Translate

24 Jun 2018

Ibadah Pendalaman Alkitab 22 Juni 2018 BERITA YANG MENDATANGKAN UCAPAN SYUKUR



Ibadah Pendalaman Alkitab 22 Juni 2018
BERITA YANG MENDATANGKAN UCAPAN SYUKUR
                                                         
  1 Tes 3:6-13
3:6 Tetapi sekarang, setelah Timotius datang kembali dari kamu dan membawa kabar yang menggembirakan tentang imanmu dan kasihmu, dan bahwa kamu selalu menaruh kenang-kenangan yang baik akan kami dan ingin untuk berjumpa dengan kami, seperti kami juga ingin untuk berjumpa dengan kamu,
3:7 maka kami juga, saudara-saudara, dalam segala kesesakan dan kesukaran kami menjadi terhibur oleh kamu dan oleh imanmu.
3:8 Sekarang kami hidup kembali, asal saja kamu teguh berdiri di dalam Tuhan.
3:9 Sebab ucapan syukur apakah yang dapat kami persembahkan kepada Allah atas segala sukacita, yang kami peroleh karena kamu, di hadapan Allah kita?
3:10 Siang malam kami berdoa sungguh-sungguh, supaya kita bertemu muka dengan muka dan menambahkan apa yang masih kurang pada imanmu.
3:11 Kiranya Dia, Allah dan Bapa kita, dan Yesus, Tuhan kita, membukakan kami jalan kepadamu.
3:12 Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu.

3:13 Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.

Berita yang sampai ditelinga Rs. Paulus tentang keadaan jemaat di Tesalonika mendatangkan ucapan syukur kepada Tuhan.
Berita apakah itu? Berita tentang imanmu dan kasihmu dan juga kerinduan hati mereka untuk berjumpa dengan Rs. Paulus.

Iman yang bagaimana? Iman yang teguh tidak goyah, dan kasih yang membara. Inilah yang dimiliki oleh jemaat  di Tesalonika dalam rangka menantikan kedatangan Tuhan.
Seperti yang pernah dikatakan oleh Rs. Paulus kepada jemaat yang di Roma, agar jemaat ini rajin dan rohnya tetap menyala-nyala.

Roma 12:11
 12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
Roh yang menyala-nyala ini dibutuhkan dalam melayani Tuhan.
Jangan sampai Roh itu padam.

1 Tes 5:19
5:19 Janganlah padamkan Roh,

Roh yang menyala-nyala ini seperti pelita yang menyala yang ada pada 5 anak dara yang bijaksana.
Tiap-tiap pelayanan itu dilengkapi karunia-karunia oleh Tuhan, namun karunia itu perlu dikobarkan.

2 Tim 1:6-7
1:6 Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.
1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Bagaimana caranya untuk mengobarkan karunia Allah yang ada pada kita?
Lewat doa dan firman Allah.

Luk 24:32
24:32 Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"

Tadi kita bicara dalam surat 1 Tes  yang mengatakan jangan padamkan Roh!

1 Tes 5:16-19
5:16 Bersukacitalah senantiasa.
5:17 Tetaplah berdoa.
5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
5:19 Janganlah padamkan Roh,

Tetaplah berdoa! Berdoa dengan sungguh-sungguh Luk 22:41-44
22:41 Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya:
22:42 "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi."
22:43 Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.
22:44 Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.

Kabar baik dari Timotius.

3:6 Tetapi sekarang, setelah Timotius datang kembali dari kamu dan membawa kabar yang menggembirakan tentang imanmu dan kasihmu, dan bahwa kamu selalu menaruh kenang-kenangan yang baik akan kami dan ingin untuk berjumpa dengan kami, seperti kami juga ingin untuk berjumpa dengan kamu,
3:7 maka kami juga, saudara-saudara, dalam segala kesesakan dan kesukaran kami menjadi terhibur oleh kamu dan oleh imanmu.
3:8 Sekarang kami hidup kembali, asal saja kamu teguh berdiri di dalam Tuhan.
3:9 Sebab ucapan syukur apakah yang dapat kami persembahkan kepada Allah atas segala sukacita, yang kami peroleh karena kamu, di hadapan Allah kita?
3:10 Siang malam kami berdoa sungguh-sungguh, supaya kita bertemu muka dengan muka dan menambahkan apa yang masih kurang pada imanmu.
3:11 Kiranya Dia, Allah dan Bapa kita, dan Yesus, Tuhan kita, membukakan kami jalan kepadamu.
3:12 Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu.
3:13 Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.

Kabar baik tentang keadaan jemaat Tesalonika yang dibawa oleh Timotius kepada Rs. Paulus mendatangkan rasa sukacita dan mendorong Rs. Paulus untuk mengucap syukur kepada Allah.
Suatu kabar itu bisa membuat orang senang, tapi juga bisa membuat orang susah.

Hati manusia ini gampang dipengaruhi oleh berita. Sekarang tergantung berita apa yang kita terima.
Berita dari dunia ini sering kali terdengar ngeri, mendatangkan rasa takut dan membuat hati gelisah, tapi berita dari Tuhan itu mendatangkan hati yang senang.

