Translate

22 Jul 2018

Ibadah Raya 22 Juli 2018. JANJI DAN SUMPAH ALLAH AKAN BERKAT ABRAHAM



Ibadah Raya 22 Juli 2018.
JANJI DAN SUMPAH ALLAH AKAN BERKAT ABRAHAM

Abraham adalah salah satu dari sekian banyak pahlawan iman.
Kali ini kita akan mempelajari tentang imannya Abraham.

Ibn 11:8-10
11:8 Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.
11:9 Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.
11:10 Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.

Abraham berpegang kepada janji yang pernah diucapkan oleh Allah sendiri.

Ul 1:8
1:8 Ketahuilah, Aku telah menyerahkan negeri itu kepadamu; masukilah, dudukilah negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka dan kepada keturunannya."

Kita diajar disini untuk berpegang pada janji-janji Allah.
Pertama yang harus kita ketahui adalah: “Siapakah Allah itu ?”
Allah bukan manusia, dan kalau IA Allah, Ia tidak pernah dusta, dan Allah tidak mungkin mengingkari janjiNya. Begitulah yang Allah buat terhadap Abraham.        Ia berjanji akan memberkati Abraham dan keturunannya.

Mengapa Allah harus bersumpah?
Dan kalau Ia bersumpah, Ia bersumpah demi diriNya sendiri, sebab tidak ada yang lebih tinggi lagi dari Allah.
Sumpah adalah menjadi suatu pengokohan yang mengakhiri bantahan.

Janji Allah memberkati Abraham ini disertai sumpah, agar Abraham dan keturunannya tidak meragukan janji Allah.

Ibn 6:13-20
6:13 Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya,
6:14 kata-Nya: "Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak."
6:15 Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya.
6:16 Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan.
6:17 Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah,
6:18 supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita.
6:19 Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,
6:20 di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.
6:15 Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya.

Berapa lamakah Abraham menanti janji Allah ini?
Sebelum Allah berjanji memberkati Abraham, Alah menguji kesetiaan Abraham lebih dahulu. Setelah Allah tahu bahwa Abraham itu mengasihi Allah lebih dari anaknya sendiri, barulah Allah mengucapkan janji itu.

Kej 22:15-18

22:15 Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,
22:16 kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri -- demikianlah firman TUHAN --: Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,
22:17 maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.
22:18 Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku."
Untuk kedua kalinya nama Abraham dicatat sebagai saksi-saksi iman.

Ibn 11:17-19
11:17 Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal,
11:18 walaupun kepadanya telah dikatakan: "Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu."
11:19 Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.

Jadi melewati suatu ujian lebih dahulu, baru janji berkat itu diucapkan.
Untuk menerima janji Allah, maka yang terutama harus kita ketahui, bawa kita harus menjadi keturunan Abraham. Apakah itu mungkin?
Secara lahiriah kita ini memang bukan keturunan Abraham, tapi lewat beriman kepada Kristus, maka kita telah terhisap menjadi keturunan Abraham.

Gal 3:16, 22, 29
3:16 Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan "kepada keturunan-keturunannya" seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: "dan kepada keturunanmu", yaitu Kristus.
3:22 Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya.
Gal 3:7-9.
3:7 Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.
3:8 Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: "Olehmu segala bangsa akan diberkati."
3:9 Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu.

Bicara soal keturunan Abraham, siapakah yang disebut keturunan Abraham?

Sebab Abraham punya dua anak. Anak yang mana yang berhak menerima janji Allah?

