Translate

27 Jan 2019

Ibadah Raya 27 Januari 2019 Tapal Batas


Ibadah Raya 27 Januari 2019
Tapal Batas

Musa yang dekat dengan Tuhan, bahkan pernah bertatap muka dengan Allah, tidak berkenan memasuki Tanah Kanaan.

Ulangan 3:23-29 (TB)
23 "Juga pada waktu itu aku mohon kasih karunia dari pada TUHAN, demikian:
24 Ya, Tuhan ALLAH, Engkau telah mulai memperlihatkan kepada hamba-Mu ini kebesaran-Mu dan tangan-Mu yang kuat; sebab allah manakah di langit dan di bumi, yang dapat melakukan perbuatan perkasa seperti Engkau?
25 Biarlah aku menyeberang dan melihat negeri yang baik yang di seberang sungai Yordan, tanah pegunungan yang baik itu, dan gunung Libanon.
26 Tetapi TUHAN murka terhadap aku oleh karena kamu dan tidaklah mendengarkan permohonanku. TUHAN berfirman kepadaku: Cukup! Jangan lagi bicarakan perkara itu dengan Aku.
27 Naiklah ke puncak gunung Pisga dan layangkanlah pandangmu ke barat, ke utara, ke selatan dan ke timur dan lihatlah baik-baik, sebab sungai Yordan ini tidak akan kauseberangi.
28 Dan berilah perintah kepada Yosua, kuatkan dan teguhkanlah hatinya, sebab dialah yang akan menyeberang di depan bangsa ini dan dialah yang akan memimpin mereka sampai mereka memiliki negeri yang akan kaulihat itu.
29 Demikianlah kita tinggal di lembah di tentangan Bet-Peor."

Musa hanya diijinkan melihat Tanah Kanaan.
Musa tidak memdapat kasih karunia Allah. Mari kita belajar supaya kegagalan Musa ini menjadi contoh buat kita.

Jangan sampai pelayanan kita ditolak, seperti kata Rasul Paulus.
1 Korintus 9:24-27 (TB)
24 Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!
25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.
26 Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.
27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Kita memiliki tujuan, yaitu mahkota yang abadi.
Kegagalan Musa yaitu terbawa arus emosi. Sering kali arus emosi,marah menghantui pelayanan kita.

Pentingnya untuk menjaga hati.

Bilangan 20:2-5 (TB)
2  Pada suatu kali, ketika tidak ada air bagi umat itu, berkumpullah mereka mengerumuni Musa dan Harun,
3 dan bertengkarlah bangsa itu dengan Musa, katanya: "Sekiranya kami mati binasa pada waktu saudara-saudara kami mati binasa di hadapan TUHAN!
4 Mengapa kamu membawa jemaah TUHAN ke padang gurun ini, supaya kami dan ternak kami mati di situ?
5 Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membawa kami ke tempat celaka ini, yang bukan tempat menabur, tanpa pohon ara, anggur dan delima, bahkan air minum pun tidak ada?"

Bilangan 20:7-8 (TB)
7 TUHAN berfirman kepada Musa:
8 "Ambillah tongkatmu itu dan engkau dan Harun, kakakmu, harus menyuruh umat itu berkumpul; katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberi airnya; demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit batu itu bagi mereka dan memberi minum umat itu serta ternaknya."

Tuhan menyuruh Musa hanya mengatakan kepada bukit batu, tapi Musa memukul bukit batu, walaupun air tetap keluar.

Bilangan 20:9-13 (TB)
9  Lalu Musa mengambil tongkat itu dari hadapan TUHAN, seperti yang diperintahkan-Nya kepadanya.
10 Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan jemaah itu di depan bukit batu itu, berkatalah ia kepada mereka: "Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?"
11 Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali, maka keluarlah banyak air, sehingga umat itu dan ternak mereka dapat minum.
12 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka."
13 Itulah mata air Meriba, tempat orang Israel bertengkar dengan TUHAN dan Ia menunjukkan kekudusan-Nya di antara mereka.

Kita jangan sampai terbawa arus.
Ibrani 2:1-2 (TB)
1 Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.
2 Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal,

Pelanggaran Musa mendapat pembalasan yang setimpal. Dalam ibadah dan pelayanan jangan sampai marah,emosi menyertai. Tuhan berkata untuk meninggalkannya dan berdamai.
Menyelesaikan hal yang tidak berkenan dahulu.

