Translate

9 Sep 2018

Ibadah Raya 9 September 2018. IMAN YANG SANGGUP MENANTANG KEMUSTAHILAN




Ibadah Raya 9 September 2018.
IMAN YANG SANGGUP MENANTANG KEMUSTAHILAN

Ibn 11:29
11:29 Karena iman maka mereka telah melintasi Laut Merah sama seperti melintasi tanah kering, sedangkan orang-orang Mesir tenggelam, ketika mereka mencobanya juga.
Kalau bangsa Israel berhasil meninggalkan Mesir dan Firaun, itu bukan berarti bahwa mereka bebas sama sekali, sebab Firaun yang adalah gambarnya Iblis, tidak merelakan kalau umat Allah ini bebas dari perbudakan, itu sebabnya kemudian Firaun mengejar umat Allah.

Kel 14:5-8
14:5 Ketika diberitahukan kepada raja Mesir, bahwa bangsa itu telah lari, maka berubahlah hati Firaun dan pegawai-pegawainya terhadap bangsa itu, dan berkatalah mereka: "Apakah yang telah kita perbuat ini, bahwa kita membiarkan orang Israel pergi dari perbudakan kita?"
14:6 Kemudian ia memasang keretanya dan membawa rakyatnya serta.
14:7 Ia membawa enam ratus kereta yang terpilih, ya, segala kereta Mesir, masing-masing lengkap dengan perwiranya.
14:8 Demikianlah TUHAN mengeraskan hati Firaun, raja Mesir itu, sehingga ia mengejar orang Israel. Tetapi orang Israel berjalan terus dipimpin oleh tangan yang dinaikkan.

Kita lihat disini bahwa Iblis tidak pernah melepaskan mangsanya, yang pernah dicengkram selama ratusan tahun itu.
Tuhan Yesus pernah memberikan perumpamaan tentang orang yang pernah dikuasai Iblis kemudian mengalami kelepasan, tapi karena membiarkan tempat itu kosong, maka Setan yang keluar dari rumah itu balik dengan mengajak 7 temannya, sehingga orang itu menjadi lebih jahat dari sebelumnya.

Mat 12:43-45 Kembalinya roh jahat:
12:43 "Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya.
12:44 Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapi teratur.
12:45 Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini."

Rasul Petrus pernah menunjukan kepada kita bagaimana dengan strategi Iblis.
Iblis digambarkan seperti singa yang mengaum-aum sambil mengelilingi mangsanya yang siap ditelannya.

1 Pet 5:8-9
5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
5:9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.
Iblis menyerang manusia dengan senjata andalanya, yaitu kekwatiran, itu sebabnya ada firman yang mengatakan:

1Pet 5:7
5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Iblis tahu bahwa manusia ini paling mudah dihinggapi rasa kwatir, seperti yang dialami oleh bangsa Israel pada saat mereka sedang dikejar-kejar Firaun dan tentaranya. Pada waktu mereka melihat kebelakang, hati mereka kecut rasa takut mencekam hati mereka, sedangkan dihadapan mereka ada Laut Merah. Apa yang diperbuat mereka pada waktu menghadapi keadaan yang demikian, mereka mengomel.

Kel 14:9-12
14:9 Adapun orang Mesir, segala kuda dan kereta Firaun, orang-orang berkuda dan pasukannya, mengejar mereka dan mencapai mereka pada waktu mereka berkemah di tepi laut, dekat Pi-Hahirot di depan Baal-Zefon.
14:10 Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh, maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Lalu sangat ketakutanlah orang Israel dan mereka berseru-seru kepada TUHAN,
14:11 dan mereka berkata kepada Musa: "Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir?
14:12 Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini."

Ini adalah salah satu trik Iblis untuk membuat anak-anak Tuhan yaitu hilang imannya.
Kalau sudah panic, kemudian mereka mulai mengomel. Mereka mulai menyalahkan Musa, mereka lebih suka tinggal di Mesir dalam perbudakan, dari pada menjalani jalan salib yang membawa kelepasan. Mereka berkata: “Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini.”
Mati di padang gurun yang mereka katakan ini, sebenarnya jalan salib yang harus dijalani bagi setiap pengikut Kristus.

1 Pet 2:19-21
2:19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
2:20 Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.
2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

Waktu mereka mengomel, mereka tidak mengerti kehendak Allah. Bagaimana orang yang lagi mengomel dapat mengerti kehendak Allah?
Lain sekali dengan Musa. Musa memiliki iman yang sanggup menentang kemustahilan.

