Translate

15 Mar 2014

Ibadah Pendalaman Alkitab, 14 Maret 2014. Lanjutan Pintu Kemah

 Ibadah Pendalaman Alkitab, 14 Maret 2014.
Lanjutan Pintu Kemah

Kesempatan untuk hidup berkelimpahan itu sekarang ini, dan kita harus pakai, sebab ada waktunya kesempatan itu akan ditutup. Jangan seperti 5 anak dara yang bodoh tertinggal diluar pintu. Ada pintu kemurahan yang satu kali kelak akan ditutup.

Tiga pintu termasuk pakaian Imam Besar ini mempunyai warna yang sama dan bahan-bahannya terbuat dari bahan yang sama. Pintu Gerbang membuka jalan ke Mezbah Korban Bakaran, kemudian disusul dengan Kolam Pembasuhan: artinya Tuhan Yesus membukakan jalan sampai pada pertobatan (MKB) dan penyelamatan (KP).

Pintu Kemah itu pembuka jalan sampai pada kesucian, dimana didalamnya terdapat: Meja Roti Sajian. Pelita Mas. Mezbah Dupa. Masuk Pintu Kemah: Tuhan Yesus memberi pembukaan jalan sampai pada kepenuhan Roh Kudus, supaya kita ada hubungan dengan Dia.
Hubungan dalam MRS = Persekutuan dengan Firman Tuhan.
Hubungan dalam PM = Menjadi saksi/terang.
Hubungan dalam MD = Penyembahan.

Kalau kita bisa bersekutu dengan dagingnya Kristus (MRS) dan menjadi saksi (PM) sampai pada penyembahan (MD) , itu jalannya lewat Pintu Kemah = kepenuhan Roh Kudus
.
Pintu Tirai = itu membuka jalan ke Ruang Maha Suci dimana dijumpai Peti Perjanjian; artinya Yesus membuka jalan sampai kepada tahta Allah, baik itu dalam kematian manusia, juga hidupnya sebagai manusia, terutama nanti pada kedatangan Tuhan yang ke dua kalinya.

Pintu Gerbang = berada diluar PG berarti tinggal di padang pasir dimana Allah tidak memerintah (terhilang). Berada didalam Pintu Gerbang berarti diselamatkan.
Pintu Kemah = diluar Pintu Kemah memang berada diwilayah pemerintahan Tuhan, tapi dihalaman.
Kalau didalam Pintu Kemah itu berada di dalam Ruangan Suci.

Jadi ada perbedaannya antara halaman dan Ruangan Suci.
Arti rohaninya: Diluar Pintu Kemah memang diselamatkan oleh korban-Nya Kristus, tapi masih berdiri atas dasar Taurat, yaitu masih dalam kehidupan didalam daging yang perlu dihukumkan / disalibkan.
Didalam Pintu Kemah = sudah dibaptis dengan Roh Kudus dan berada disuatu daerah yang bukan dalam kekuasaan daging tapi dalam kekuasaan Roh Kudus dalam persekutuan dengan Kristus dan firman-Nya.

Ini adalah dalam daerah pertumbuhan rohani dalam cahaya dan berbuah-buah, dan menyembah kepada Allah.
Pintu Tirai : (PT) Diluar PT adalah wilayah MRS, PM dan MD. Didalam PT daerah Maha Kudus, dimana berdiri Peti Perjanjian. Arti rohaninya:
Diluar PT = memang dibaptis dengan Roh Kudus, tapi daging ini belum sepenuhnya tersalib, sebab PT belum dirobek. PT gambarnya daging. Didalam PT = berada didalam kesempurnaan Ruangan Maha Kudus, kehidupan ini sama sekali disalib, daerah dimana Allah selalu ada.

Pada ikhtiar empat Injil : Thema Pintu Kemah itu nanti akan dibuktikan adanya 5 tiang.
Mat 12:1-8 Cerita ini mengambil jiwanya PK.
1 Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya.
2 Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat."
3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,
4 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam?
5 Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah?
6 Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah.
7 Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah.
8 Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

Tuhan mau mengajak murid-murid-Nya ke RS, tapi ditahan oleh orang Farisi (oleh peraturan Taurat = Halaman)
Apa yang disalahkan? Memetik dan memakan (bekerja) pada hari Sabat.
 Peristiwa ini terjadi karena ada kelaparan, harus dilayani dengan belas kasiha, bukan oleh peraturan. Bukan Taurat tapi kemurahan. Cerita ini terkena Pintu Kemah, sebab Tuhan mengajak murid-murid meninggalkan peraturan Taurat. Tuhan mengetahui bahwa manusia lapar itu tidak dikenyangkan oleh peraturan Taurat, tapi oleh makanan (firman Tuhan).
Mat 5:6
6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.

