Translate

Tampilkan postingan dengan label Yefta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yefta. Tampilkan semua postingan

6 Agu 2017

Ibadah Raya 6 Agustus 2017. KEMENANGAN YANG DIAWALI DENGAN SUATU NAZAR



Ibadah Raya 6 Agustus 2017.
KEMENANGAN YANG DIAWALI DENGAN SUATU NAZAR

Nazar adalah suatu janji kepada Allah.
Pkh 5:3-4
5:3 Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu.
5:4 Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya.

Seringkali kita dibawa mulut kita untuk melakukan kesalahan.
Pkh 5 ini diawali dengan persoalan mulut: Jangan terburu-buru dengan mulutmu.
Begitu mudahnya kata-kata itu keluar dari mulut kita kadang-kadang tanpa kontrol.

Firman Tuhan mengatakan: Orang bijak adalah orang yang bisa mengendalikan lidahnya. 

Ams 12:18
12:18 Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan.

Karena begitu bahayanya lidah seseorang, maka Daud menasehati kita agar kita mau menjaga lidah kita. Karena ada janji umur panjang bagi orang yang bisa menjaga lidahnya.

Maz 34:13-14
34:13 Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik?
34:14 Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu;

Begitu bahayanya jika kita tidak bisa menjaga lidah kita, karena hidup dan mati itu dikuasai oleh lidah.
Ams 18:21
18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Berikut ini ada sebuah contoh tentang seorang yang pernah bernazar kepada Tuhan.
Hak 11:29-40
11:29 Lalu Roh TUHAN menghinggapi Yefta; ia berjalan melalui daerah Gilead dan daerah Manasye, kemudian melalui Mizpa di Gilead, dan dari Mizpa di Gilead ia berjalan terus ke daerah bani Amon.
11:30 Lalu bernazarlah Yefta kepada TUHAN, katanya: "Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku,
11:31 maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan TUHAN, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran."
11:32 Kemudian Yefta berjalan terus untuk berperang melawan bani Amon, dan TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangannya.
11:33 Ia menimbulkan kekalahan yang amat besar di antara mereka, mulai dari Aroƫr sampai dekat Minit -- dua puluh kota banyaknya -- dan sampai ke Abel-Keramim, sehingga bani Amon itu ditundukkan di depan orang Israel.
11:34 Ketika Yefta pulang ke Mizpa ke rumahnya, tampaklah anaknya perempuan keluar menyongsong dia dengan memukul rebana serta menari-nari. Dialah anaknya yang tunggal; selain dari dia tidak ada anaknya laki-laki atau perempuan.
11:35 Demi dilihatnya dia, dikoyakkannyalah bajunya, sambil berkata: "Ah, anakku, engkau membuat hatiku hancur luluh dan engkaulah yang mencelakakan aku; aku telah membuka mulutku bernazar kepada TUHAN, dan tidak dapat aku mundur."
11:36 Tetapi jawabnya kepadanya: "Bapa, jika engkau telah membuka mulutmu bernazar kepada TUHAN, maka perbuatlah kepadaku sesuai dengan nazar yang kauucapkan itu, karena TUHAN telah mengadakan bagimu pembalasan terhadap musuhmu, yakni bani Amon itu."
11:37 Lagi katanya kepada ayahnya: "Hanya izinkanlah aku melakukan hal ini: berilah keluasan kepadaku dua bulan lamanya, supaya aku pergi mengembara ke pegunungan dan menangisi kegadisanku bersama-sama dengan teman-temanku."
11:38 Jawab Yefta: "Pergilah," dan ia membiarkan dia pergi dua bulan lamanya. Maka pergilah gadis itu bersama-sama dengan teman-temannya menangisi kegadisannya di pegunungan.
11:39 Setelah lewat kedua bulan itu, kembalilah ia kepada ayahnya, dan ayahnya melakukan kepadanya apa yang telah dinazarkannya itu; jadi gadis itu tidak pernah kenal laki-laki. Dan telah menjadi adat di Israel,
11:40 bahwa dari tahun ke tahun anak-anak perempuan orang Israel selama empat hari setahun meratapi anak perempuan Yefta, orang Gilead itu.

