Translate

4 Nov 2018

Ibadah Raya 4 November 2018. JANGAN KAMU LUPA MEMBERI TUMPANGAN!



Ibadah Raya 4 November 2018.
JANGAN KAMU LUPA MEMBERI TUMPANGAN!

Ibn 13:2
13:2 Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat.

Yang dimaksud dengan orang yang diberi tumpangan disini itu siapa?
Ini jelas bukan sembarang orang, sebab orang yang dimaksud disini adalah orang seperti malaikat-malaikat.
Malaikat-malaikat adalah bayangan dari orang-orang kudus.

Roma 12:13
12:13 Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!

Orang-orang kudus yang perlu tumpangan.
Didalam Injil Luk 10:30-35 Ada cerita tentang orang yang dirampok dan ditinggalkan setengah mati dijalan.
10:30 Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
10:31 Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
10:32 Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
10:33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
10:34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
10:35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.

Siapakah orang ini?           
Orang yang meninggalkan Yerusalem (kota damai), pergi ke Yerikho = tempat yang berbau harum = (bayangan dari dunia dengan kesenangannya).
Jadi orang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho ini adalah orang Kristen yang  hidup rohaninya merosot, sehingga berkeinginan kembali kepada dunia / hidup lamanya.
Ditengah jalan ia dirampok habis-habisan dan dipukulinya, sesudah itu ditingggalkan dalam keadaan setengah mati.
Kemudian setelah itu ada seorang imam datang ketempat itu, tapi ia melewatinya, begitu juga seorang Lewi.

Imam dan Lewi ini adalah pelayan-pelayan Rumah Allah yang sering berurusan dengan Sidang Jemaat, tapi ternyata mereka tidak memiliki rasa belas kasihan kepada sesama, mengapa bisa terjadi sedemikian?
Sebab imam dan Lewi ini berada pada jalan yang sama, yaitu jalan yang menurun.  Dijalan yang menurun ini tidak lagi ditemukan hati yang bisa mengasihi sesama.

Lain halnya dengan orang Samaria ini, ia tergerak hatinya oleh belas kasihan dan kemudian memberi pertolongan.

Ia balut luka orang ini dan menyiraminya dengan minyak dan anggur, kemudian menaikan orang ini datas keledai tunggagannya sendiri, lalu dibawalah orang ini ketempat penginapan dan merawatnya.
Tempat penginapan ini adalah tempat untuk merawat orang yang lagi sekarat, ini menunjuk tempat / gereja, dimana banyak orang-orang yang sakit rohaninya. Sebenarnya ada banyak orang yang perlu perawatan dirumah Allah ini, agar sehat kembali rohaninya.

Siapakah perawatnya?
Orang yang terpanggil untuk melayani orang-orang yang sedang sakit ini menunjuk hamba-hamba Tuhan.
Orang Samaria ini menyerahkan 2 dinar sebagai biaya perawatannya.
Dua dinar ini menunjuk PL dan PB.
Seluruh kebenaran dari Alkitab ini berkuasa untuk mengobati rohaninya orang percaya, agar menjadi sehat kembali.
Sidang jemaat itu digambarkan seperti pasien-pasien yang sedang dirawat sampai sembuh dan sehat kembali.

Kemudian orang Samaria ini berkata: “Jika kau belanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya waktu aku kembali.”
Ini janji Tuhan bagi para perawat yang setia dengan talentanya yang ada pada mereka, mereka merawat jiwa-jiwa dengan penuh kasih sayang, dan Tuhan berjanji akan menggantinya jika IA datang kembali.
Ini bahasa Tuhan tentang upah yang bakal diterima oleh mereka-mereka yang melakukan tugasnya dengan setia.

Why 22:12
22:12 "Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.

Jika kita terpanggil untuk pelayanan, maka janji tentang upah itu pasti kita terima.
Bicara tentang tempat tumpangan, gereja adalah tempat untuk menampung jiwa-jiwa yang membutuhkan perawatan, ditempat inilah rohani saudara dirawat melalui firmanNya.

JANGAN KAMU LUPA MEMBERI TUMPANGAN!
Dalam Injil Mat 25:31-46 disitu ada cerita tentang penghakiman yang terakhir.      Dalam penghakiman terakhir nanti, akan terjadi pemisahan antara domba dengan kambing, domba dikumpulkan disebelah kanan, sedangkan kambing disebelah kiri.
Domba-domba itu menunjuk kehidupan yang diberkati Tuhan, sedangkan kambing adalah kehidupan yang terkena kutuk dari Tuhan.

Mengapa ada yang diberkati dan ada pula yang dikutuk oleh Tuhan?
Yang menentukan diberkati atau terkena kutuk ini adalah saat mereka masih hidup didunia ini, bagaimana mereka melakukan hubungan dengan sesama.
Dalam kisah ini juga disinggung soal memberi tumpangan.

Mat 25:34-36
25:34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
25:35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
25:36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.

Orang ini menerima berkat dari Tuhan, sedangkan yang tidak menghiraukan sesama terkena kutuk dari Tuhan, kemudian mereka sama-sama menerima upah.