1 Sam 21:1-9 Daud di Nob
1 Sampailah Daud ke Nob kepada Ahimelekh, imam itu. Dengan gemetar Ahimelekh pergi menemui Daud dan berkata kepadanya: "Mengapa engkau seorang diri dan tidak ada orang bersama-sama dengan engkau?"
2 Jawab Daud kepada imam Ahimelekh: "Raja menugaskan sesuatu kepadaku, katanya kepadaku: Siapapun juga tidak boleh mengetahui sesuatu dari hal yang kusuruh kepadamu dan yang kutugaskan kepadamu ini. Sebab itu orang-orangku telah kusuruh pergi ke suatu tempat.
3 Maka sekarang, apa yang ada padamu? Berikanlah kepadaku lima roti atau apapun yang ada."
4 Lalu jawab imam itu kepada Daud: "Tidak ada roti biasa padaku, hanya roti kudus yang ada; asal saja orang-orangmu itu menjaga diri terhadap perempuan."
5 Daud menjawab imam itu, katanya kepadanya: "Memang, kami tidak diperbolehkan bergaul dengan perempuan, seperti sediakala apabila aku maju berperang. Tubuh orang-orangku itu tahir, sekalipun pada perjalanan biasa, apalagi pada hari ini, masing-masing mereka tahir tubuhnya."
6 Lalu imam itu memberikan kepadanya roti kudus itu, karena tidak ada roti di sana kecuali roti sajian; roti itu biasa diangkat orang dari hadapan TUHAN, supaya pada hari roti itu diambil, ditaruh lagi roti baru.
7 Maka pada hari itu juga ada di sana salah seorang pegawai Saul, yang dikhususkan melayani TUHAN; namanya Doeg, seorang Edom, pengawas atas gembala-gembala Saul.
8 Berkatalah Daud kepada Ahimelekh: "Tidak adakah padamu di sini tombak atau pedang? Sebab baik pedangku maupun senjataku, tidak dapat kubawa, karena perintah raja itu mendesak."
9 Kemudian berkatalah imam itu: "Pedang Goliat, orang Filistin, yang kaupukul kalah di Lembah Tarbantin, itulah yang ada di sini, terbungkus dalam kain di belakang efod itu. Jika engkau hendak mengambilnya, ambillah; yang lain tidak ada, hanya ini." Kata Daud: "Tidak ada yang seperti itu; berikanlah itu kepadaku."
Sabat itu tidak berhenti pada peraturan, tapi sampai pada kepuasan hati.

Disitu ada tokoh bernama Doeg. Ia merupakan mata-mata
1 Sam 22:9-19
 9  Lalu menjawablah Doeg, orang Edom itu, yang berdiri dekat para pegawai Saul, katanya: "Telah kulihat, bahwa anak Isai itu datang ke Nob, kepada Ahimelekh bin Ahitub.
10  Ia menanyakan TUHAN bagi Daud dan memberikan bekal kepadanya; juga pedang Goliat, orang Filistin itu, diberikannya kepadanya."
11  Lalu raja menyuruh memanggil Ahimelekh bin Ahitub, imam itu, bersama-sama dengan seluruh keluarganya, para imam yang di Nob; dan datanglah sekaliannya menghadap raja.
12  Kata Saul: "Cobalah dengar, ya anak Ahitub!" Jawabnya: "Ya, tuanku."
13  Kemudian bertanyalah Saul kepadanya: "Mengapa kamu mengadakan persepakatan melawan aku, engkau dengan anak Isai itu, dengan memberikan roti dan pedang kepadanya, menanyakan Allah baginya, sehingga ia bangkit melawan aku menjadi penghadang seperti sekarang ini?"
14  Lalu Ahimelekh menjawab raja: "Tetapi siapakah di antara segala pegawaimu yang dapat dipercaya seperti Daud, apalagi ia menantu raja dan kepala para pengawalmu, dan dihormati dalam rumahmu?
15  Bukan ini pertama kali aku menanyakan Allah bagi dia. Sekali-kali tidak! Janganlah kiranya raja melontarkan tuduhan kepada hambamu ini, bahkan kepada seluruh keluargaku, sebab hambamu ini tidak tahu apa-apa tentang semuanya itu, baik tentang perkara kecil maupun perkara besar."
16  Tetapi raja berkata: "Engkau mesti dibunuh, Ahimelekh, engkau dan seluruh keluargamu."
17  Lalu raja memerintahkan kepada bentara yang berdiri di dekatnya: "Majulah dan bunuhlah para imam TUHAN itu sebab mereka membantu Daud; sebab walaupun mereka tahu, bahwa ia melarikan diri, mereka tidak memberitahukan hal itu kepadaku." Tetapi para pegawai raja tidak mau mengangkat tangannya untuk memarang imam-imam TUHAN itu.
18  Lalu berkatalah raja kepada Doeg: "Majulah engkau dan paranglah para imam itu." Maka majulah Doeg, orang Edom itu, lalu memarang para imam itu. Ia membunuh pada hari itu delapan puluh lima orang, yang memakai baju efod dari kain lenan.
19  Juga penduduk Nob, kota imam itu, dibunuh raja dengan mata pedang; laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak yang menyusu, pula lembu, keledai dan domba dibunuhnya dengan mata pedang.

