Translate

18 Jan 2015

Ibadah Raya. 18 Januari 2015. Sangkakala Ke VI Dibunyikan



Ibadah Raya.  18 Januari 2015
SANGKAKALA KE VI DIBUNYIKAN

Wahyu 9:13-21 Malaikat yang ke 6 meniup sangkakala.
13  Lalu malaikat yang keenam meniup sangkakalanya, dan aku mendengar suatu suara keluar dari keempat tanduk mezbah emas yang di hadapan Allah,
14  dan berkata kepada malaikat yang keenam yang memegang sangkakala itu: "Lepaskanlah keempat malaikat yang terikat dekat sungai besar Efrat itu."
15  Maka dilepaskanlah keempat malaikat yang telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga dari umat manusia.
16  Dan jumlah tentara itu ialah dua puluh ribu laksa pasukan berkuda; aku mendengar jumlah mereka.
17  Maka demikianlah aku melihat dalam penglihatan ini kuda-kuda dan orang-orang yang menungganginya; mereka memakai baju zirah, merah api dan biru dan kuning belerang warnanya; kepala kuda-kuda itu sama seperti kepala singa, dan dari mulutnya keluar api, dan asap dan belerang.
18  Oleh ketiga malapetaka ini dibunuh sepertiga dari umat manusia, yaitu oleh api, dan asap dan belerang, yang keluar dari mulutnya.
19  Sebab kuasa kuda-kuda itu terdapat di dalam mulutnya dan di dalam ekornya. Sebab ekornya sama seperti ular; mereka berkepala dan dengan kepala mereka itu mereka mendatangkan kerusakan.
20  Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan,
21  dan mereka tidak bertobat dari pada pembunuhan, sihir, percabulan dan pencurian.

Enam adalah angka manusia,dan pada sangkakala ke 6 ini justru yang menjadi sasaran adalah manusia. 1/3 dari umat manusia di bumi ini dibunuh ( ayat 15).

Mengapa dalam hukuman sangkakala ini disebut angka 1/3: yang terkena hukuman itu 1/3,ini dimulai dari sangkakala I s/d VIII ,hanya pada hukuman sangkakala yang ke V tidak disebutkan.
Sebab angka 3 itu menunjuk pada angka Tritunggal.

Jadi Allah Tritunggal telah mencurahkan hukumanNya,dan yang menjadi sasaran adalah 1/3 bumi,laut,sungai & mata air.
Siang & malam 1/3 nya gelap,1/3 manusia dibunuh dan yang terakhir adalah 1/3 bintang-bintang di langit terseret oleh ekor naga.
             
Tuhan Yesus pernah berkata: Segala dosa dan hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.Mengapa?
Matius 12:31-32
31  Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.
32  Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak.

Kalau orang berbuat dosa pada zamannya Allah Bapa akan diampuni pada zamannya Allah Anak,dan kalau orang berbuat dosa pada zamannya Allah Anak akan diampuni pada zamannya Allah Roh Kudus.Tapi kalau berbuat dosa terhadap Roh Kudus tidak dapat diampuni,sebab zamannya Roh Kudus adalah zaman yang penghabisan,setelah ini tidak ada zaman lagi selain zaman 1000 tahun damai.
               
 1/3 manusia yang terbunuh pada bunyi sangkakala ke VI  ini adalah orang-orang yang menolak Allah Tritunggal.Tapi manusia lain yang tidak ikut terbunuh pada waktu itu bukan berarti tersisa manusia yang baik-baik,mereka ternyata masih ada yang menyembah roh-roh jahat-berhala –berhala;mereka belum bertobat dari perbuatan sihir,percabulan atau pencurian

Wahyu 9:20-21.
20  Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan,
21  dan mereka tidak bertobat dari pada pembunuhan, sihir, percabulan dan pencurian.

Apakah mereka akan lolos dari hukuman Allah?Pada waktu Yerusalem Baru diturunkan Allah  dari Sorga ke bumi ini,mereka yang hidup dalam dosa-dosa itu tidak diperbolehkan masuk ke kota Yerusalem Baru,sebab mereka tidak mau membasuh jubahnya
Wahyu 22:14-15  (tukang-tukang sihir,orang-orang sundal,penyembah-penyembah berhala)
14   Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.
15  Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar.

Malapetaka pada sangkakala ke VI ini dimulai dengan Yohanes mendengar suara yang keluar dari keempat  tanduk mezbah emas yang di hadapan Allah,ini menunjuk pada Mezbah Dupa emas (penyembahan).
Keluaran 30:1-3.
1  "Haruslah kaubuat mezbah, tempat pembakaran ukupan; haruslah kaubuat itu dari kayu penaga;
2  sehasta panjangnya dan sehasta lebarnya, sehingga menjadi empat persegi, tetapi haruslah dua hasta tingginya; tanduk-tanduknya haruslah seiras dengan mezbah itu.
3  Haruslah kausalut itu dengan emas murni, bidang atasnya dan bidang-bidang sisinya sekelilingnya, serta tanduk-tanduknya. Haruslah kaubuat bingkai emas sekelilingnya.

Ini berarti posisinya ada di Ruangan Suci.Suara itu mengatakan:”Lepaskanlah keempat malaikat yang terikat dekat sungai besar Efrat itu”.