Apa yang telah dinazarkan itu telah menjadi kepunyaan Tuhan.
Yefta telah bernazar: "Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku,
maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan TUHAN, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran."

Pada waktu ia pulang ke rumahnya, ternyata yang keluar dari rumahnya adalah anaknya perempuan satu-satunya.
Betapa berat hati Yefta saat itu, tapi ia tidak boleh lari dari nazarnya.
11:35 Demi dilihatnya dia, dikoyakkannyalah bajunya, sambil berkata: "Ah, anakku, engkau membuat hatiku hancur luluh dan engkaulah yang mencelakakan aku; aku telah membuka mulutku bernazar kepada TUHAN, dan tidak dapat aku mundur."
Tidak dapat aku mundur!  Tidak mungkin harusmengingkari nazar.
Yefta berkata akan mempersembahkan korban bakaran.
11:30 Lalu bernazarlah Yefta kepada TUHAN, katanya: "Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku,
11:31 maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan TUHAN, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran."

Korban bakaran seperti yang dimaksudkan Tuhan dalam kitab Ul 23:21-23
23:21 "Apabila engkau bernazar kepada TUHAN, Allahmu, janganlah engkau menunda-nunda memenuhinya, sebab tentulah TUHAN, Allahmu, akan menuntutnya dari padamu, sehingga hal itu menjadi dosa bagimu.
23:22 Tetapi apabila engkau tidak bernazar, maka hal itu bukan menjadi dosa bagimu.
23:23 Apa yang keluar dari bibirmu haruslah kaulakukan dengan setia, sebab dengan sukarela kaunazarkan kepada TUHAN, Allahmu, sesuatu yang kaukatakan dengan mulutmu sendiri."

Anak perempuan Yefta menjadi kepunyaan Tuhan dan dipersembahkan sebagai korban bakaran. Hal ini mengingatkan kita pada Abraham tatkala mempersembahkan Ishak anaknya, disitu juga dikatakan korban bakaran.

Kej 22:1-2
22:1 Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan."
22:2 Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

Ada persamaan antara Abraham dan Yefta, yaitu keduanya mempersembahkan anak tunggal yang mereka miliki.
Memang berat sekali harus melepaskan satu-satu anak yang dimiliki untuk dipersembahkan kepada Tuhan, namun janji kepada Allah harus ditepati.

Abrahan telah diuji imannya dan ia berhasil. Abraham menunjukkan kasihnya kepada Tuhan lebih dari kasihnya kepada anak tunggalnya.
Bagaimana dengan Yefta?
Dia seperti kecewa dengan nazarnya, itu bisa dilihat reaksinya dengan merobek-robek pakaiannya pada waktu ia melihat anaknya keluar untuk menyambutnya ketika pulang sehabis perang mengalahkan bani Amon dengan tari-tarian.

Nazar Yefta: “Apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku pada waktu itu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan Tuhan, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran.”

Yefta tidak menyangka kalau yang keluar dari pintu rumahnya adalah putri kesayangannya (satu-satunya yang dimilikinya).
Mungkin waktu dia bernazar, terbayang dalam ingatannya sesuatu yang dia miliki itu bukan anak tunggalnya.

Kalau Yefta bicara soal korban bakaran, ini kena-mengena dengan binatang korban, mungkin itu kambing, domba atau lembu. Sebab dalam kitab Imamat dikatakan: korban bakaran itu dari lembu, kambing domba.

Im 1:1-2.
1:1 TUHAN memanggil Musa dan berfirman kepadanya dari dalam Kemah Pertemuan:
1:2 "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila seseorang di antaramu hendak mempersembahkan persembahan kepada TUHAN, haruslah persembahanmu yang kamu persembahkan itu dari ternak, yakni dari lembu sapi atau dari kambing domba.