Doeg ke rumah Tuhan untuk mencari kesalahan orang lain, dan sampai saat ini masih banyak orang seperti Doeg.
Ia merupakan pelayan Tuhan tetapi berani membunuh imam, orang pilihan Tuhan

Sabat artinya perhentian / damai. Jadi kalau Sabat itu dilakukan secara perolehan rohani itu tidak melanggar, justru memenuhi, seperti yang diperbuat oleh Daud. Roh Kudus memberi perhentian didalam hati.

Yes 28:9-13 Inilah tempat perhentian! Tempat peristirahatan.
9 Dan orang berkata: "Kepada siapakah dia ini mau mengajarkan pengetahuannya dan kepada siapakah ia mau menjelaskan nubuat-nubuatnya? Seolah-olah kepada anak yang baru disapih, dan yang baru cerai susu! 10 Sebab harus ini harus itu, mesti begini mesti begitu, tambah ini, tambah itu!"
11 Sungguh, oleh orang-orang yang berlogat ganjil dan oleh orang-orang yang berbahasa asing akan berbicara kepada bangsa ini
12 Dia yang telah berfirman kepada mereka: "Inilah tempat perhentian, berilah perhentian kepada orang yang lelah; inilah tempat peristirahatan!" Tetapi mereka tidak mau mendengarkan.
13 Maka mereka akan mendengarkan firman TUHAN yang begini: "Harus ini harus itu, mesti begini mesti begitu, tambah ini tambah itu!" supaya dalam berjalan mereka jatuh telentang, sehingga luka, tertangkap dan tertawan.

Ayat 10 Peraturan atas peraturan >< 2 Kor 3:17 Sini sedikit tambah, sana sedikit tambah.
17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.

Yes 28:11 = bibir yang digerakkan oleh Roh Kudus dan lidah asing.
Ayat 12 : Ini perhentian, maksudnya Roh Kudus ini kesegaran.
Ayat 13 : Kalau mau hidup dalam peraturan, tidak didalam Roh Kudus, nanti akan jatuh terlentang. Begitulah penjelasan Inijl Mat 12:1-8.

Mat 12:9-14 Kesembuhan tangan lumpuh.
9 Setelah pergi dari sana, Yesus masuk ke rumah ibadat mereka.
10 Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka bertanya kepada-Nya: "Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?" Maksud mereka ialah supaya dapat mempersalahkan Dia.
11 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Jika seorang dari antara kamu mempunyai seekor domba dan domba itu terjatuh ke dalam lobang pada hari Sabat, tidakkah ia akan menangkapnya dan mengeluarkannya?
12 Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat."
13 Lalu kata Yesus kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka pulihlah tangannya itu, dan menjadi sehat seperti tangannya yang lain.
14 Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia.

Kalau tadi ayat 1-8 Sabat diluar, sekarang Sabat didalam. Sekarang dikenakan peraturan ketat dalam gereja. Kalau digereja ada orang sakit mati tangan sebelah, ini gambar dari ibadah yang tidak full, suatu kegiatan yang tidak full (kering rohaninya).
Tangan dipakai untuk bekerja, tapi juga untuk menyembah. 1 Tim 2:8 8 Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.
Ini bicara mengenai penyembahan yang tidak full, dan ini digambarkan seperti domba yang jatuh ke lobang, kalau tidak tertolong pasti binasa. Ini keadaan ibadahnya gereja yang tidak full. Kalau kita mengadakan pelayanan jangan sambil lalu kalau ada waktu, begitu juga dengan sembahyang, kita harus melakukan dengan serius. Jangan persembahan yang kering. Kalau itu berlarut-larut nanti akan mati, seperti domba yang jatuh tadi. Belas kasihan itu lebih dari peraturan. Gereja dalam keadaan kering itu tidak bisa ditolong oleh peraturan-peraturan. Kekurangan gereja itu dilayani oleh Tuhan. Adalah lebih baik kalau kita hamba-hamba Tuhan itu merasa kurang dihadapan Tuhan, agar nanti mendapat pelayanan-Nya (mendapat belas kasihan-Nya)
Contoh Lewi pemungut cukai Mat 9:9-13
Mat 9:9-13
9 Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.
10 Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.
11 Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
12 Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.
13 Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

Hanya dengan dua patah kata Lewi ini ikut Tuhan :”Ikutlah Aku” Lewi yang lekat dengan kursinya itu dilepaskan dari uang.
Ayat 13 : Yang Ku kehendaki adalah belas kasihan.
Bagian ini terkena MKB = kuasa korban-Nya Kristus yang sanggup melepaskan belenggu. Tapi soal belas kasihan itu ada hubungannya dengan cerita dalam Mat 12-9-14 tadi.
Semoga Roh Kudus memberikan pencerahan dalam hati kita sekalian. Tuhan Yesus memberkati.