Translate

Tampilkan postingan dengan label Matius. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Matius. Tampilkan semua postingan

14 Apr 2019

Ibadah Raya 14 April 2019 PERTUMBUHAN ROHANI


Ibadah Raya 14 April 2019
PERTUMBUHAN ROHANI

Matius 19:16-26 (TB)
16 Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
17 Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah."
18 Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
19 hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
20 Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?"
21 Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
22 Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.
23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
24 Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
25 Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"
26 Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."

Anak muda ini luar biasa, ia mengalami pertumbuhan rohani. Setiap FT telah ia lakukan dan masuk kepada tahbisan yang benar.

Tidak selamanya kita menjadi kanak-kanak, rohani harus meningkat menjadi dewasa.

Namun ternyata orang muda ini hatinya masih terikat pada kekayaan, karena ia sedih ketika hartanya harus dijual.
Kekayaan bisa menghalangi  seseorang masuk surga.

 Menjadi kaya tidak salah yang salah adalah ketika hati kita melekat pada harta. Biar hati kita melekat pada Yerusalem Baru.

Bicara tentang anak-anak adalah tanggung jawab orang tua untuk mendidik anak sesuai didikan Tuhan, sehingga menjadi orang muda yang taat pada Tuhan.

Saat anak-anak tumbuh dan mulai bergaul dengan teman- temannya, ia bisa menjadi berontak. Karena bila pergaulan tidak baik maka akan membawa anak menjadi jahat.

1 Korintus 15:33   Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

Efesus 6:4 (TB)  Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

Contoh kehidupan Samuel yang manis, dari kanak-kanak sampai dewasa.

1 Samuel 1:20 (TB)  Maka setahun kemudian mengandunglah Hana dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ia menamai anak itu Samuel, sebab katanya: "Aku telah memintanya dari pada TUHAN."

Tadinya Hana mandul, dan ia bernazar bila ia mempunyai anak laki-laki maka akan persembahkan pada Tuhan.

1 Samuel 2:18-21, 26 (TB)
18  Adapun Samuel menjadi pelayan di hadapan TUHAN; ia masih anak-anak, yang tubuhnya berlilitkan baju efod dari kain lenan.
19 Setiap tahun ibunya membuatkan dia jubah kecil dan membawa jubah itu kepadanya, apabila ia bersama-sama suaminya pergi mempersembahkan korban sembelihan tahunan.
20 Lalu Eli memberkati Elkana dan isterinya, katanya: "TUHAN kiranya memberikan keturunan kepadamu dari perempuan ini pengganti yang telah diserahkannya kepada TUHAN." Sesudah itu pulanglah mereka ke tempat kediamannya.
21 Dan TUHAN mengindahkan Hana, sehingga dia mengandung dan melahirkan tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan lagi. Sementara itu makin besarlah Samuel yang muda itu di hadapan TUHAN.
26 Tetapi Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan TUHAN maupun di hadapan manusia.


Karena kerinduan Hana, sejak kecil Samuel sudah didandani baju imam/ efod dan  setiap tahun bajunya diganti .
Dia rindu supaya Samuel menjadi pelayan Tuhan yang saleh.

Pakaian bicara mengenai perjalanan hidup sehari-hari, bagaimana orang tua memperhatikan kehidupan anak.

Baju Efod adalah Pakaian Imam Besar  menunjuk Imam Besar Agung, yaitu Yesus . Ada kerinduan orang tua agar  anaknya menjadi seperti Yesus.
Samuel memiliki karakter dan kepribadian yang menarik yang membuat Tuhan dan manusia suka padanya.

Sebagai orang Kristen jangan menunjukkan karakter yang tidak baik, terutama bagi mereka yang belum mengenal Tuhan.

Supaya mereka bisa datang pada Tuhan harus bisa bersaksi dengan perbuatan bukan hanya perkataan saja.

Panggilan terhadap Samuel 3 kali, karena Samuel belum tahu tentang Tuhan  sebelumnya, ia hanya tahu  Imam Eli.