Kel 14:13-14
14:13 Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.
14:14 TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja."
JANGANLAH TAKUT!

Sehebat apapun persoalan yang kita hadapi, bahkan seperti Laut Merah sekalipun, jalan buntu!  Kita dengar firman Tuhan yang mengatakan: Janganlah takut!  
Tuhan akan berperang ganti kita, dan kita akan diam saja. Ini luar biasa. Ini yang disebut IMAN YANG MENANTANG KEMUSTAHILAN.
Jalan buntu dibukakan oleh Tuhan, modalnya hanya disuruh PERCAYA.
Perjalanan yang ditempuh oleh bangsa Israel waktu itu sebenarnya bukan terlalu berat dibandingkan dengan jalan yang sebenarnya harus mereka lalui, yaitu melewati daerah orang Filistin.

Kel 13:17-18
13:17 Setelah Firaun membiarkan bangsa itu pergi, Allah tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini yang paling dekat; sebab firman Allah: "Jangan-jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir."
13:18 Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir.

Allah tidak membawa bangsa Israel melewati daerah orang Filistin, sebab ini adalah daerah peperangan, Allah tahu kalau bangsa Israel dibawa ketempat itu bisa tawar hatinya.
Mungkin belum waktunya anak Tuhan itu dibawa ke medan peperangan melawan musuh, Allah cenderung membawa mereka ke laut Tiberau / laut Merah.
Allah ingin supaya bangsa Israel melihat kebesaran Allah lebih dahulu, yaitu dengan cara menyaksikan laut terbelah dua dan umat Allah berjalan dalam kekeringan, serta menyaksikan Firaun dan tentaranya di telan hidup-hidup oleh air laut Merah.

Ada saatnya nanti kehidupan Kristen ini dilatih untuk berperang. Kel 17:8-9
17:8 Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim.
17:9 Musa berkata kepada Yosua: "Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku.

Sebelum bangsa ini dilatih berperang, lebih dahulu mereka dihadapkan dengan ujian. Tempat untuk melatih perang ini namanya Mara dan Masa.

Kel 15:22-27 Di Mara dan di Elim.
15:22 Musa menyuruh orang Israel berangkat dari Laut Teberau, lalu mereka pergi ke padang gurun Syur; tiga hari lamanya mereka berjalan di padang gurun itu dengan tidak mendapat air.
15:23 Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara.
15:24 Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: "Apakah yang akan kami minum?"
15:25 Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka,
15:26 firman-Nya: "Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit mana pun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku TUHANlah yang menyembuhkan engkau."
15:27 Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu.
Tempat yang kedua : di Masa dan Meriba.
Kel 17:1-7
17:1 Kemudian berangkatlah segenap jemaah Israel dari padang gurun Sin, berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, sesuai dengan titah TUHAN, lalu berkemahlah mereka di Rafidim, tetapi di sana tidak ada air untuk diminum bangsa itu.
17:2 Jadi mulailah mereka itu bertengkar dengan Musa, kata mereka: "Berikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum." Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Mengapakah kamu bertengkar dengan aku? Mengapakah kamu mencobai TUHAN?"
17:3 Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata: "Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?"
17:4 Lalu berseru-serulah Musa kepada TUHAN, katanya: "Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!"
17:5 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Berjalanlah di depan bangsa itu dan bawalah beserta engkau beberapa orang dari antara para tua-tua Israel; bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai memukul sungai Nil dan pergilah.
17:6 Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum." Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel.
17:7 Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: "Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?"

Dua kisah ini bicara soal air, sedangkan fasal 16 itu bicara soal manna.
Ini berarti Tuhan mau menunjukan pemeliharaanNya terlebih dahulu kepada umatNya, baru kemudian Tuhan melatih mereka untuk berperang.
Kalau Tuhan memberi kita makan firman, bukan berarti tidak ada maksudnya, justru Tuhan sedang mempersiapkan kita memasuki medan peperangan.

1 Kor 14:8
14:8 Atau, jika nafiri tidak mengeluarkan bunyi yang terang, siapakah yang menyiapkan diri untuk berperang?
Bunyi yang terang dari nafiri FA akan menyiap seorang untuk berperang.
Ini berarti kita harus selalu melatih telinga kita untuk mendengarkan suara nafiri. Sebab nanti pada kedatangan Tuhan, bunyi nafiri itu juga dijadikan suatu tanda.

1 Tes 4:16
4:16 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit

1 Kor 15:51-52
15:51 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
15:52 dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.

