Translate

7 Jul 2013

Ibadah Raya, 7 Juli 2013



Ibadah Raya, 7 Juli 2013

MAHKOTA KEMEGAHAN.

Judul diatas menimbulkan pertanyaan bagi kita, “Apakah itu mahkota kemegahan?”
Kata-kata ini diucapkan oleh Rasul Paulus untuk mengungkapkan rasa sukacitanya disaat dia melihat pertumbuhan rohani jemaat yang ada di Tesalonika.

1 Tes 2:19-20.
“Sebab siapakah pengharapan kami atau suka cita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu? Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami.”

Kesukaan dari seorang hamba Tuhan itu bila melihat buah-buah pelayanannya. Rasul Paulus telah melihat jemaat di Tesalonika ini merupakan jemaat yang sudah digarap oleh Firman Allah.
1 Tes 2:13 “Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu bukan sebagai perkataan manusia, tetapi dan memang sungguh-sungguh demikian sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.”

Rahasia pertumbuhan imannya orang-orang Kristen di Tesalonika ini karena mereka menerima firman Allah itu sepenuhnya bukan sebagai perkataan manusia, melainkan sebagai firman Allah.
Firman Allah yang di sampaikan Rasul Paulus ini disampaikan dengan suatu kepastian yang kokoh.
1 Tes 1:5 “Sebab injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh.”

Jika firman Allah yang disampaikan oleh seorang hamba Tuhan itu dalam urapan Roh Kudus dan kabar beritanya itu memberi suatu kepastian, maka firman Allah itu pula yang bekerja di dalam hati setiap pendengar dan menghasilkan suatu pertumbuhan rohani.

APAKAH RAHASIA DIBALIK PELAYANAN?

Pertama:
Pelayanan itu harus murni, tidak disertai tipu daya.
1 Tes 2:3
“Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan atau dari maksud yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya.”

Firman Allah yang disampaikan itu bukan untuk menyenangkan manusia, tapi untuk menyenangkan / menyukakan Allah.
1Tes 2:4
“Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk mnyukakan Allah yang menguji hati kita.”
Bandingkan dengan Galatia 1:10 “Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.”


Kedua:
Tidak ada motifasi lain dibalik pelayanannya:
1 Tes 2:5
“Karena kami tidak pernah bermulut manis-hal itu kamu ketahui-dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi-Allah adalah saksi.”
Bandingkan dengan 2 Kor 2:17
“Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.”

Ketiga:
Hamba Tuhan itu berlaku seperti ibu yang mengasuh dan merawati anaknya.
1 Tes 2:7
“Tetapi kami berlaku ramah diantara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya.”

Keempat:
Juga seperti bapa yang menasihati anaknya.
1 Tes 2:11
“Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang.”

Hamba Tuhan seperti ibu yang merasakan sakit bersalin ketika melahirkan anaknya.
Gal 4:19
”Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu.”

Hamba Tuhan seperti bapa yang mendidik anak-anaknya.
Ibn 12:9-13
“Dia mengajar kita untuk kebaikan kita , supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.”

Hubungan jemaat dengan gembala sama seperti seorang ibu/ayah terhadap anaknya, ada hubungan bathin.
1 Tes 2:17
“Tetapi kami saudara-saudara, yang seketika terpisah dari kamu, jauh dimata, tetapi tidak jauh di hati, sungguh-sungguh dengan rindu yang besar, telah berusaha untuk datang menjenguk kamu.”

Kerinduan hamba Tuhan untuk bertemu muka dengan jemaat.
1 Tes 3:10.
“Siang malam kami berdoa sungguh-sungguh, supaya kita bertemu muka dengan muka dan menambahkan apa yang masih kurang kepadamu.”

Apa yang perlu ditambahkan disini?
Hidup kudus;
1 Tes 4:7
“Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.”

Mengapa kita diajak untuk hidup kudus?
Sebab dengan hidup kudus kita layak menyambut kedatangan Tuhan.
1 Tes 5:23
“ Semoga Allah damai sejahtera mengukuduskan kamu seluruhnya dan semoga roh jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.”

Tuhan Yesus memberkati