1 Samuel 3:1-10 (TB)
1  Samuel yang muda itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan Eli. Pada masa itu firman TUHAN jarang; penglihatan-penglihatan pun tidak sering.
2 Pada suatu hari Eli, yang matanya mulai kabur dan tidak dapat melihat dengan baik, sedang berbaring di tempat tidurnya.
3 Lampu rumah Allah belum lagi padam. Samuel telah tidur di dalam bait suci TUHAN, tempat tabut Allah.
4 Lalu TUHAN memanggil: "Samuel! Samuel!", dan ia menjawab: "Ya, bapa."
5 Lalu berlarilah ia kepada Eli, serta katanya: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Tetapi Eli berkata: "Aku tidak memanggil; tidurlah kembali." Lalu pergilah ia tidur.
6 Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi. Samuel pun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Tetapi Eli berkata: "Aku tidak memanggil, anakku; tidurlah kembali."
7 Samuel belum mengenal TUHAN; firman TUHAN belum pernah dinyatakan kepadanya.
8 Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya. Ia pun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta katanya: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Lalu mengertilah Eli, bahwa TUHANlah yang memanggil anak itu.
9 Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel: "Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar." Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya.
10 Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: "Samuel! Samuel!" Dan Samuel menjawab: "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar."

Samuel dari kecil sudah tidur di Bait Allah, berarti membiasakan diri dalam hadirat Tuhan.
Saat itu Imam Eli matanya kabur. Mata kabur artinya tidak memiliki pandangan nubutan sehingga tidak bisa melihat apa yang akan terjadi.

Alkitab adalah buku dari segala buku = harta yang luar biasa,ada nubuatan di dalamnya.

Karunia Kenabian
1 Korintus 12:27-31 (TB)
27 Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.
28 Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.
29 Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat,
30 atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?
31 Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.

Karunia yang lebih utama:
1 Korintus 14:1 (TB)  Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.

Nubuat kecil itu seperti bernubuat saat berdoa tapi nubuat besar adalah FT yaitu Firman Nubuatan.

2 Petrus 1:19-21 (TB)
19 Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.
20 Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,
21 sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

Saat jaman Samuel jarang ada Firman Nubuatan, apalagi Imam Eli matanya kabur.

Firman Nubuatan harus diperhatikan seperti pelita sampai menjadi fajar menyingsing dan Yesus terbit di hati kita. Tadinya hati kita gelap. Begitu FT masuk hati kita , maka hati kita terang. Dan FT tidak boleh ditafsir oleh manusia, melainkan Roh Kudus.

Karunia Kenabian harus ada dalam gereja Tuhan menjelang akhir jaman, tidak hanya Kristen halaman yang hanya mendengarkan pengajaran mula-mula, harus meningkat dari kabar injil dan pertobatan pada pengajaran Imam Besar.

Ibrani 5:11-14 (TB) Kelambanan murid-murid  dalam menerima Firman.
11 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.
12 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.
13 Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.
14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

Milikilah kehidupan rohani yang bertumbuh dewsa,yang siap dinikahkan oleh Mempelai Surga

Bicara kenabian berarti ada pewahyuan, jika tidak ada maka jemaat akan menjadi liar, jemaat suka berkelahi,bertengkar,dsb

Amsal 29:18 (TB)  Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.

Hikmat dan Wahyu kita butuhkan supaya bisa mengenal Yesus  dengan benar.
Efesus 1:17 (TB)  dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.

Pengenalan tidak sebatas Juruselamat tapi sebagai mempelai dan Imam besar.
Seperti Samuel , menyaksikan kemurahanNya dan menikmati baitNya.

Mazmur 27:4 (TB)  Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.

Akhirnya kehidupan Samuel sangat dekat dengan Allah.
Dari kecil Samuel sudah mendapat Firman, Tuhan sudah berbicara dengan dia.