Bunyi nafiri yang terakhir merupakan ketentuan bagi orang yang percaya, yang mati dibangkitkan, yang hidup mengalami keubahan.
Jadi begitu pentingnya kita melatih telinga kita untuk mendengarkan bunyi nafiri ini.

Kel 13:18
13:18 Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir.

Allah menuntun bangsa Israel sampai ke Laut Merah. Ini berarti pengalaman Laut Merah tidak bisa dihindari.
Untuk apa Allah membawa umatNya ke Laut Merah? Allah ingin menunjukkan kebesaranNya.

Kel 14:31
14:31 Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa besarnya perbuatan yang dilakukan TUHAN terhadap orang Mesir, maka takutlah bangsa itu kepada TUHAN dan mereka percaya kepada TUHAN dan kepada Musa, hamba-Nya itu.

Laut Merah ini bagi orang yang dilatih imannya, bukan jalan buntu, sebaliknya kita ditunjukkan kebesaran dari karyaNya.
Dalam menyebrang ke Laut Merah ini yang berperan besar adalah tiang awan dan tiang api.

Kel 13:21-22
13:21 TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam.
13:22 Dengan tidak beralih tiang awan itu tetap ada pada siang hari dan tiang api pada waktu malam di depan bangsa itu.

Kel 14:19-20, 24-30.
14:19 Kemudian bergeraklah Malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berjalan di belakang mereka; dan tiang awan itu bergerak dari depan mereka, lalu berdiri di belakang mereka.
14:20 Demikianlah tiang itu berdiri di antara tentara orang Mesir dan tentara orang Israel; dan oleh karena awan itu menimbulkan kegelapan, maka malam itu lewat, sehingga yang satu tidak dapat mendekati yang lain, semalam-malaman itu.
14:24 Dan pada waktu jaga pagi, TUHAN yang di dalam tiang api dan awan itu memandang kepada tentara orang Mesir, lalu dikacaukan-Nya tentara orang Mesir itu.
14:25 Ia membuat roda keretanya berjalan miring dan maju dengan berat, sehingga orang Mesir berkata: "Marilah kita lari meninggalkan orang Israel, sebab TUHANlah yang berperang untuk mereka melawan Mesir."
14:26 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, supaya air berbalik meliputi orang Mesir, meliputi kereta mereka dan orang mereka yang berkuda."
14:27 Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya, sedang orang Mesir lari menuju air itu; demikianlah TUHAN mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut.
14:28 Berbaliklah segala air itu, lalu menutupi kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel itu ke laut; seorang pun tidak ada yang tinggal dari mereka.
14:29 Tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut, sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.
14:30 Demikianlah pada hari itu TUHAN menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terhantar di pantai laut.

Tiang awan dan tiang api ini yang menuntun umat Tuhan menyebrang laut Merah.
Ayat 24 : Tuhan yang ada dalam tiang awan dan tiang api ini bukti dari penyertaan Tuhan di siang dan malam.
Janji Tuhan akan menyertai kita sampai akhir zaman.

Mat 28:20b
. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Kalau Tuhan menyertai kita, rintangan sebesar apapun yang menghadang dihadapan kita akan diterobos oleh Tuhan.

2 Sam 5:17-20
5:17 Ketika didengar orang Filistin, bahwa Daud telah diurapi menjadi raja atas Israel, maka majulah semua orang Filistin untuk menangkap Daud. Tetapi Daud mendengar hal itu, lalu ia pergi ke kubu pertahanan.
5:18 Ketika orang Filistin itu datang dan memencar di lembah Refaim,
5:19 bertanyalah Daud kepada TUHAN: "Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu? Akan Kauserahkankah mereka ke dalam tanganku?" TUHAN menjawab Daud: "Majulah, sebab Aku pasti akan menyerahkan orang Filistin itu ke dalam tanganmu."
5:20 Lalu datanglah Daud di Baal-Perasim dan memukul mereka kalah di sana. Berkatalah ia: "TUHAN telah menerobos musuhku di depanku seperti air menerobos." Sebab itu orang menamakan tempat itu Baal-Perasim.

Mikha 2:13
2:13 Penerobos akan maju di depan mereka; mereka akan menerobos dan berjalan melewati pintu gerbang dan akan keluar dari situ. Raja mereka akan berjalan terus di depan mereka, TUHAN sendiri di kepala barisan mereka!

Daud berkata: “Tuhan telah menerobos musuhku di depanku seperti air menerobos!”
Yang menjadi penerobos itu ialah Tuhan sendiri.
Tuhan Yesus memberkati saudara sekalian.