Yefta berpikir bahwa binatang ternaklah yang akan keluar menyambutnya, tapi mengapa anaknya yang keluar sambil menari-nari.
Sebab dari antara yang baik itu ada yang terbaik yang kita punya, itu yang Tuhan inginkan dari kita untuk kita persembahkan kepada-Nya.
Jika waktu itu yang keluar dari rumah Yefta adalah yang terbaik dari miliknya, itu memang binatang ternak yang dimilikinya. Tapi bukan yang terbaik yang dimilikinya, sebab Tuhan tahu yang terbaik yang dimiliki oleh Yefta itu adalah putri tunggalnya.

Mengapa Tuhan minta yang terbaik dari kita? Sebab Dia sudah memberikan yang terbaik dari yang dimilikinya, yaitu putra satu-satunya yang dikorbankannya bagi kita.
Mal 1:6-8
1:6 Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu? firman TUHAN semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina nama-Ku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?"
1:7 Kamu membawa roti cemar ke atas mezbah-Ku, tetapi berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami mencemarkannya?" Dengan cara menyangka: "Meja TUHAN boleh dihinakan!"
1:8 Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik? firman TUHAN semesta alam.

Mengapa Tuhan menolak persembahan yang cacat?
Sebab Allah telah memberikan contoh dalam soal memberikan persembaan.
Putra tunggalnya telah dipersembahkan/dikorbankan bagi kita semua.

Tuhan berfirman selanjutnya: “NAMAKU BESAR”
Mal 1:11-14
1:11 Sebab dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, dan di setiap tempat dibakar dan dipersembahkan korban bagi nama-Ku dan juga korban sajian yang tahir; sebab nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, firman TUHAN semesta alam.
1:12 Tetapi kamu ini menajiskannya, karena kamu menyangka: "Meja Tuhan memang cemar dan makanan yang ada di situ boleh dihinakan!"
1:13 Kamu berkata: "Lihat, alangkah susah payahnya!" dan kamu menyusahkan Aku, firman TUHAN semesta alam. Kamu membawa binatang yang dirampas, binatang yang timpang dan binatang yang sakit, kamu membawanya sebagai persembahan. Akan berkenankah Aku menerimanya dari tanganmu? firman TUHAN.
1:14 Terkutuklah penipu, yang mempunyai seekor binatang jantan di antara kawanan ternaknya, yang dinazarkannya, tetapi ia mempersembahkan binatang yang cacat kepada Tuhan. Sebab Aku ini Raja yang besar, firman TUHAN semesta alam, dan nama-Ku ditakuti di antara bangsa-bangsa.

Kamu membawa binatang yang dirampas, binatang timpang, binatang yang sakit. Ini merupakan persembahan yang tidak berkenan kepada Tuhan.
Kehidupan seperti ini dibayang-bayangi kutuk Allah. Ayat 14:
1:14 Terkutuklah penipu, yang mempunyai seekor binatang jantan di antara kawanan ternaknya, yang dinazarkannya, tetapi ia mempersembahkan binatang yang cacat kepada Tuhan.

Kita melihat disini bagaimana Tuhan itu menyeleksi perembahan yang kita persembakan bagi-Nya.
Sekarang pertanyaannya: Mana yang lebih baik antara lembu ternak, dengan putri satu-satunya yang dimiliki oleh Yefta.

Sedangkan Firman Tuhan mengatakan: Yang terbaik itu menjadi miliknya Tuhan.
Yefta hanya memiliki anak tunggal, berarti juga putri sulungnya. Dan apa yang Allah katakan tentang anak sulung ini:
Bil 3:11-13
3:11 TUHAN berfirman kepada Musa:
3:12 "Sesungguhnya, Aku mengambil orang Lewi dari antara orang Israel ganti semua anak sulung mereka, yang terdahulu lahir dari kandungan, supaya orang Lewi menjadi kepunyaan-Ku,
3:13 sebab Akulah yang punya semua anak sulung. Pada waktu Aku membunuh semua anak sulung di tanah Mesir, maka Aku menguduskan bagi-Ku semua anak sulung yang ada pada orang Israel, baik dari manusia maupun dari hewan; semuanya itu kepunyaan-Ku; Akulah TUHAN."