Tanduk mezbah emas bicara tentang kuasa penyembahan.Pada hari-hari terakhir ini Tuhan mau lihat kehidupan doa dari anak-anak Tuhan,apakah lebih sungguh-sungguh? Sebab ini merupakan bukti bahwa kita mengasihi Tuhan.

Pengertian penyembahan = perobekan daging.
                       
Pada sangkakala ke VI ini disebutkan ada 4 malaikat yang terikat dekat sungai Efrat,dan suara itu mengatakan:”Lepaskanlah”.

Kalau kita melihat tugas dari 4 malaikat ini untuk membunuh 1/3 manusia di muka bumi ini,maka malaikat-malaikat ini adalah maut.Jadi pehukuman sangkakala ke VI ini bukan hanya sengatnya (sangkakala ke V – sengat kalajengking) tapi maut  itu sendiri.
Bandingkan
 I Korintus 15:55-56
55  Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"
56  Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.

Sengat mau adalah dosa
Kuasa dosa = hukum Taurat.Ibadah Taurat (karena kebiasaan,karena peraturan) tidak dapat menyingkirkan dosa!.

Kita harus peka terhadap Firman Allah yang bermaksud menyingkirkan dosa-dosa kita,sebab jika tidak,kita bukan lagi menghadapi sengatnya,tapi kematiannya.
                         
Sungai Efrat merupakan salah satu dari 4 sungai yang membasahi Taman Eden Kejadian 2:10-14
4 sungai: Pison,Gihon,Tigris & Efrat.
10  Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.
11  Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada.
12  Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras.
13  Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush.
14  Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat.

Taman Eden menggambarkan “perhentian”.Tapi sejak taman Eden (damai) diangkat,maka sekitar sungai Efrat itu hanyalah daerah yang bersuasanakan peperangan yang tidak habis-habisnya.
(catatan:Efrat ada di Irak,sampai sekarang tempat ini tidak ada damai).

Bicara tentang Sungai Efrat pasti ingatan kita dibawa ke Taman Eden.Di dalam taman Eden ini Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon yang menarik dan yang baik buahnya .
Kejadian 2:9.
9  Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

Selain itu Allah juga menumbuhkan pohon pengetahuan baik/jahat dan pohon kehidupan.
Berbagai pohon yang menarik dan baik untuk dimakan buahnya – ini adalah Firman Allah yang Tuhan berikan kepada kita untuk dinikmati supaya kita hidup.

Mengapa Tuhan memberikan FirmanNya?
- Supaya jangan kita berbuat dosa
 Mazmur 119:11
11 Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

- Supaya tidak putus asa pada saat terkena coba
Mazmur 119:92
92  Sekiranya Taurat-Mu tidak menjadi kegemaranku, maka aku telah binasa dalam sengsaraku.

Sekarang ini malaikat di Sungai Efrat belum dilepas,bisa kita bayangkan kalau keempat malaikat itu dilepaskan.Jadi sekarang ini kita sedang menghadapi masa,waktu (jam,hari,bulan) di mana 4 malaikat itu dilepaskan.
Wahyu 9;15
15  Maka dilepaskanlah keempat malaikat yang telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga dari umat manusia.

Sebab itu kita harus terlatih untuk mendengarkan Firman Allah,agar mata ini disingkapkan supaya kita dapat memandang keajaiban-keajaiban Taurat Tuhan
Mazmur 119:18
18  Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.

Jangan sampai mata kita tertutup untuk tidak melihat kemuliaan Injil,sebab itu berarti kebinasaan

 II Korintus 4:3-4.
3  Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
4  yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Orang-orang yang binasa ini adalah orang-orang yang pikirannya dibutakan oleh ilah zaman ini sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus yang adalah image Allah
               
Menjelang akhir zaman ini akan ada pemisahan sehingga hanya ada 2 kelompok manusia:
Kelompok I ;manusia yang tidak dapat berbuat dosa lagi.
Siapakah mereka?
I Yohanes 3:7-9
7  Anak-anakku, janganlah membiarkan seorang pun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;
8  barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.
9  Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

Mereka ini tidak dapat berbuat dosa lagi karena benih ilahi tetap ada dalam orang itu.Apa benih ilahi itu? Roh Kudus
Yohanes 3:8
8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

Roma 8:5-8
5  Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.
6  Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.
7  Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
8  Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.

Benih ilahi yang kedua:Firman Allah
I Petrus 1:23-25
23  Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.
 24  Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur,
25  tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.

Benih ilahi ketiga: Kasih Allah
I Yohanes 4:7-8
7 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.
8  Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

Kelompok II : manusia yang tidak dapat bertobat lagi.
Ini adalah golongan orang yang mengeraskan hatinya.Jangan kita membiasakan diri dengan mengeraskan hati
Ibrani 3:7-11
7  Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya,
8  janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun,
9  di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya.
10  Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku,
11  sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku."

 Ibrani 4:3,7
3   Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian seperti yang Ia katakan: "Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku," sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan.
7   Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu "hari ini", ketika Ia setelah sekian lama berfirman dengan perantaraan Daud seperti dikatakan di atas:"Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!"

Orang yang mengeraskan hatinya terhadap Firman Allah bukan hanya tidak dapat masuk ke perhentian (mengalami sabat),tapi juga nanti satu saat Allah akan mengeraskan hati itu secara permanent,seperti Firaun

Tuhan Yesus memberkati.