1 Samuel 3:11-14 (TB)
11 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Ketahuilah, Aku akan melakukan sesuatu di Israel, sehingga setiap orang yang mendengarnya, akan bising kedua telinganya.
12 Pada waktu itu Aku akan menepati kepada Eli segala yang telah Kufirmankan tentang keluarganya, dari mula sampai akhir.
13 Sebab telah Kuberitahukan kepadanya, bahwa Aku akan menghukum keluarganya untuk selamanya karena dosa yang telah diketahuinya, yakni bahwa anak-anaknya telah menghujat Allah, tetapi ia tidak memarahi mereka!
14 Sebab itu Aku telah bersumpah kepada keluarga Eli, bahwa dosa keluarga Eli takkan dihapuskan dengan korban sembelihan atau dengan korban sajian untuk selamanya."

Allah menberitakan  kabar nasib Imam Eli dan anak-anaknya serta perang dan kekalahan Israel
1 Samuel 3:15-18 (TB)
15 Samuel tidur sampai pagi; kemudian dibukanya pintu rumah TUHAN. Samuel segan memberitahukan penglihatan itu kepada Eli.
16 Tetapi Eli memanggil Samuel, katanya: "Samuel, anakku." Jawab Samuel: "Ya, bapa."
17 Kata Eli: "Apakah yang disampaikan-Nya kepadamu? Janganlah kausembunyikan kepadaku. Kiranya beginilah Allah menghukum engkau, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika engkau menyembunyikan sepatah kata pun kepadaku dari apa yang disampaikan-Nya kepadamu itu."
18 Lalu Samuel memberitahukan semuanya itu kepadanya dengan tidak menyembunyikan sesuatu pun. Kemudian Eli berkata: "Dia TUHAN, biarlah diperbuat-Nya apa yang dipandang-Nya baik."

Semula Samuel segan memberitakan berita Firman, tapi Eli mendesak.
Firman Tuhan harus diberitakan,tidak boleh ada yang disembunyikan, baik ataupun buruk.

2 Timotius 4:2-5 (TB)
2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.
5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!

Samuel tumbuh dan hikmatnya bertambah, karena Tuhan menyertainya.
1 Samuel 3:19-20 (TB)
19 Dan Samuel makin besar dan TUHAN menyertai dia dan tidak ada satu pun dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur.
20 Maka tahulah seluruh Israel dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi TUHAN.

Jangan biarkan Firman Tuhan gugur, karena iman akan gugur.
Roma 10:17 (TB)  Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Petrus sebagai rasul juga bisa gugur imannya.
Lukas 22:31-32 (TB)
31 Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum,
32 tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."

Banyak Firman Allah berguguran karena kita  tidak serius memperhatikan
Mari kita lebih perhatikan pertumbuhan imam
Kolose 2:7 (TB)  Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

7 Apr 2019

Ibadah Raya 7 April 2019. MEMBATALKAN FIRMAN ALLAH DEMI ADAT ISTIADAT MANUSIA:


Ibadah Raya 7 April 2019.
MEMBATALKAN FIRMAN ALLAH DEMI ADAT ISTIADAT MANUSIA

Mat 15:1-20
15:1 Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata:
15:2 "Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan."
15:3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamu pun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?
15:4 Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.
15:5 Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah,
15:6 orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.
15:7 Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu:
15:8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
15:9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."
15:10 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka:
15:11 "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang."
15:12 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?"
15:13 Jawab Yesus: "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.
15:14 Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang."
15:15 Lalu Petrus berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah perumpamaan itu kepada kami."
15:16 Jawab Yesus: "Kamu pun masih belum dapat memahaminya?
15:17 Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban?
15:18 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.
15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.
15:20 Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang."

Bagian ini bicara dari hal “Kejatuhan Israel yang terdalam”
Mengapa dikatakan kejatuhan Israel yang terdalam?
Sebab mereka (orang-orang Farisi dan para ahli Torat) sudah jatuh dalam sekali, karena mereka lebih mengutamakan adat istiadat dan meringankan firman Allah.