Mat 25:41-43
25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
25:42 Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;
25:43 ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.

25:46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."

Orang benar masuk kedalam hidup yang kekal, sedangkan orang jahat ini masuk ketempat siksaan yang kekal.
Kisah ini mengingatkan kita selagi kita masih mendapat kesempatan untuk berbuat baik kepada sesama, sebab ada saatnya nanti kesempatan itu sudah habis.

1 Pet 4:9
4:9 Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut.

Soal memberi tumpangan ini kita bisa belajar dari kisah hidupnya perempuan Sunem, yag pada waktu itu memberi tumpangan kepada Elisa.

2 Raj 4:8-17
4:8 Pada suatu hari Elisa pergi ke Sunem. Di sana tinggal seorang perempuan kaya yang mengundang dia makan. Dan seberapa kali ia dalam perjalanan, singgahlah ia ke sana untuk makan.
4:9 Berkatalah perempuan itu kepada suaminya: "Sesungguhnya aku sudah tahu bahwa orang yang selalu datang kepada kita itu adalah abdi Allah yang kudus.
4:10 Baiklah kita membuat sebuah kamar atas yang kecil yang berdinding batu, dan baiklah kita menaruh di sana baginya sebuah tempat tidur, sebuah meja, sebuah kursi dan sebuah kandil, maka apabila ia datang kepada kita, ia boleh masuk ke sana."
4:11 Pada suatu hari datanglah ia ke sana, lalu masuklah ia ke kamar atas itu dan tidur di situ.
4:12 Kemudian berkatalah ia kepada Gehazi, bujangnya: "Panggillah perempuan Sunem itu." Lalu dipanggilnyalah perempuan itu dan dia berdiri di depan Gehazi.
4:13 Elisa telah berkata kepada Gehazi: "Cobalah katakan kepadanya: Sesungguhnya engkau telah sangat bersusah-susah seperti ini untuk kami. Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Adakah yang dapat kubicarakan tentang engkau kepada raja atau kepala tentara?" Jawab perempuan itu: "Aku ini tinggal di tengah-tengah kaumku!"
4:14 Kemudian berkatalah Elisa: "Apakah yang dapat kuperbuat baginya?" Jawab Gehazi: "Ah, ia tidak mempunyai anak, dan suaminya sudah tua."
4:15 Lalu berkatalah Elisa: "Panggillah dia!" Dan sesudah dipanggilnya, berdirilah perempuan itu di pintu.
4:16 Berkatalah Elisa: "Pada waktu seperti ini juga, tahun depan, engkau ini akan menggendong seorang anak laki-laki." Tetapi jawab perempuan itu: "Janganlah tuanku, ya abdi Allah, janganlah berdusta kepada hambamu ini!"
4:17 Mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan seorang anak laki-laki pada waktu seperti itu juga, pada tahun berikutnya, seperti yang dikatakan Elisa kepadanya.

Dalam ayat yang ke 9
4:9 Berkatalah perempuan itu kepada suaminya: "Sesungguhnya aku sudah tahu bahwa orang yang selalu datang kepada kita itu adalah abdi Allah yang kudus.

Kemudian ia berunding dengan suaminya untuk membuat kamar kecil yang ada diatas untuk Elisa, dengan dilengkapi tempat tidur, sebuah meja, sebuah kursi dan sebuah kandil (pelita). Fasilitas disediakan semua, ini bagaikan mengutamakan Tuhan atau mendahulukan Tuhan dan kerajaanNya. Maka apa yang menjadi kerinduannya itu didengar oleh Tuhan. Ayat 17 ia beroleh seorang anak laki-laki.

Namun diceritakan selanjutnya anak itu mati. Ayat 18-21
4:18 Setelah anak itu menjadi besar, pada suatu hari keluarlah ia mendapatkan ayahnya, di antara penyabit-penyabit gandum.
4:19 Tiba-tiba menjeritlah ia kepada ayahnya: "Aduh kepalaku, kepalaku!" Lalu kata ayahnya kepada seorang bujang: "Angkatlah dia dan bawa kepada ibunya!"
4:20 Diangkatnyalah dia, dibawanya pulang kepada ibunya. Duduklah dia di pangkuan ibunya sampai tengah hari, tetapi sesudah itu matilah dia.
4:21 Lalu naiklah perempuan itu, dibaringkannyalah dia di atas tempat tidur abdi Allah itu, ditutupnyalah pintu dan pergi, sehingga anak itu saja di dalam kamar.

Dalam kisah ini kita melihat bahwa hidup ini tidak pernah sepi dengan masalah.
Kalau kita pikir prempuan Sunem ini sudah memperhatikan azis Allah, dengan memberi tumpangan dirumahnya, tapi kemudian dalam beberapa tahun kemudian ia menghadapi problem yang berat, anaknya mati.

Namun semua ini ada rencana Allah, agar kemuliaan Allah dinyatakan dalam hidupnya perempuan Sunem ini.
Bila kita tahu bahwa apa yang menjadi rencana Allah dalam hidup kita, maka dalam segala keadaan Tuhanlah yang mengatur segalanya.
.