“AKULAH YANG PUNYA SEMUA ANAK SULUNG”
Kel 13:1-2
13:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
13:2 "Kuduskanlah bagi-Ku semua anak sulung, semua yang lahir terdahulu dari kandungan pada orang Israel, baik pada manusia maupun pada hewan; Akulah yang empunya mereka."
Didalam bernazar itu harus ada yang dikorbankan.

Anak Yefta ini mengorbankan kegadisannya. Hak 11:35-40
11:35 Demi dilihatnya dia, dikoyakkannyalah bajunya, sambil berkata: "Ah, anakku, engkau membuat hatiku hancur luluh dan engkaulah yang mencelakakan aku; aku telah membuka mulutku bernazar kepada TUHAN, dan tidak dapat aku mundur."
11:36 Tetapi jawabnya kepadanya: "Bapa, jika engkau telah membuka mulutmu bernazar kepada TUHAN, maka perbuatlah kepadaku sesuai dengan nazar yang kauucapkan itu, karena TUHAN telah mengadakan bagimu pembalasan terhadap musuhmu, yakni bani Amon itu."
11:37 Lagi katanya kepada ayahnya: "Hanya izinkanlah aku melakukan hal ini: berilah keluasan kepadaku dua bulan lamanya, supaya aku pergi mengembara ke pegunungan dan menangisi kegadisanku bersama-sama dengan teman-temanku."
11:38 Jawab Yefta: "Pergilah," dan ia membiarkan dia pergi dua bulan lamanya. Maka pergilah gadis itu bersama-sama dengan teman-temannya menangisi kegadisannya di pegunungan.
11:39 Setelah lewat kedua bulan itu, kembalilah ia kepada ayahnya, dan ayahnya melakukan kepadanya apa yang telah dinazarkannya itu; jadi gadis itu tidak pernah kenal laki-laki. Dan telah menjadi adat di Israel,
11:40 bahwa dari tahun ke tahun anak-anak perempuan orang Israel selama empat hari setahun meratapi anak perempuan Yefta, orang Gilead itu.

Anak Yefta rela untuk tidak menikah, dan mempersembahkan kegadisannya kepada Tuhan sebagai korban bakaran. Berarti dia akan terus hidup untuk membujang.
Rasul Paulus pernah bicara soal hidup  membujang.

1 Kor 7:25-28, 33-34,36-40.
7:25 Sekarang tentang para gadis. Untuk mereka aku tidak mendapat perintah dari Tuhan. Tetapi aku memberikan pendapatku sebagai seorang yang dapat dipercayai karena rahmat yang diterimanya dari Allah.
7:26 Aku berpendapat, bahwa, mengingat waktu darurat sekarang, adalah baik bagi manusia untuk tetap dalam keadaannya.
7:27 Adakah engkau terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mengusahakan perceraian! Adakah engkau tidak terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mencari seorang!
7:28 Tetapi, kalau engkau kawin, engkau tidak berdosa. Dan kalau seorang gadis kawin, ia tidak berbuat dosa. Tetapi orang-orang yang demikian akan ditimpa kesusahan badani dan aku mau menghindarkan kamu dari kesusahan itu.
7:33 Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya,
7:34 dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya.
7:36 Tetapi jikalau seorang menyangka, bahwa ia tidak berlaku wajar terhadap gadisnya, jika gadisnya itu telah bertambah tua dan ia benar-benar merasa, bahwa mereka harus kawin, baiklah mereka kawin, kalau ia menghendakinya. Hal itu bukan dosa.
7:37 Tetapi kalau ada seorang, yang tidak dipaksa untuk berbuat demikian, benar-benar yakin dalam hatinya dan benar-benar menguasai kemauannya, telah mengambil keputusan untuk tidak kawin dengan gadisnya, ia berbuat baik.
7:38 Jadi orang yang kawin dengan gadisnya berbuat baik, dan orang yang tidak kawin dengan gadisnya berbuat lebih baik.
7:39 Isteri terikat selama suaminya hidup. Kalau suaminya telah meninggal, ia bebas untuk kawin dengan siapa saja yang dikehendakinya, asal orang itu adalah seorang yang percaya.
7:40 Tetapi menurut pendapatku, ia lebih berbahagia, kalau ia tetap tinggal dalam keadaannya. Dan aku berpendapat, bahwa aku juga mempunyai Roh Allah.

Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatiannya  perhatian mereka kepada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus (ay 34)
Jadi anak Yefta ini benar-benar menjadi suatu persembahan yang kudus diatas mezbah korban bakaran, seperti kata surat Roma 12:1
12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Tuhan Yesus memberkati.

31 Jul 2017

Ibadah Raya 30 Juli 2017. YEFTA



Ibadah Raya 30 Juli 2017.
YEFTA:
Bagaimana Tuhan memilih Yefta.
Siapakah Yefta ini?
Seorang yang dibuang oleh keluarganya, tapi Tuhan memilih Yefta untuk menjadi pahlawan perang bagi bangsa Israel ketika menghadapi bani Amon. 

Hak 11:1-3
11:1 Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa, tetapi ia anak seorang perempuan sundal; ayah Yefta ialah Gilead.
11:2 Juga isteri Gilead melahirkan anak-anak lelaki baginya. Setelah besar anak-anak isterinya ini, maka mereka mengusir Yefta, katanya kepadanya: "Engkau tidak mendapat milik pusaka dalam keluarga kami, sebab engkau anak dari perempuan lain."
11:3 Maka larilah Yefta dari saudara-saudaranya itu dan diam di tanah Tob; di sana berkumpullah kepadanya petualang-petualang yang pergi merampok bersama-sama dengan dia.

Bagaimana Tuhan mengambil kehidupan yang terbuang seperti Yefta ini?
Tuhan Yesus pernah berfirman:
6:37 Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.
(Yoh 6:37)

Keluarga boleh membuang dia, tapi Tuhan menyambut dia, dan Tuhan tidak membuang dia, sebaliknya dia dijadikan suatu alat yang berguna.
Kisah ini mirip seperti yang dialami oleh orang buta yang disembuhkan oleh Tuhan Yesus. 

Yoh 9:35-38
9:35 Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau kepada Anak Manusia?"
9:36 Jawabnya: "Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya."
9:37 Kata Yesus kepadanya: "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!"
9:38 Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya.

Orang ini dikucilkan: Ayat 34
Ini adalah suatu akibat dimana dia bersaksi tentang pengalaman disembuhkan dari kebutaan, dia dibenci dan dikucilkan.
9:34 Jawab mereka: "Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?" Lalu mereka mengusir dia ke luar.
Yoh 9:8-12
9:8 Tetapi tetangga-tetangganya dan mereka, yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata: "Bukankah dia ini, yang selalu mengemis?"
9:9 Ada yang berkata: "Benar, dialah ini." Ada pula yang berkata: "Bukan, tetapi ia serupa dengan dia." Orang itu sendiri berkata: "Benar, akulah itu."
9:10 Kata mereka kepadanya: "Bagaimana matamu menjadi melek?"
9:11 Jawabnya: "Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat."
9:12 Lalu mereka berkata kepadanya: "Di manakah Dia?" Jawabnya: "Aku tidak tahu."

Begitu pula dengan Yefta; karena dia adalah anak dari seorang perempuan sundal, maka Yefta ini dianggap tidak berhak atas harta warisan keluarganya dan kemudian dia diusir.
Betapa nistanya kehidupan Yefta ini? Kehidupan yang ditolak oleh keluarganya.

Apakah kehidupan yang dibuang itu selamanya dilupakan?
Dalam kisah berikutnya Yefta ini dijemput oleh saudara-saudaranya / para tua-tua Gilead, untuk diangkat sebagai panglima perang, sebagai kepala dari penduduk Gilead.

