Translate

13 Jan 2019

Ibadah Pendalaman Alkitab 11 Januari 2019. PENUTUP SURAT 2 Tesalonika.


Ibadah Pendalaman Alkitab 11 Januari 2019.
PENUTUP SURAT 2 Tesalonika.

2 Tes 3:16-18
3:16 Dan Ia, Tuhan damai sejahtera, kiranya mengaruniakan damai sejahtera-Nya terus-menerus, dalam segala hal, kepada kamu. Tuhan menyertai kamu sekalian.
3:17 Salam dari padaku, Paulus. Salam ini kutulis dengan tanganku sendiri. Inilah tanda dalam setiap surat: beginilah tulisanku.
3:18 Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kamu sekalian!

Oleh kemurahan Tuhan kita telah sampai pada penutup surat 2 Tesalonika, dimana kita telah belajar suratan 1 dan 2 Tesalonika sampai hari ini.
Dengan seijin Tuhan kita telah sampai pada penutup surat Tesalonika ini, justru diawal tahun 2019 dimana kita lalui selama 11 hari ini. Ada banyak hal yang sudah terjadi ditahun yang lalu, baik itu berupa pergumulan dalam persoalan kesehatan, ekonomi juga rumah tangga dan pekerjaan kita sampai pada persoalan pelayanan.

Namun semua itu dapat kita lewati bersama dengan FT, khususnya kita telah dituntun dalam PA dalam mempelajari suratan 1 dan 2 Tesalonika ini, dimana banyak memberikan kepada kita kekuatan iman kita.
Hari ini kita akan mengakhiri suratan ini yaitu sampai pada salam penutup yang ditulis oleh Rasul Paulus dengan gaya tulisannya sendiri yang mempunyai ciri khas.

Dalam salam penutupnya rasul Paulus menekankan tentang damai sejahtera Tuhan.
Menjadi kerinduan hati rasul Paulus agar damai sejahtera Tuhan itu dikaruniakan atas Sidang Jemaat di Tesalonika secara terus menerus.

Kata terus menerus itu berarti setiap kali, tidak berhenti.
Kalau damai itu digambarkan seperti air, ia terus mengalir dar sumber mata air, kesungai-sungai yang dialirinya sampai ke laut yang luas.

Damai sejahtera disini yang dimaksudkan adalah damai sejahtera dari Tuhan dari Tuhan sendiri.
Damai sejahtera dari Tuhan itu beda dengan apa yang diberikan oleh dunia ini.

Yoh 14:27
14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
  
Yesus adalah raja damai: Yes 9:1,5-6.
9:1 Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.

9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
9:6 Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

Damai yang dijanjikan Tuhan itu berbeda dengan damainya dunia ini, sebab damainya dunia ini palsu; mereka berkata: “Damai sejahtera!”  “Damai sejahtera!” tetapi tidak ada damai sejahtera.

Yer 6:14-15
6:14 Mereka mengobati luka umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera.
6:15 Seharusnya mereka merasa malu, sebab mereka melakukan kejijikan; tetapi mereka sama sekali tidak merasa malu dan tidak kenal noda mereka. Sebab itu mereka akan rebah di antara orang-orang yang rebah; mereka akan tersandung jatuh pada waktu Aku menghukum mereka, firman TUHAN."

Yeremia fasal 6 ini bicara soal malapetaka yag akan menimpa Yerusalem dan Yehuda. Secara langsung ini menubuatkan tentang malapetaka yang akan menimpa gereja Tuhan.

Yer 6:22-26,1.
6:22 Beginilah firman TUHAN: "Sesungguhnya, suatu bangsa akan datang dari tanah utara, suatu suku bangsa yang besar akan bergerak maju dari ujung bumi.
6:23 Mereka memakai panah dan tombak; mereka bengis, tidak kenal belas kasihan. Suara mereka gemuruh seperti laut, mereka mengendarai kuda, berlengkap seperti orang maju berperang, menyerang engkau, hai puteri Sion!"
6:24 Kami telah mendengar kabarnya, tangan kami sudah menjadi lemah lesu; kesesakan telah menyergap kami, kami kesakitan seperti perempuan yang melahirkan.
6:25 "Janganlah keluar ke padang, dan janganlah berjalan di jalan, sebab pedang musuh mengamuk -- kegentaran datang dari segala jurusan!"
6:26 Hai puteri bangsaku, kenakanlah kain kabung, dan berguling-gulinglah dalam debu! Berkabunglah seperti menangisi seorang anak tunggal, merataplah dengan pahit pedih! Sebab sekonyong-konyong akan datang si pembinasa menyerangmu.
6:1 Larilah mengungsi, hai orang-orang Benyamin, dari tengah-tengah Yerusalem! Tiuplah sangkakala di Tekoa, dan naikkanlah asap sebagai tanda di atas Bet-Kerem! Sebab malapetaka telah mengintai dari utara, yakni suatu kehancuran besar.