Raja Salomo mengatakan bahwa hati yang senang adalah obat yang manjur, sebaliknya hati yang susah mengeringkan tulang.
Ams 17:22
17:22 Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.
Ams 15:13
15:13 Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.
Ams 14:30
14:30 Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.

Kalau kita tahu bahwa suatu kabar itu berpengaruh pada hati kita, maka sekarang marilah kita isi hati kita dengan kabar baik.
Hari ini banyak orang yang patah semangat, mengapa?
Sebab mereka tidak memiliki firman Allah. Firman Allah yang sanggup memberikan semangat baru bagi kita.

Disaat kita patah semangat, firman Tuhan datang menguatkan kita, seperti yang dialami oleh nabi Elia.
Elia ini walaupun seorang nabi, tapi pernah patah semangat.

1 Raj 19:1-8
19:1 Ketika Ahab memberitahukan kepada Izebel segala yang dilakukan Elia dan perihal Elia membunuh semua nabi itu dengan pedang,
19:2 maka Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia: "Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu."
19:3 Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana.
19:4 Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku."
19:5 Sesudah itu ia berbaring dan tidur di bawah pohon arar itu. Tetapi tiba-tiba seorang malaikat menyentuh dia serta berkata kepadanya: "Bangunlah, makanlah!"
19:6 Ketika ia melihat sekitarnya, maka pada sebelah kepalanya ada roti bakar, dan sebuah kendi berisi air. Lalu ia makan dan minum, kemudian berbaring pula.
19:7 Tetapi malaikat TUHAN datang untuk kedua kalinya dan menyentuh dia serta berkata: "Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu."
19:8 Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

Contoh lain : Yunus.
Yunus juga pernah patah semangat dan ingin mati. Yun 4:1-3
4:1 Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia.
4:2 Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.
4:3 Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup."

Disini ada persamaan antara Elia dengan Yunus, yaitu kedua-duanya pernah mengalami patah semangat dan ingin mati.
Manusia ini cenderung kalau putus asa ingin mati saja. Dia berpikir bahwa mati itu jalan penyelesaian yang terakhir. Pada hal kematian itu adalah awal dari suatu kehidupan yang panjang.

Apa kata Alkitab untuk orang yang putus asa? 2 Kor 4:7-8

4:7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
4:8 Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;

Habis akal tapi tidak putus asa.
Rs. Paulus punya pengalaman untuk mengatasi keputusasaan, yaitu dengan firman Tuhan.
Bagi Rs.Paulus FA itu bagaikan harta yang tersimpan dalam bejana tanah liat, dan itulah suatu kekuatan dari Allah yang berlimpah-limpah yang sanggup mengatasi segala persoalan hidup manusia.

Pada saat Elia putus asa, kemudian ia tidur dibawah pohon arar dan malaikat Tuhan membangunkannya, dan Elia disuruh makan.
Makan apa? Roti bakar dan minum dari air yag ada dikendi.
Tidak cukup sekali makan, tapi malaikat Tuhan perintahkan Elia untuk makan dua kali, sebab perjalanannya masih jauh.
Dua kali ini menunjuk 2 gomer manna yang harus dikumpulkan pada hari yang ke 6, sebab besuk adalah hari Sabat, dimana manna tidak diturunkan oleh Allah.

Kel 16:4-5, 21-22,35-36
16:4 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak.
16:5 Dan pada hari yang keenam, apabila mereka memasak yang dibawa mereka pulang, maka yang dibawa itu akan terdapat dua kali lipat banyaknya dari apa yang dipungut mereka sehari-hari."

16:21 Setiap pagi mereka memungutnya, tiap-tiap orang menurut keperluannya; tetapi ketika matahari panas, cairlah itu.
16:22 Dan pada hari yang keenam mereka memungut roti itu dua kali lipat banyaknya, dua gomer untuk tiap-tiap orang; dan datanglah semua pemimpin jemaah memberitahukannya kepada Musa.

16:35 Orang Israel makan manna empat puluh tahun lamanya, sampai mereka tiba di tanah yang didiami orang; mereka makan manna sampai tiba di perbatasan tanah Kanaan.
16:36 Adapun segomer ialah sepersepuluh efa.
Ada persamaan angka 40 disini dengan 40 hari perjalanan Elia ke gunung Horeb. 1 Raj 19:8

19:8 Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

Dan oleh kekuatan dari makanan itu, Elia mampu berjalan 40 hari 40 malam lamanya sampai kegunung Allah yaitu gunung Horeb.
40 ini menunjuk 40 tahun Yobel, jadi 40 x 50 = 2000. Angka 2000 ini menunjuk zamannya gereja Tuhan ada dimuka bumi ini. Sedangkan kita sekarang sudah berada diakhir dari zaman gereja Tuhan, berarti waktu bagi kita sudah sangat sempit sekali.

Waktu sekarang ini adalah waktu dimana kita harus berlaku bijaksana, dengan mengumpulkan FA dua kali lipat. Ef 5:15-17

5:15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
5:17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.