Translate

29 Okt 2019

Ibadah Pendalaman Alkitab 25 Oktober 2019. Hak 8:4-9

Ibadah Pendalaman Alkitab 25 Oktober 2019.
Hak 8:4-9
Orang Midian dikalahkan, raja-rajanya dibunuh
(4)Ketika Gideon sampai ke sungai Yordan, menyeberanglah ia dan ketiga ratus orang yang bersama-sama dengan dia, meskipun masih lelah, namun mengejar juga. 
(5)Dan berkatalah ia kepada orang-orang Sukot: "Tolong berikan beberapa roti untuk rakyat yang mengikuti aku ini, sebab mereka telah lelah, dan aku sedang mengejar Zebah dan Salmuna, raja-raja Midian." 
(6)Tetapi jawab para pemuka di Sukot itu: "Sudahkah Zebah dan Salmuna itu ada dalam tanganmu, sehingga kami harus memberikan roti kepada tentaramu?" 
(7)Lalu kata Gideon: "Kalau begitu, apabila TUHAN menyerahkan Zebah dan Salmuna ke dalam tanganku, aku akan menggaruk tubuhmu dengan duri padang gurun dan onak." 
(8)Maka berjalanlah ia dari sana ke Pnuel, dan berkata demikian juga kepada orang-orang Pnuel, tetapi orang-orang inipun menjawabnya seperti orang-orang Sukot. 
(9)Lalu berkatalah ia juga kepada orang-orang Pnuel: "Apabila aku kembali dengan selamat, maka aku akan merobohkan menara ini." 

Gideon menghadapi sikap pesimis orang Sukot dan Pnuel. Mereka memandang rendah Gideon, karena hanya 300 tentara yang akan bertempur melawan orang Median yang tak terhitung jumlahnya.

Meskipun lelah, mereka masih mengejar musuh (ay4). Peperangan menimbulkan kelelahan, yang menyebabkan tidak tuntasnya musuh dihabisi. Namun Gideon tidak membiarkan kondisi lelah untuk membiarkan musuh. Ia tetap mengejar.

Sebagai contoh kalau kita sedang bergumul, jangan gampang menyerah!

Orang Sukot mengejek Gideon dan pengikutnya. Ejekan sumbernya dari iblis dan membuat kita menjadi putus asa. Kita harus memiliki iman yang positif. 

Ejekan orang Sukot tidak dihiraukan (ay 6).
Hak 8:10
(10)Sementara itu Zebah dan Salmuna ada di Karkor bersama-sama dengan tentara mereka, kira-kira lima belas ribu orang banyaknya, yakni semua orang yang masih tinggal hidup dari seluruh tentara orang-orang dari sebelah timur; banyaknya yang tewas ada seratus dua puluh ribu orang yang bersenjatakan pedang. 

Masih sisa 15.000 dibanding 300 tentara Gideon.
Peperangan tidak hanya satu kali atau dua kali. Proses akan terjadi berkali-kali, seperti proses perjalanan Bangsa Israel di padang gurun, atau proses biji gandum, yang dikatakan Tuhan Yesus.

Yoh 12:24-26
(24)Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah
(25)Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. 
(26)Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa. 

Biji harus dikubur (mati), supaya kemudian berbuah-buah. 
Mati, bangkit dan dipermuliakan, itulah proses hidup kita, seperti Yesus.

Jangan heran akan api pencobaan!
1 Ptr 4:12-14
(12)Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. 
(13)Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya. 
(14)Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu. 

Seringkali kita menyepelekan, seperti 300 tentara Gideon yang disepelekan, yang berarti menyepelekan Allah, karena mereka adalah pilihan Allah. 

Kekuatan berasal dari Allah, bukan kebanggaan manusia.
Za 4:6
6)Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam. 

Ay 7: Lalu kata Gideon: "Kalau begitu, apabila TUHAN menyerahkan Zebah dan Salmuna ke dalam tanganku, aku akan menggaruk tubuhmu dengan duri padang gurun dan onak." 

Pembuktiannya.
Hak 8:16
(16)Lalu ia mengumpulkan para tua-tua kota itu, ia mengambil duri padang gurun dan onak, dan menghajar orang-orang Sukot dengan itu. 

