Translate

3 Jun 2018

Ibadah Raya 3 Juni 2018. Menjadi Alat Pilihan Tuhan.



Ibadah Raya 3 Juni 2018.
Menjadi Alat Pilihan Tuhan.

Bila kehidupan berserah pada Tuhan, maka Ia akan memakai kita sebagai alatNya.
Samuel,Simson dan Yeremia adalah Nabi yang dipilih Tuhan sejak ada dalam kandungan.
Ada juga yang dipanggil saat telah dewasa, misalnya 12 Rasul.

Kisah Para Rasul 9:15  Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.

Yang Tuhan perintahkan pergi adalah Ananias . Ia diutus kepada Saulus/ Paulus. Untuk menjadi alat pilihan Tuhan, Saulus harus mengalami proses.
Paulus akan mengalami banyak penderitaan.

 Kisah Para Rasul 9:16 (TB)  Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku."

2 Korintus 11:21-28
21 Dengan sangat malu aku harus mengakui, bahwa dalam hal semacam itu kami terlalu lemah. Tetapi jika orang-orang lain berani membanggakan sesuatu, maka aku pun — aku berkata dalam kebodohan — berani juga!
22 Apakah mereka orang Ibrani? Aku juga orang Ibrani! Apakah mereka orang Israel? Aku juga orang Israel. Apakah mereka keturunan Abraham? Aku juga keturunan Abraham!
23 Apakah mereka pelayan Kristus? — aku berkata seperti orang gila — aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut.
24 Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, 
25 tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut.
26 Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. 
27 Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian,
28 dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat.

Paulus mengalami proses yang berat sebelum ia menjadi alat pilihan Tuhan.  Merupakan harga yang harus dibayar oleh Paulus, juga sebelumnya ia menyiksa orang Kristen.
Untuk menjadi alat pilihan Tuhan harus melalui jalan sengsara. Proses ini harus diikuti oleh semua pengikut Kritstus.

Gambarannya adalah biji gandum yang tertanam, dikubur kemudian berbuah-buah. Seperti Yesus mengalami kematian, kebangkitan dan dipermuliakan.

Yesaya berkata bahwa orang diproses melalui dapur sengsara. Berbahagialah bila diproses Tuhan. Memang tidak enak bagi daging tapi bagi roh, menghidupkan.

2 Korintus 4:16-18
16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

Secara jasmani merosot, tapi secara rohani dibaharui terus menerus.

Yesaya 48:10-11
10  Sesungguhnya, Aku telah memurnikan engkau, namun bukan seperti perak, tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan.
11 Aku akan melakukannya oleh karena Aku, ya oleh karena Aku sendiri, sebab masakan nama-Ku akan dinajiskan? Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain!"

Diuji dan dimurnikan lewat dapur kesengsaraan bukan berarti dihukum Tuhan, tapi merupakan proses
Tuhan menjanjikan sesuatu yang baru bagi orang yang berserah. Ia turut bekerja dan mengambil alih setiap masalah yang kita alami.

Yesaya 48:6-7
6  Engkau telah mendengar semuanya itu dan sekarang engkau harus melihatnya; tidakkah kamu sendiri mau mengakuinya? Aku mengabarkan kepadamu hal-hal yang baru dari sejak sekarang, dan hal-hal yang tersimpan yang belum kauketahui.
7 Baru sekarang hal-hal itu diciptakan dan bukan dari sejak dahulu, dan sebelumnya engkau tidak mendengarnya, supaya jangan engkau berkata: Memang aku telah mengetahuinya!

Mengapa seseorang diajarkan masuk dapur sengsara? Untuk diproses.
Tuhan suka membuat kejutan yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh kita lewat berbagai cara dan jalan.

Tuhan sediakan masa depan yang baru, namun prosesnya lewat sengsara.
Masa muda diijinkan masuk dapur sengsara, maka nanti tua akan menikmati jerih lelahnya

Bekerja keraslah saat muda.
Ratapan 3:27 (TB)  Adalah baik bagi seorang pria memikul kuk pada masa mudanya.

Harapan masa depan itu ada.
Amsal 24:13-14
13  Anakku, makanlah madu, sebab itu baik; dan tetesan madu manis untuk langit-langit mulutmu.
14 Ketahuilah, demikian hikmat untuk jiwamu: Jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan, dan harapanmu tidak akan hilang.

Madu adalah gambaran Firman Tuhan. Nikmati Firman Tuhan selagi diberi kesempatan utk menikmatinya. Firman Tuhan baik untuk masa depan
Firman Tuhan " ya dan amin." Tuhan telah berjanji masa depan sungguh anda, jangan putus asa

Amsal 23:18 (TB)  Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.

Melihat masa lalu Paulus, ia cukup bangga sebagai orang Farisi, dan setiap aturan Taurat yang diikutinya. Tapi dari semua kebanggaanya, ia melihat semua itu sudah tidak berguna lagi karena ia telah mengenal Kristus

Filipi 3:7-9
7  Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,
9 dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.

Filipi 3:4-6
4  Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi:
5 disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi,
6 tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat. 

Pengenalan akan Tuhan lebih mulia dari segala yang ada.
Rasul Paulus bicara tentang kebenaran sejati.
Apakah kebenaran itu ? Pilatus bertanya mengenai kebenaran saat ia mengadili Yesus.

Yohanes 18:38a  Kata Pilatus kepada-Nya: "Apakah kebenaran itu?"

Kebenaran sejati adalah dari Tuhan, tidak ada satupun yang benar, yang benar adalah Allah

Yohanes 18:37   Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Jadi Engkau adalah raja?" Jawab Yesus: "Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku."

Tidak ada manusia yang benar

Mazmur 14:1 (TB)  Untuk pemimpin biduan. Dari Daud. Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah." Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.

Mazmur 53:3-4
3  Allah memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia, untuk melihat apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah.
4  Mereka semua telah menyimpang, sekaliannya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak.

Rasul Paulus juga menyitir
Roma 3:10-12
10  seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorang pun tidak. 
11 Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak ada seorang pun yang mencari Allah.
12 Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak.

Manusia dibenarkan karena beriman atas Yesus bukan karena melakukan Taurat.

Roma 3:20, 28 (TB)
20 Sebab tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.

28 Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.

Rasul Paulus mengarahkan pandangannya kepada tujuan yang didepan. Semua yang dicapai sebelum mengenal Tuhan adalah sampah.

Filipi 3:12-13
12  Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.
13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,

Melupakan apa yang dibelakang yaitu masa lalu. Hidup lama telah penuh dengan dosa
 Bagaimana dengan kehidupan sekarang? Itu yang akan menentukan masa depan.

1 Timotius 1:15-16
15 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.
16 Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal.

Tuhan menunjukkan kesabaranNya pada Rasul Paulus. Yang paling berdosa adalah yang paling dikasihi Tuhan.

2 Timotius 2:20-21
20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.
21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

Setelah diproses, maka Tuhan akan memakai kehidupan kita. Proses menjadikan bejana yang mulia. Bila dulunya hanya bejana kayu dan tanah liat,  sekarang menjadi emas dan perak.
Kiranya Roh Kudus menjamah supaya kehidupan kita menjadi alatNya. Lupakan masa lalu, tatap masa depan.