Kapan gereja Tuhan dikatakan jatuh dalam dosa yang dalam sekali? Manakala gereja Tuhan itu masih berpegang dengan aturan-aturan manusia, sehingga firman Allah diabaikan.
Tuhan Yesus katakan kepada ahli-ahli Torat dan orang-orang Farisi bahwa mereka adalah orang-orang munafik.

Mat 15:7-9
15:7 Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu:
15:8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
15:9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."

Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya.
Secara lahiriah memang mereka beribadah sedimikian rupa, nampaknya seperti memuliakan Allah, tapi hatinya mereka jauh dari Tuhan.

Kalau mereka dikatakan membatalkan Firman Allah demi adat istiadat manusia, sebab mereka telah melanggar firman Allah.
Kalau firman Allah berkata: “Hormatilah ayahmu dan ibumu”

Kel 20:12
20:12 Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

Juga dikatakan dalam Kel 21:17
21:17 Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya, ia pasti dihukum mati.

Sedangkan mereka berpendapat bahwa apa yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah, sehingga orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya.

Tindakan orang-orang Farisi dan ahli Torat ini disebut oleh Tuhan Yesus sudah membatalkan /membuat firman Allah tidak berlaku demi adat istiadat manusia.

Basuh tangan sebelum makan: Mat 15:2
15:2 "Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan."

Orang Farisi dan hali Torat ini sangat teguh dalam berpegang pada adat istiadat.
Apa yang dikatakan firman Allah tentang orang yang masih berpegang kepada adat istiadat?

Kol 2:16 Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;
2:17 semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.
2:18 Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi,
2:19 sedang ia tidak berpegang teguh kepada Kepala, dari mana seluruh tubuh, yang ditunjang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, menerima pertumbuhan ilahinya.
2:20 Apabila kamu telah mati bersama-sama dengan Kristus dan bebas dari roh-roh dunia, mengapakah kamu menaklukkan dirimu pada rupa-rupa peraturan, seolah-olah kamu masih hidup di dunia:
2:21 jangan jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini;
2:22 semuanya itu hanya mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan hanya menurut perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia.
2:23 Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi.

Perhatikan ayat 20: Mengapa kamu menaklukan dirimu pada rupa-rupa peraturan, seolah-olah kamu masih hidup didunia.
Hari raya – bulan baru – hari Sabat.
Makan tanpa basuh tangan itu dianggap najis. Pada hal pengertian najis itu sebenarnya adalah: Barang yang keluar lewat mulut yang berasal dari hati.

Mat 15:17-18
15:17 Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban?
15:18 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.
15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.
15:20 Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang."

Yang ada dalam hati manusia:
1.- Pikiran jahat Mat 9:4
9:4 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: "Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?
Luk 5:22
5:22 Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu?
Allah mengetahui apa yang kita pikirkan.

Maz 139:2, 23
139:1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
139:2 Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
139:3 Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
139:4 Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN.
139:5 Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku.
139:6 Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.
139:7 Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?
139:8 Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau.
139:9 Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut,
139:10 juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.

139:23 Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;
139:24 lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!

Kita harus menggantikan pikiran kita yang kotor dengan pikiran Kristus.

1 Kor 2:16
2:16 Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.

Ef 4:23
4:23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,

2.- Pembunuhan:
Mungkin saudara berkata, saya gak pernah merencanakan pembunuhan.
Tapi membenci saudara itu sama dengan pembunuh. 1 Yoh 3:15

3:15 Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.
Kalau kita menyimpan kebencian dalam hati, itu sama dengan pembunuhan.

3.- Perzinahan:
Ini sering terjadi dalam pikiran. Mat 5:27-29
5:27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
5:29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.

4.- Percabulan: 1 Tes 4:3-5
4:3 Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan,
4:4 supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan,
4:5 bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah,

Menjauhi percabulan, sebab tubuh ini adalah Bait Allah, bukan untuk percabulan.

1 Kor 6:13, 15, 18.
6:13 Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.
6:15 Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!
6:18 Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.