Kepada Orang Pneul
(9)Lalu berkatalah ia juga kepada orang-orang Pnuel: "Apabila aku kembali dengan selamat, maka aku akan merobohkan menara ini." 

Pembuktian
Hak 8:17
(17)Juga menara Pnuel dirobohkannya dan dibunuhnya orang-orang kota itu.

Orang Sukot dan Pnuel adalah bukti bahwa mereka meremehkan kekuatan Allah. Jangan meragukan kemampuan Allah untuk melakukan perbuatan yang dahsyat dan ajaib. 

Perkatakan Iman, yang akan menjadi wujud kenyataan. 

Orang Pnuel dan Sukot tidak mendapat bagian dalam kemenangan. 
Banyak orang Kristen yang kehilangan iman, sehingga tidak mendapat kemenangan.

2 Kor 6:15
(15)Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?

Kita kurang beriman sehingga belum mencapai kemenangan. 
Orang Sukot dan Pnuel tidak mau mendapat bagian dalam sengsara / menolak salib.

1 Ptr 4: 13
(13)Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

Kalau menolak masuk dalam proses yang diijinkan Tuhan, maka kita tidak mendapat bagian. Mengucap syukur bila saat ini kita mengalami proses, karena kita akan mendapat bagian dalam kemenangan.

Orang Sukot dan Pnuel ini mirip dengan orang Amon. 
Ul 23:3-6
(3)Seorang Amon atau seorang Moab janganlah masuk jemaah TUHAN, bahkan keturunannya yang kesepuluhpun tidak boleh masuk jemaah TUHAN sampai selama-lamanya
(4)karena mereka tidak menyongsong kamu dengan roti dan air pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir, dan karena mereka mengupah Bileam bin Beor dari Petor di Aram-Mesopotamia melawan engkau, supaya dikutukinya engkau. 
(5)Tetapi TUHAN, Allahmu, tidak mau mendengarkan Bileam dan TUHAN, Allahmu, telah mengubah kutuk itu menjadi berkat bagimu, karena TUHAN, Allahmu, mengasihi engkau.
 (6)Selama engkau hidup, janganlah engkau mengikhtiarkan kesejahteraan dan kebahagiaan mereka sampai selama-lamanya.

Roti dan air yang tidak diberikan pada bangsa Israel.

Dalam kitab Nehemia terjadi penyucian. Adanya perpisahan antara orang Moab, Amon dan Israel.
Neh 13:1-3
(1)Pada masa itu bagian-bagian dari pada kitab Musa dibacakan dengan didengar oleh rakyat. Didapati tertulis dalam kitab itu, bahwa orang Amon dan orang Moab tidak boleh masuk jemaah Allah untuk selamanya. 
(2)Karena mereka tidak menyongsong orang Israel dengan roti dan air, malah mengupah Bileam melawan orang Israel supaya dikutukinya. Tetapi Allah kami mengubah kutuk itu menjadi berkat. 
(3)Ketika mereka mendengar pembacaan Taurat itu mereka memisahkan semua peranakan dari orang Israel.

Tuhan mengadakan penyucian sampai dalam. Harus benar-benar masuk dalam penyucian. 

Orang Moab , Amon mirip dengan orang Sukot  dan Pnuel,tidak  mendapat bagian dalam kemenangan.

Kehidupan yang ditolak adalah seperti Esau yang mengabaikan hak sulung. 
Ibr 12:15-17
(15)Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang. 
(16)Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. 
(17)Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.


Kita bukan kehidupan yang ditolak, tapi diterima menjadi hambaNya.
Yes 41:8-10
(8)Tetapi engkau, hai Israel, hamba-Ku, hai Yakub, yang telah Kupilih, keturunan Abraham, yang Kukasihi; 
(9)engkau yang telah Kuambil dari ujung-ujung bumi dan yang telah Kupanggil dari penjuru-penjurunya, Aku berkata kepadamu: "Engkau hamba-Ku, Aku telah memilih engkau dan tidak menolak engkau"; 
(10)janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan. 

Jangan asing dengan penyucian, sehingga nantinya kita akan mendapat kemenangan.