Hak 11:4-11
11:4 Beberapa waktu kemudian bani Amon berperang melawan orang Israel.
11:5 Dan ketika bani Amon itu berperang melawan orang Israel, pergilah para tua-tua Gilead menjemput Yefta dari tanah Tob.
11:6 Kata mereka kepada Yefta: "Mari, jadilah panglima kami dan biarlah kita berperang melawan bani Amon."
11:7 Tetapi kata Yefta kepada para tua-tua Gilead itu: "Bukankah kamu sendiri membenci aku dan mengusir aku dari keluargaku? Mengapa kamu datang sekarang kepadaku, pada waktu kamu terdesak?"
11:8 Kemudian berkatalah para tua-tua Gilead kepada Yefta: "Memang, kami datang kembali sekarang kepadamu, ikutilah kami dan berperanglah melawan bani Amon, maka engkau akan menjadi kepala atas kami, atas seluruh penduduk Gilead."
11:9 Kata Yefta kepada para tua-tua Gilead: "Jadi, jika kamu membawa aku kembali untuk berperang melawan bani Amon, dan TUHAN menyerahkan mereka kepadaku, maka akulah yang akan menjadi kepala atas kamu?"
11:10 Lalu kata para tua-tua Gilead kepada Yefta: "Demi TUHAN yang mendengarkannya sebagai saksi antara kita: Kami akan berbuat seperti katamu itu."
11:11 Maka Yefta ikut dengan para tua-tua Gilead, lalu bangsa itu mengangkat dia menjadi kepala dan panglima mereka. Tetapi Yefta membawa seluruh perkaranya itu ke hadapan TUHAN, di Mizpa.

Yang diminta oleh orang-orang Gilead:
Ayat 6 = Jadilah panglima kami.
Ayat 8 = engkau akan menjadi kepala atas kami.
Jika Tuhan turut bekerja, kejadian itu seperti mimpi.

Maz 126:1-6
126:1 Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi.
126:2 Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!"
126:3 TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
126:4 Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!
126:5 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
126:6 Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Yefta ini adalah seorang yang sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan untuk menerima tawaran dari orang-orang Gilead maka dia bertanya kepada Tuhan.

Hak 11:11
11:11 Maka Yefta ikut dengan para tua-tua Gilead, lalu bangsa itu mengangkat dia menjadi kepala dan panglima mereka. Tetapi Yefta membawa seluruh perkaranya itu ke hadapan TUHAN, di Mizpa.
Sebelum melangkah lebih jauh, seluruh perkaranya dibawa kehadapan Tuhan.
Ini menjadi kunci keberhasilannya dalam berperang melawan bani Amon.

Hak 11:32
11:32 Kemudian Yefta berjalan terus untuk berperang melawan bani Amon, dan TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangannya.

Ini hasilnya jika orang itu mengutamakan Tuhan dalam kehidupannya.
Dalam daftar pahlawan iman, nama Yefta turut terdaftar disitu.

Ibr 11:32-33
11:32 Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan waktu, apabila aku hendak menceriterakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi,
11:33 yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa,

Yefta adalah orang yang tahu menggunakan imannya secara tepat dan benar. Yefta membawa seluruh perkaranya dihadapan Tuhan di Mizpa.
Mizpa artinya menara penjagaan.
Kehidupan doa kita itu bagaikan menara penjagaan.

Tuhan Yesus berpesan kepa ke tiga murid-Nya yang diajak ke Kebun Zaitun ditaman Getsemani untuk berdoa: “Berjaga dan berdoalah supaya kamu jangan jatuh kedalam pencobaan.” Mat 26:41.

Yefta bertanya kepada Tuhan di Mezpa:
Kita harus memiliki menara doa, dimana kita boleh selalu berjaga-jaga dari serangan musuh.
Pencobaan satu waktu diijinkan Tuhan akan kita hadapi, tapi bagaimana kita akan menghadapi pencobaan itu kalau kita tidak berdoa.

Yefta disebut pahlawan iman:
Dari kehidupan yang tadinya dibuang, ditolak, sekarang dibutuhkan untuk memimpin suatu pasukan untuk berperang melawan bani Amon.
Kita juga akan disebut pemenang apabila kita telah berhasil memenangkan suatu pertempuran.

Rm 8:37
8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.