Gal 4:21-31
4:21 Katakanlah kepadaku, hai kamu yang mau hidup di bawah hukum Taurat, tidakkah kamu mendengarkan hukum Taurat?
4:22 Bukankah ada tertulis, bahwa Abraham mempunyai dua anak, seorang dari perempuan yang menjadi hambanya dan seorang dari perempuan yang merdeka?
4:23 Tetapi anak dari perempuan yang menjadi hambanya itu diperanakkan menurut daging dan anak dari perempuan yang merdeka itu oleh karena janji.
4:24 Ini adalah suatu kiasan. Sebab kedua perempuan itu adalah dua ketentuan Allah: yang satu berasal dari gunung Sinai dan melahirkan anak-anak perhambaan, itulah Hagar --
4:25 Hagar ialah gunung Sinai di tanah Arab -- dan ia sama dengan Yerusalem yang sekarang, karena ia hidup dalam perhambaan dengan anak-anaknya.
4:26 Tetapi Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita.
4:27 Karena ada tertulis: "Bersukacitalah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembira dan bersorak-sorailah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak dari pada yang bersuami."
4:28 Dan kamu, saudara-saudara, kamu sama seperti Ishak adalah anak-anak janji.
4:29 Tetapi seperti dahulu, dia, yang diperanakkan menurut daging, menganiaya yang diperanakkan menurut Roh, demikian juga sekarang ini.
4:30 Tetapi apa kata nas Kitab Suci? "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba perempuan itu tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anak perempuan merdeka itu."
4:31 Karena itu, saudara-saudara, kita bukanlah anak-anak hamba perempuan, melainkan anak-anak perempuan merdeka.
Ayat 28: Dan kamu, saudara-saudara, kamu sama seperti Ishak adalah anak-anak janji.

Keturunan dari Ishaklah yang disebut keturunanmu.

Ibn 11:17-18
11:17 Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal,
11:18 walaupun kepadanya telah dikatakan: "Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu."

Keturunan dari Ishak: Ishak menurunkan Yakub dan Yakub menurunkan 12 bani Israel.
Kalau kita mau menerima janji Allah, maka kita harus terhisap dalam keturunan Abraham. Caranya bagaimana? Dengan menerima dan percaya kepada korban-Nya Kristus.
Hal ini terjadi seperti padapertobatan Zakius.

Luk 19:9-10
19:9 Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.
19:10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."
Tuhan Yesus berkata: “Karena orang inipun adalah anak Abraham”

Menjadi anak-anak Abraham bukan semata-mata karena memang keturunannya, sebab kalau keturunan Abraham, harus percaya pula bahwa Yesus itu berasal dari Allah, seperti yang dikatakan Tuhan Yesus kepada orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat.

Yoh 8: 37, 43, 56-59
8:37 "Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.
8:43 Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku.
8:56 Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita."
8:57 Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?"
8:58 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."
8:59 Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

Persoalan menjadi keturunan Abraham diperbincangkan.
Orang-orang Yahudi bangga kalau mereka disebut sebagai keturunan Abraham.
Tapi Yohanes Pembaptis mengatakan: Bahwa Allah itu sanggup menjadikan anak-anak Abraham dari batu-batu. Apa maksudnya ini?

Luk 3:7-9
3:7 Lalu ia berkata kepada orang banyak yang datang kepadanya untuk dibaptis, katanya: "Hai kamu keturunan ular beludak! Siapakah yang mengatakan kepada kamu supaya melarikan diri dari murka yang akan datang?
3:8 Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah berpikir dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!
3:9 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api."

Yohanes Pembaptis bicara soal pertobatan:
“Hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan.”  
Jika tidak bertobat, percuma jika sekalipun menyebut dirinya sebagai keturunan Abraham.
Yohanes Pembaptis menyebut mereka bukan keturunan Abraham, tapi keturunan ular beludak. “Hai kamu keturunan ular beludak!”

Ular adalah gambaran dari Iblis. Tuhan Yesus pernah mengatai orang Yahudi bahwa mereka adalah anak-anak Iblis.

Yoh 8:44
8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Menjadi keturunan Abraham berarti berhak menerima janji-janji Allah.
Dengan beriman kepada Kristus, kita diberi hak menjadi anak-anak Allah.                       

 1 Yoh 3:1
3:1 Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.

Jika kita disebut sebagai anak-anak Allah, maka kita berhak menjadi ahli waris dari kerajaan Sorga.

Rom 8:17
8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
Tuhan Yesus memberkati.