakin kuat dalam pengajaran.

Dalam kesaksian berikutnya Yohanes Pembaptis menyebutkan bahwa dirinya itu bukan apa-apa jika dibandingkan dengan Yesus.
Yoh 1:26-27
26  Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal,
27  yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak."

Sekali lagi ini menunjukan kerendahan hati dari seorang hamba.
Kalau kita mau dipakai Tuhan kita haruis belajar rendah hati, tidak merasa diri ini lebih dari orang lain.
“Ia harus semakin besar, tetapi aku harus semakin kecil”
Yoh 3:30
30  Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.

Rasul Paulus juga menganjurkan kepada jemaat di Pilipi agar seorang menganggap orang lain itu lebih utama dari dirinya sendiri.
Flp 2:1-3
1  Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,
2  karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,
3  dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;

Tuhan Yesus memberkati.