Kata cabul berarti : keji atau kotor (melanggar kesopanan), berbuat tidak senonoh (melanggar kesusilaan)

5.- Pencurian: Kel 20:15
20:15 Jangan mencuri.
Pencuri tidak dapat masuk dalam kerajaan Sorga. 1 Kor 6:9-11
6:9 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit,
6:10 pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
6:11 Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.

Why 9:21
9:21 dan mereka tidak bertobat dari pada pembunuhan, sihir, percabulan dan pencurian.

6.- Sumpah palsu. Mat 5:33-37
5:33 Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.
5:34 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah,
5:35 maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar;
5:36 janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambut pun.
5:37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

7.- Hujat:
Hujat terhadap Anak manusia masih diampuni, tapi kalau itu sudah menghojat Roh Kudus, tidak bisa diampuni lagi.

Mat 12:31-32
          12:31 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.
12:32 Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak.

Itulah isi hati manusia yang dikatakan najis oleh Tuhan Yesus.
Semoga hati kita dibersihkan dari dosa-dosa ini.
Tuhan Yesus memberkati kita semua.

24 Mar 2019

Ibadah Raya 24 Maret 2019. Mat 13



Ibadah Raya 24 Maret 2019.

Mat 13:
Fs 13 ini terkena Pelita Mas.
Dalam fs 13 ini kita akan menemukan 7 perumpamaan.
Pertama: Perumpamaan Penabur Mat 13:1-23.
Kedua    : Perumpamaan Lalang dan Gandum Mat 13: 24-30.
Ketiga     : Perumpamaan Biji sesawi Mat 13:31-32.
Keempat: Perumpamaan Ragi Mat 13:33-35.
Kelima    : Perumpamaan Harta terpendam.
Keenam  : Perumpamaan Mutiara yang berharga.
Ketujuh   : Perumpamaan Pukat.

Tujuh perumpamaan ini seperti Pelita Mas yang memiliki 7 sorot lampu.
Dan perumpamaan Penabur ini bagaikan lampu yang ditengah.
Lampu yang ditengah ini bagaikan pokok, seperti pohon itu ada pokoknya atau batangnya, dan kemudian cabang-cabangnya.

Benih yang ditabur oleh pokok itu adalah benih firman Allah yang dibutuhkan oleh cabang-cabang ini, agar tetap hidup.
Gereja Tuhan hanya bisa hidup jika didalamnya ada benih-benih firman Allah yang ditaburkan, sama seperti firman Allah yang mengatakan:

Mat 4:4
4:4 Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."
Ada 4 sasaran dimana benih ini ditabur.
Pertama: Jatuh ditepi jalan.
Ini adalah hati yang mengembara. Hati yang seperti ini selalu saja ribut, sehingga disaat-saat ditaburi firman Allah ia tidak bisa mengerti akan firman Allah itu.
Inilah hati yang digambarkan ditepi jalan.

Kedua : Jatuh ditanah yang berbatu.
Seperti sifat batu itu keras, begitulah hati dari anak-anak Tuhan yang keras, tidak mau lahir baru.
Hati yang seperti ini bila terkena pencobaan sedikit, tidak bisa tahan. Gampang undur kalau terkena pencobaan sedikit.
Benih itu bisa tumbuh tapi karena tanahnya hanya sedikit, kemudian ia layu.

Ketiga : Jatuh ditempat berduri.
Seperti duri itu menghimpit / menjepit atau mendorong benih itu sehingga mati. Kalau anak Tuhan itu hatinya masih ada kesenangan-kesenangan dunia, maka itulah duri yang menghimpit tadi, sehingga benih itu kemudian mati.
Kesenangan-kesenangan dunia bisa menjadikan rohani kita menjadi lemah.

Keempat: Jatuh ditanah yang baik.
Ini menunjuk orang Kristen yang bisa mengerti friman Allah kemudian ia simpan firman Allah itu kedalam hatinya, kemudian ia berbuah-buah 30 - 60 – 100 kami lipat ganda. Buahnya meningkat = berbuah banyak, ini memang dikehendaki oleh Tuhan.