Matius 5:21-24 (TB)
21 Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Musa tidak menghormati kekudusan Allah, ia telah berubah setia.
Ulangan 32:48-52 (TB)
48 Pada hari itulah juga TUHAN berfirman kepada Musa:
49 "Naiklah ke atas pegunungan Abarim, ke atas gunung Nebo, yang di tanah Moab, di tentangan Yerikho, dan pandanglah tanah Kanaan yang Kuberikan kepada orang Israel menjadi miliknya,
50 kemudian engkau akan mati di atas gunung yang akan kaunaiki itu, supaya engkau dikumpulkan kepada kaum leluhurmu, sama seperti Harun, kakakmu, sudah meninggal di gunung Hor dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya —
51 oleh sebab kamu telah berubah setia terhadap Aku di tengah-tengah orang Israel, dekat mata air Meriba di Kadesh di padang gurun Zin, dan oleh sebab kamu tidak menghormati kekudusan-Ku di tengah-tengah orang Israel.
52 Engkau boleh melihat negeri itu terbentang di depanmu, tetapi tidak boleh masuk ke sana, ke negeri yang Kuberikan kepada orang Israel."

Jangan turuti hawa nafsu yang membodohi kita.
1 Petrus 1:13-16 (TB)
13 Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.
14  Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,
15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Kita uji pekerjaan kita sendiri,apa kita benar dihadapan Tuhan.
Galatia 6:4-5 (TB)
4 Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.
5 Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.

Tinggal sedikit lagi Musa dapat memasuki Tanah Kanaan , yaitu tahun ke 40 , tahun yang terakhir.

Jangan sampai pada akhir kehidupan ini kita keluar,tidak setia,tidak menghormati kekudusan Allah, sehingga tidak dapat memasuki Tanah Kanaan.

Ulangan 1:3 (TB)  Pada tanggal satu bulan sebelas tahun keempat puluh berbicaralah Musa kepada orang Israel sesuai dengan segala yang diperintahkan TUHAN kepadanya demi mereka,

Tahun ke 40 bulan 11 tanggal 1, juga Harun sebagai pelayan Tuhan, pada masa akhir hidupnya tidak bisa memasuki Tanah Kanaan.

Bilangan 33:38-39 (TB)
38 Ketika itu imam Harun naik ke gunung Hor sesuai dengan titah TUHAN, dan di situ ia mati pada tahun keempat puluh sesudah orang Israel keluar dari tanah Mesir, pada bulan yang kelima, pada tanggal satu bulan itu;
39 Harun berumur seratus dua puluh tiga tahun, ketika ia mati di gunung Hor.

Merupakan peringatan bagi kita.Tidak ada kata berhenti pada pelayanan.
Saul juga berubah setia dan tidak menghormati kekudusan Allah,bahkan terhilang. Dan akhirnya tugas-tugas dan pelayanan diserahkan Daud

1 Tawarikh 10:13-14 (TB)
13 Demikianlah Saul mati karena perbuatannya yang tidak setia terhadap TUHAN, oleh karena ia tidak berpegang pada firman TUHAN, dan juga karena ia telah meminta petunjuk dari arwah,
14 dan tidak meminta petunjuk TUHAN. Sebab itu TUHAN membunuh dia dan menyerahkan jabatan raja itu kepada Daud bin Isai.

Bila tidak setia, jabatan akan diambil dan akan diberikan pada yang lebih setia. Sudahkah kita setia?

Kisah Para Rasul 1:20 (TB)  "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain.

Musa memohon kasih karunia dari Tuhan untuk mendapat kesempatan.

Ulangan 3:23 (TB)  "Juga pada waktu itu aku mohon kasih karunia dari pada TUHAN, demikian:

Allah pernah memberikan kasih karunia pada Musa.

Keluaran 33:17 (TB)  Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Juga hal yang telah kaukatakan ini akan Kulakukan, karena engkau telah mendapat kasih karunia di hadapan-Ku dan Aku mengenal engkau."

Sudah berapa kali kita mendapat kasih karunia Allah? Jangan mmepermainkan kasih karunia Allah.

Keluaran 33:18-19 (TB)
18 Tetapi jawabnya: "Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku."
19 Tetapi firman-Nya: "Aku akan melewatkan segenap kegemilangan-Ku dari depanmu dan menyerukan nama TUHAN di depanmu: Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani."

Allah memberikan kasih karunia pada siapa yang berkenan.
Rasul Paulus juga menulis kasih karunia  tentang Esau. Esau kehilangan berkat sulung

Roma 9:13-16 (TB)
13  seperti ada tertulis: "Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau."
14 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil!
15 Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati."
16 Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.

Allah adil,semua mendapat kasih karunia. Saat ini kemurahan dan belas kasihan Allah masih berlaku pada kita.
Ibrani 12:14-17 (TB)
14  Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.
15 Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.
16 Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.
17 Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

Tidak tahu sampai kapan kita hidup, tidak tahu sampai kapan akhirnya Tuhan berkata "Cukup kasih karuniaKu kepadamu"

Jangan sia siakan belas kasihan dan kemurahan Allah, mari kita manfaatkan. Jangan sampai menjelang akhir hidup kita, kehidupan itu keluar dan tertolak.

Oleh: Pdm David Harjadi