Sebelum hal ini menimpa gereja Tuhan, ada seruan supaya gereja Tuhan mau menerima pengajaran. Yer 6:8
6:8 Terimalah penghajaran, hai Yerusalem, supaya Aku jangan menarik diri dari padamu, supaya Aku jangan membuat engkau sunyi sepi, menjadi negeri yang tidak berpenduduk!"

Kalau ada damai sejahtera yang asli, dan itu datangnya dari Tuhan, maka ada damai sejahterahyang palsu, yang dinubuatkan oleh para nabi-nabi palsu.

Yeh 13:10-16
13:10 Oleh karena, ya sungguh karena mereka menyesatkan umat-Ku dengan mengatakan: Damai sejahtera!, padahal sama sekali tidak ada damai sejahtera -- mereka itu mendirikan tembok dan lihat, mereka mengapurnya --
13:11 katakanlah kepada mereka yang mengapur tembok itu: Hujan lebat akan membanjir, rambun akan jatuh dan angin tofan akan bertiup!
13:12 Kalau tembok itu sudah runtuh, apakah orang tidak akan berkata kepadamu: Di mana sekarang kapur, yang kamu oleskan itu?
13:13 Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Di dalam amarah-Ku Aku akan membuat angin tofan bertiup dan di dalam murka-Ku hujan lebat akan membanjir, dan di dalam amarah-Ku rambun yang membinasakan akan jatuh.
13:14 Dan Aku akan meruntuhkan tembok yang kamu kapur itu dan merobohkannya ke tanah, supaya dasarnya menjadi kelihatan; tembok kota itu akan runtuh dan kamu akan tewas di dalamnya. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.
13:15 Begitulah Aku akan melampiaskan amarah-Ku atas tembok itu dan kepada mereka yang mengapurnya dan Aku akan berkata kepadamu: Lenyap temboknya dan lenyap orang-orang yang mengapurnya,
13:16 yaitu nabi-nabi Israel yang bernubuat tentang Yerusalem dan melihat baginya suatu penglihatan mengenai damai sejahtera, padahal sama sekali tidak ada damai sejahtera, demikianlah firman Tuhan ALLAH."

Band: Mat 7:24-27
7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

Damai yang palsu itu digambarkan seperti tembok yang dikapur, kemudian tertimpa hujan lebat da banjir, serta angin topan yang akan meruntuhkan tembok itu.

Yeh 13:12
13:12 Kalau tembok itu sudah runtuh, apakah orang tidak akan berkata kepadamu: Di mana sekarang kapur, yang kamu oleskan itu?

Damai sejahtera itu erat kaitannya dengan lawatan Tuhan. Luk 19:41-44
19:41 Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya,
19:42 kata-Nya: "Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.
19:43 Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan,
19:44 dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau."

Jangan kita membiasakan diri atau acuh takacuh terhadap lawatan Tuhan dalam bentuk firman yang dibukakan, sebab jika tidak damai itu akan diambil oleh Tuhan.

Tetapi sekarang hal itu tersembunyi (terlindung TL) bagi matamu (Luk 19:42)
Damai itu tersembunyi / terlindung, ini berati kehilangan damai. Banyak orang kehilangan damai dari Tuhan, dan itu diawali dari sikapnya terhadap lawatan Tuhan.
Kita musti berhati-hati dalam mengambil sikap pada waktu mendengarkan FA.

Seperti yang dikatakan Tuhan kepada jemaat di Sardis. Why 3:3
3:3 Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.

Kekurangan yang ada pada jemaat di Sardis ini adalah dalam melaksanakan FA.
FA jangan merupakan teori saja, tapi harus menjadi praktek dalam hidup kita sehari-hari.

Yak 1:22-25
1:22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.
1:23 Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.
1:24 Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.
1:25 Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.

Jangan sampai damai itu terlindung dari mata kita, artinya tidak melihat damai lagi, karena kita sekarang cepat dalam melakukan FA.
Dalam sepuluh hukum PB, hukum yang pertama adalah hukum perdamaian. Disitu Tuhan menekankan agar kita pergi untuk berdamai dengan lawan kita, hal itu menyangkut soal pelaksanaan dalam ibadah.

Tuhan berkata: “Tinggalkanlah persembahanmu didepan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.” Mat 5:21-26.

Banyak diantara kita yang masuk dalam penjara, penjara pencobaan dan salah satu sebab adalah kita tidak mau berdamai.
Dalam pembukaan meterai yang kedua, disana rasul Yohanes melihat kuda merah, dan kepada penunggangnya dikaruniakan mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh.

Why 6:3-4
6:3 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kedua, aku mendengar makhluk yang kedua berkata: "Mari!"
6:4 Dan majulah seekor kuda lain, seekor kuda merah padam dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh, dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar.

Sekarang ini damai sejahtera masih belum diambil dari muka bumi, tapi ada saatnya damai itu akan diangkat dari muka bumi ini, itu sebabnya marilah kita mau menghargakan damai yang dari Tuhan ini.

Yoh 16:33
16:33 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

Pil 4:9
4:9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Tuhan Yesus memberkati.