Yoh 15:8
15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."
Kita harus menjadi kehidupan yang bisa mengerti firman Tuhan agar kita bisa berbuah-buah dan sanggup menghadapi kepalsuan-kepalsuan yang akan mencoba menjatuhkan anak-anak Tuhan, seperti dalam perumpamaan selanjutnya.  

Perumpamaan lalang diantara gandum: Mat 13: 24-30, 36-43.
13:24 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.
13:25 Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.
13:26 Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.
13:27 Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?
13:28 Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?
13:29 Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.
13:30 Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."
13:36 Maka Yesus pun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu."
13:37 Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia;
13:38 ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.
13:39 Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat.
13:40 Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.
13:41 Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.
13:42 Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.
13:43 Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"

Kalau dilihat sepintas lalu, tanaman lalang ini mirip dengan gandum.
Apa yang membedakan dua tanaman ini?
Yang satu berbuah dan yang satu tidak.
Benih itu bicara tentang anak Kerajaan, sedangkan lalang adalah anak-anak si jahat, dan ladang itu adalah dunia ini. (ayat 38)
Anak-anak kerajaan ini menunjuk anak-anak Allah, yang kejadiannya lewat tanda dilahirkan baru.

1 Yoh 3:9-10
3:9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.
3:10 Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.

Anak-anak si jahat = anak-anak Iblis.
Kita disebut anak-anak Allah, sebab kita telah dilahirkan kembali lewat benih ilahi.

1 Pet 1:23
1:23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.

itu sebabnya mari kita perhatikan penaburan firman Allah dengan baik, sebab didalamnya ada kuasa untuk menjadikan kita menjadikan ciptaan baru.
Tandanya hidup itu berbuah-buah adalah menjadi ciptaan baru.
Didalam Kristus Yesus kita telah menjadi ciptaan baru.

2 Kor 5:17
5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Kehidupan yang berbuah-buah itu juga dapat mengantisipasi pekerjaan Iblis selanjutnya.
Mat 13:31-32 Perumpamaan biji sesawi.
Biji sesawi itu kecil, bahkan paling kecil jika dibandingkan dengan segala benih. Begitupun dimata dunia, firman Allah itu seperti tidak ada artinya, tapi jika benih itu tumbuh akan menjadi gereja yang besar. Tapi kalau sudah menjadi besar harus memwaspadai burung-burung yang suka bersarang dipohon itu.

Burung-burung itu bukan hanya membuang kotorannya, kemudian menjadi sebab tumbuhnya benalu-benalu yang merugikan tanaman pohon itu.
Dipohon itu burung ini juga bersarang dan berkembang biak (menetaskan telur-telurnya). Jadi ini yang harus diwaspadai oleh gereja yang lagi berkembang, yaitu ulah dari Iblis yang mengunakan tempat itu untuk bersarang. Sekali lagi kita harus tetap mewaspadai usaha Iblis untuk menyelundup dalam gereja Tuhan.

Yudas 4
1:4 Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.

Kita harus mewaspadai penelusupan ini!
Mereka adalah orang-orang fasik = (jahat) yang  menyalahgunakan karunia Allah untuk melampiaskan hawa nafsu mereka.
Selain penelusupan dari luar, kita juga diajar untuk mewaspadai adanya ragi.

Mat 13:33-35
13:33 Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya."
13:34 Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatu pun tidak disampaikan-Nya kepada mereka,
13:35 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan."

Ragi yang diadukan dalam tepung terigu tiga sukat ini bicara mengenai pengajaran palsu yang diselundupkan oleh Iblis dalam gereja Tuhan.
Pada kita ada tepung terigu 3 sukat : ini menunjuk pengajaran Allah Tri Tunggal yang kebenarannya disangkal oleh Antikrist.

1 Yoh 5:6-12
5:6 Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran.
5:7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.
5:8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]: Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.
5:9 Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.
5:10 Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.
5:11 Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya.
5:12 Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.

Perempuan yang mengaduk tepung 3 sukat yang dicampur dengan ragi ini, menujuk gereja Tuhan yang sembarangan menerima pengajaran lain.
Pada kita hanya ada satu pengajaran / satu Injil, tidak ada Injil (pengajaran lain).

Gal 1:6-9
1:6 Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,
1:7 yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.
1:8 Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.
1:9 Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.

Injil yang dibertakan oleh rasul Paulus ini bukan Injil manusia, sebab rasul Paulus menerima wahyu itu dari Yesus Kristus.

Gal 1:11-12
1:11 Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.
1:12 Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.
Kerajaan Sorga diumpamakan seperti Harta Yang Terpendam:

Mat 13:44
13:44 "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.

Pada waktu orang ini menemukan harta, ia tidak langsung mengambilnya, tapi ia pergi untuk menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
Ladang dimana harta itu terpendam menunjuk pada dunia ini.
Dan harta itu adalah bangsa Israel merupakan harta yang terpendam, Israel juga disebut biji mata Allah.

Mat 15:24
15:24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."

Ul 32:9-10
32:9 Tetapi bagian TUHAN ialah umat-Nya, Yakub ialah milik yang ditetapkan bagi-Nya.
32:10 Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.

Maz 17:8
17:8 Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

Orang yang membeli ladang itu adalah Tuhan Yesus, Ia rela tinggalkan kemulyaanNya untuk turun kedunia ini menyelamatkan umat manusia.
Jadi dimata Tuhan kehidupan kita ini seperti mutiara yang indah, Tuhan mencari mutiara itu, setelah diketemukan mutiara yang sangat berharga itu, Iapun pergi menjual seluruh miliknya, lalu membeli mutiara itu.

Mat 13:45-46
13:45 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.
13:46 Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."

Mutiara itu asalnya dari dalam kerang, yang semula hanya kotoran belaka, kemudian kotoran itu disalut dengan sejenis cairan, yang kemudian betambah lama bertambah keras, akhirnya kita kenal sebagai mutiara yang mahal.

Kita ini yang berasal dari bangsa kafir, seperti kotoran dalam kerang. Tetapi oleh kuasa firman Allah yang terus menerus menyucikan kita, maka kita menjadi seperti mutiara yang mahal.
Apa yang Tuhan Yesus pernah perbuat? Ia sudah menjual milikNya yang paling berharga untuk memiliki bangsa kafir.

Apa yang Ia sudah jual? KemuliaanNya.

Pil 2:5-8
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Yang terakhir Tuhan mengemukakan perumpamaan PUKAT.
Mat 13:47-52
13:47 "Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.
13:48 Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.
13:49 Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,
13:50 lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.
13:51 Mengertikah kamu semuanya itu?" Mereka menjawab: "Ya, kami mengerti."
13:52 Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya."

Ada dua jenis ikan yang tertangkap, ikan yang baik ditaruh di pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. Ikan yang tidak baik ini adalah ikan yang beracun yang tidak bisa dimakan. Ini berarti tidak berguna, itu sebabnya kemudian dibuang ke laut kembali.
Hidup kita digambarkan seperti ikan yang tertangkap jala. Oleh berita Injil jiwa-jiwa itu diselamatkan.

Penangkapan ikan itu membayangkan panggilan Tuhan untuk diselamatkan, tapi sampai didarat terjadi pemilihan.
Ikan beracun diambil dan dikembalikan ke laut.
Pada akhir zaman ini akan terjadi pemisahan dengan lalang begitu juga dengan ikan.
Ikan yang beracun ini menunjuk racun dosa. Adakah kita sudah dibebaskan sama sekali dari racun dosa. Biar kita mau periksa hati sekarang ini, adakah masih tersisa racun dosa itu dalam kehidupan kita.

Relakan racun itu dibuang, daripada  kita harus terbuang bersama racun itu.
Tuhan itu membenci dosa, tapi Ia mengasihi orang berdosa.

Dikayu salib Ia sudah menyerap segala dosa-dosa kita.

Gal 3:13
3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"